Keberadaan persimpangan yang tidak dapat dihindari menjadi salah satu yang harus diperhatikan dalam rangka melancarkan arus transportasi perkotaan, hal ini pulalah yang terjadi pada Kota Palangka Raya di ruas Jalan Letjen S. Parman dan Jalan A.Yani. Terdapat dua simpang bersinyal dan satu simpang tidak bersinyal yang berdekatan pada ruas tersebut, agar terciptanya suatu pengaturan simpang yang sangat baik, perlu koodinasi simpang yang berhubungan dan memberikan pengaturan siklus lampu terbaik agar terjadi kinerja simpang yang terkoordinasi untuk dapat mengurangi waktu tundaan dan antrian. Jenis data yang digunakan untuk keperluan analisis adalah data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data geometrik jalan, data kondisi lingkungan, data arus lalu lintas, dan data waktu sinyal. Pencatatan arus lalu lintas dibagi dalam kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor dan kendaraan tak bermotor. Sedangkan untuk data sekunder yang berupa data jumlah penduduk. Data tersebut dianalisis menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Untuk koordinasi simpang dengan cara menghitung interval waktu antar hijau pada simpang yang akan di koordinasikan. Dikoordinasikan waktu siklus 41 detik dengan tundaan rata-rata sebesar 14,506 det/smp. Setelah dilakukan perencanaan waktu siklus 60 detik didapat tundaan rata-rata sebesar 16,031 det/smp, sehingga mengalami peningkatan waktu tundaan dengan indeks tingkat pelayanan C (sedang), karena tundaan kendaraan rata-rata 15,0-25,0 detik. Sedangkan untuk simpang Jalan Jend Sudirman bahwa DS simpang saat ini masih dalam kondisi baik dengan waktu tundaan total sebesar 8,9 detik/smp. Kata Kunci: Simpang bersinyal, terkoordinasi, waktu siklus, jarak
Copyrights © 2016