Jurnal Diskursus Islam
Vol 2 No 1 (2014)

METODOLOGI PENAFSIRAN SUFISTIK : Perspektif al-Gazali

Muh. Said (Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene Sulawesi Barat)



Article Info

Publish Date
22 Apr 2014

Abstract

Salah satu di antara corak tafsir yang dikenal dalam penafsiran Alquran adalah tafsir bercorak sufistik, kemudian melahirkan ajaran tasawuf atau kerohanian yang menekankan kepada kesucian dan kesempurnaan jiwa, hati (qalb) dan moralitas. Metode penelitian yang digunakan adalah library research (penelitian pustaka). Al-Gazali dalam bidang penafsiran sufistik, dianggap memiliki bangunan epistemologi dan penafsiran yang lebih sistematis dan lebih konkrit dibanding mufasir sufi lainnya. AlGazali dalam melakukan penafsiran, memberi porsi lebih banyak kepada makna batin ayat-ayat Alquran tanpa meninggalkan makna zahirnya. Penafsiran sufistik al-Gazali sangat penting dan dibutuhkan mengingat masyarakat modern memiliki kecenderungan materialistik, sehingga terkesan mengalami kegersangan spiritualitas. Berangkat dari realitas ini, maka penafsiran sufistik al-Gazali hadir untuk melakukan pencerahan, bukan saja secara spiritual (batiniyah), tetapi juga secara intelektual, yakni mengedepankan kejujuran, moralitas dan ibadah dalam setiap amal perbuatan.ABSTRACTOne of interpretation styles that is known in al-Quran interpretation is Sufi pattern, then generating Sufism teachings or spirituality emphasizing to sanctity and perfect soul, heart (qalb) and morality. This research employs a method of library research. Al-Ghazali in the field of Sufi interpretation patterns is regarded to have epistemology construction and interpretation more systematic and clearer than other Sufi commentators. In doing interpretation, he gives more portions to the inner meaning of al-Quran verses without leaving surface meaning. Al-Ghazali's Sufi interpretation is really needed since modern society tend to be materialistic so that it seems they experience crisis spirituality. Based on this fact, the presence of Sufi interpretation of al-Ghazali is more likely to be recognized as enlightening, not only spiritual but also intellectual by implementing honesty, morality, and worship in every charitable acts.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

diskursus_islam

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi ...