VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
Vol 6, No 2 (2015): NOPEMBER

MANTRA UPACARA NGABATI’ PADA UPACARA PERTANIAN SUKU DAYAK KANAYATN DI DUSUN PAKBUIS DESA BANYING KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT

Ursula Dwi Oktaviani (STKIP Persada Khatulistiwa Sintang)



Article Info

Publish Date
14 Aug 2018

Abstract

Nyangahatn merupakan bentuk ucapan syukur dan terima kasih serta permohonan kepada Jubata (sebutan Tuhan bagi suku Dayak Kanayatn). Nyangahatn dilakukan oleh seorang Panyangahatn yang memahami seluk beluk adat istiadat. Tidak  semua orang bisa menjadi Panyangahatn. Nyangahatn yang diucapkan Panyangahatn berupa doa yang berbentuk mantra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) ragam panggung atau ragam pentas mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, 2) penguasaan budaya lokal mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, 3) penguasaan materi mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, 4) penguasaan nyanyian atau tembang mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, 5) makna mantra upacara Ngabati’ pada upacara pertanian suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak.Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografis. Sumber data terkait subjek penelitian dari mana data diperoleh. Subjek penelitian ini yaitu adalah mantra yang diucapkan oleh Panyangahatn. Untuk sumber data primer pada penelitian ini adalah mantra upacara Ngabati’ yang diucapkan oleh Panyangahatn. Sementara data sekunder pada penelitian ini yaitu data pendukung mantra upacara Ngabati’ yang diperoleh dari Panyangahatn (informan) lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) ragam panggung atau ragam pentas harus memperhatikan penguasaan bahasa, sastra, vokal, tata krama, dan tata busana dalam melaksanakan upacara Ngabati’, 2). penguasaan budaya lokal yaitu penguasaan bahasa dan perlengkapan untuk upacara Ngabati’, 3) penguasaan materi yaitu Panyangahatn yang profesional harus menguasai semua bagian materi mantra upacara Ngabati’ supaya pengucapan mantra benar dan berjalan dengan lancar, 4) penguasaan nyanyian atau tembang memperhatikan lafal, intonasi dan transkripsi ala Tedlock (cara pengucapan mantra upacara Ngabati’), dan 5) makna pada mantra upacara Ngabati’ adalah makna yang terdapat pada bagian mantra upacara Ngabati’ pada Nyangahatn Manta’ dan Nyangahatn Masak. Kata Kunci: Mantra Upacara Ngabati’, etnografi, ragam panggung atau ragam pentas, penguasaan budaya lokal, penguasaan  materi, penguasaan nyanyian  atau tembang, dan  makna.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

VOX

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah ...