VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
Vol 6, No 1 (2015): APRIL

PEMANFAATAN TANAMAN BAMBU UNTUK MEMBUAT ANEKA KERAJINAN TANGAN KHAS SUKU DAYAK DESA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWADALAM MENGANALISIS PELUANG BISNIS

Emilia Dewiwati Pelipa (STKIP Persada Khatulistiwa Sintang)



Article Info

Publish Date
14 Aug 2018

Abstract

Tujuan penelitian adalah meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam menganalisis peluang bisnis dengan cara memanfaatkan tanaman bambu yang banyak tumbuh di alam kalimantan barat khususnya kabupaten Sintang. Tanaman bambu dimanfaatkan untuk membuat aneka kerajinan tangan khas suku dayak desa yang dikemas dalam bentuk souvenir dengan kreasi model-model baru merubah ukuran aslinya menjadi miniatur yang lebih kecil ukurannya sehingga cocok digunakan sebagai cindera mata.Adapun jenis kerajinan tangan khas suku dayak desa yang ada di kabupaten Sintang yang telah dimodifikasi menjadi souvenir diantaranya cupai, takin, tanggui, capan, keban, tabung, keranjang bakul dan tikar. Hasil kerajinan tangan ini selanjutnya dipasarkan melalui praktek pemasaran pada matakuliah analisis peluang bisnis dimana mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjual hasil kerajinan tangannya di kantin kampus; selain itu produk juga dapat dipesan untuk souvenir pernikahan, souvenir ulang tahun, dan dititipkan pada toko cenderamata. Produk telah berhasil dipasarkan dengan mendatangkan keuntungan sebesar Rp. 864.000 dari 100 unit Produk . Kegiatan ini akan terus berlanjut dan dikembangkan dengan target membuat galeri khusus serta memperluas pangsa pasar. Kata Kunci: kerajinan tangan, kreativitas mahasiswa, peluang bisnis

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

VOX

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah ...