Majalah Kedokteran
Vol. 34 No. 2 (2018): APRIL - JUNI

Laporan kasus: Gizi Buruk Sekunder Akibat Kelainan Genetik: Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome

Dion D. Samsudin Hutagaol (Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta)
Yoga Devaera (Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta)



Article Info

Publish Date
22 Nov 2018

Abstract

AbstrakPertumbuhan dan perkembangan adalah fenomena khas yang terjadi pada populasi anak, dibutuhkan pemantauansecara berkala untuk mendeteksi masalah pada asupan nutrisi atau kemungkinan penyakit lainnya. Apabila anaktidak memenuhi target pertumbuhan, maka anak tersebut jatuh ke dalam kategori gagal tumbuh, dan apabila tidakditangani dengan baik dapat masuk ke dalam kategori gizi buruk. Prevalensi balita di Indonesia dengan gizi burukpada tahun 2016 adalah 3,4%. Gizi buruk sekunder dapat terjadi oleh karena proses patogenesis suatu penyakit. Giziburuk pada pasien dengan sindrom merupakan fenomena yang menarik untuk diamati, karena sulit dalam prosesdiagnosis, tatalaksana, dan tidak semuanya memiliki prognosis yang baik. Hutchinson-Gilford Progeria syndrome(HGPS) merupakan suatu kelainan genetik dengan morfologi klinis yang sangat khas, dan memiliki perjalananklinis yang menarik untuk diamati. Sampai saat ini belum terdapat publikasi mengenai kasus anak dengan HGPSdi Indonesia. Kata Kunci: gizi buruk marasmik, Hutchinson-Gilford Progeria syndrome AbstractGrowth and development are unique for children, and monitoring is performed regularly to identify problemsin nutritional intake or a disease. Failure to thrive is diagnosed when a child failed to acquire the appropriateweight gain, and if this condition is not treated, a child will become severely malnourished. Prevalence of severelymalnourished children in Indonesia in 2016 was 3.4%. Malnutrition can occur secondary due to other diseasepathology. Patient with syndrome often accompanied with severe malnutrition problems, thus further complicatesthe diagnosis, treatment and may worsen the prognosis. Hutchinson-Gilford Progeria syndrome (HGPS) is a geneticsystemic disease with a distinct clinical morphology, and unique pathophysiology. There is no published data aboutchildren with HGPS in Indonesia. Keywords: severe malnutrition, Hutchinson-Gilford Progeria syndrome

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

mk

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Majalah FK UKI bertujuan sebagai wadah publikasi hasil penelitian staff pengajar fakultas kedokteran internal dan eksternal UKI, sebagai sharing knowledge para dosen fakultas kedokteran serta menunjang pengembangan ilmu kedokteran/kesehatan. ...