AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi 
Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MoringaoleiferaLamck.) DAN EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Chromolaenaodorata L.)

Andri Priono (FKIP Jurusan Pendidikan Biologi)
Nur Arfa Yanti (FMIPA Jurusan Biologi)
Lili Darlian (FKIP Jurusan Pendidikan Biologi)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Tujuan Penelitian untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terbaik untuk menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus serta untuk mengetahui perbandingan efektivitas antibakteri ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terhadap bakteri uji. Metode penelitian Eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumur (well difusion). Variabel bebas (X) adalah ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) dengn masingmasing konsentrasi 25%, 50% dan 75%, total perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 3 perlakuan sehingga total keseluruhan perlakuan bakteri uji adalah 36 unit percobaan. Variabel terikat (Y) yaitu aktivitas antibakteri. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial berupa ANAVA dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan pengaruh yang nyata ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus. (2) Perlakuan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamck.) terbaik untuk menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus adalah konsentrasi 75%. (3) Perlakuan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terbaik untuk menghambat pertumbuhan E. coli adalah konsentrasi 25% sedangkan S. aureus adalah 50%. (4) Ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) mempunyai efektivitas penghambatan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus.Kata Kunci : ekstrak, antibakteri, Moringa oleifera L, Chromolaena odorata L.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

ampibi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education Immunology & microbiology

Description

AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi merupakan jurnal yang memuat tulisan berdasarkan hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan penerapan teori dalam bidang pendidikan biologi seperti model/metode Pembelajaran Biologi, Strategi Pembelajaran Biologi, Pembelajaran Biologi Media dan TIK ...