ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan antioksidan dari ekstrak air buah salak Salacca zalacca (Gaertn.) Voss varian gula pasir melalui aktivitas penangkapan radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Harga Inhibition Concentration (IC50) dari ekstrak buah salak yang menunjukkan kemampuan suatu bahan dalam menghambat 50% dari total 100% radikal DPPH sebesar 40,89±6,35 μg/mL. Sedangkan kontrol positif kuersetin memiliki harga IC50 sebesar 8,79±0,90 μg/mL. Berdasarkan harga IC50, dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah salak varian gula pasir menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Skrining fitokimia membuktikan adanya kandungan golongan senyawa polifenol yang diduga bertanggung jawab atas aktivitas antioksidannya yang tinggi. Golongan senyawa ini dapat melindungi dari radikal bebas sebagai penginduksi kerusakan biomolekul. Kata kunci: Salacca zalacca (Gaertn.) Voss, gula pasir, antioksidan, DPPH, polifenol. ABSTRACT The aim of this study was to evaluate antioxidant capacity of gula pasir variant of snake fruit (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) water extract using free radical scavenging activity of the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl radical (DPPH). The inhibition concentration (IC50) sufficient to elicit 50% of a maximum effect estimated in 100% was 40.89±6.35 μg/mL for the DPPH radical scavenging activity. While the positive control, quercetin, had IC50 value of 8.79±0.90 μg/mL. Based on the IC50 value, we concluded that gula pasir variant of snake fruit extract exhibited a very strong antioxidant activity. The phytochemical screening revealed the presence of polyphenol which could be responsible for the high antioxidant activity. This compound may provide protection against free radicals induced damage to biomolecules. Key words: Salacca zalacca (Gaertn.) Voss, gula pasir, antioxidant, DPPH, polyphenol
Copyrights © 2016