Revitalisasi merupakan sebuah cara untuk meningkatkan nilai sesuatu yang dianggap sudah tidak berfungsi dengan baik. Pada prinsipnya Revitalisasi merupakan jawaban atas terbengkalainya sebuah aset terutama dalam hal ini aset yang dimiliki oleh pihak Pemerintah. Konsep ini sering diimplementasikan sebagai salah satu solusi untuk memunculkan kembali aset pemerintah yang sudah lama berkurang nilai kemanfaatannya, terutama dalam konteks Pariwisata. Dengan Revitalisasi maka aset atau dalam hal ini sebuah objek wisata akan muncul kembali dengan beberapa perubahan dan perbaikan, dan diharapkan popularitasnya meningkat sehingga akan berdampak langsung secara ekonomis pada pendapatan daerah. Sebagai salah satu Objek Wisata yang berada di Kota Banjar, Situ Mustika memang sudah lama eksis, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kondisinya seakan “mati suri”. Semenjak 2017, usaha revitalisasi Situ Mustika memang sudah muncul sebagai wacana, namun demikian baru pada tahun 2018 inilah rencana tersebut dapat terealisasikan. Serangkaian usaha sudah dan sedang dilakukan untuk mengembalikan popularitas serta nilai ekonomis dari Objek Wisata ini. Meskipun belum sepenuhnya selesai, namun Revitalisasi Objek Wisata Situ Mustika sudah mulai menampakan hasil, namun diperlukan kajian akademis untuk menganalisis, serta mengevaluasi proses tersebut agar dapat berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai yang diharapkan oleh semua Pihak. Itulah tujuan utama dalam tulisan ini. Selain berfungsi sebagai dukungan secara moril, tulisan ini diharapkan mampu menjadi salah satu acuan dalam menggambarkan dan menjelaskan proses Revitalisasi Objek Wisata Situ Mustika, terutama dari perspektif Akademis. Sehingga, hal-hal yang positif dalam proses tersebut dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan, serta hal-hal yang dianggap kurang akan segera diperbaiki. Selain itu tulisan ini juga diharapkan akan menambah kontribusi dalam hal mengaplikasikan Administrasi Publik sebagai sebuah Ilmu yang bersifat Multi-Disiplin, yang dapat diterapkan dalam konteks Pariwisata, tentu saja dengan dan kekhasan ilmiah yang spesifik.
Copyrights © 2018