Bagian reading comprehension menjadi bagian tersulit pada TOEFL berdasarkan hasil pengamatan peneliti . Meskipun sudah diberikan strategi – strategi pada reading comprehension, namun masih banyak mahasiswa yang merasa kesulitan ketika menyelesaikan soal tersebut. Salah satu penyebab faktor eksternal rendahnya keterampilan reading comprehension mahasiswa yakni dapat dipengaruhi oleh model pembelajaran di kelas dan motivasi belajar siswa sebagai faktor internal.Penelitian ini menggunaan penelitian eksperimental semu untuk mengetahui perbedaan dan efek dari model pembelajaran langsung (Direct Instruction) dan model pembelajaran kooperatif Roundtable. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA dua jalur dan uji Tukey sebagai uji lanjutan. Hasil analisa menunjukan bahwa model pembelajaran Kooperatif Roundtable signifikan berbeda dengan model pembelajaran langsung . Kemampuan reading comprehension mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi signifikan berbeda dengan yang memiliki motivasi belajar rendah. Model pembelajaran kooperatif Roundtable lebih efektif diterapkan bagi mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi sedangkan model pembelajaran langsung ( Direct Instruction ) lebih efektif diterapkan bagi mahasiswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar siswa untuk mengajar reading comprehension pada TOEFL. Keefektifan model pembelajaran tergantung pada tingkat motivasi belajar siswa. Kata kunci : model pembelajaran , pemahaman mambaca, motivasi belajar
Copyrights © 2017