Penerapan pendidikan karakter dengan pemanfaatan kearifan lokal di SD Tabita Puri Genteng Banyuwangi Jawa Timur saat ini telah menginjak tahun keenam. Beberapa hasil sebagai pengaruh dari penerapan pendidikan karakter dengan pemanfaatan kearifan lokal tersebut telah terlihat pada perilaku siswa, termasuk cara berpikir, cara berkomunikasi serta cara berinteraksi satu dengan lainnya. Mayoritas siswa (99%) menunjukkan kemajuan, namun masih ada sedikit (1%) yang menunjukkan sikap yang tidak diharapkan. Berdasarkan pada pengamatan secara terus-menerus selama hampir enam tahun ini, salah satu faktor yang menyisakan pengaruh yang tidak diharapkan adalah penyalahgunaan penggunaan media sosial. Dalam hal ini, yang dimaksud media adalah perangkat elektronik yang terkoneksi dengan layanan jaringan internet, seperti perangkat telepon pintar berupa handphone, laptop, serta gadget. Penyalahgunaan perangkat elektronik yang terkoneksi dengan jaringan internet inilah yang menjadi fokus permasalahan yang didiskusikan dalam tulisan ini. Hasil dari laporan pengamatan ini dimaksudkan untuk menjelaskan lebih lanjut kekuatan serta kelemahan penerapan model pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah ini untuk pengambilan keputusan selanjutnya pada penerapan pendidikan karakter di masa mendatang yang lebih ditekankan dalam pemanfaatan kearifan lokal.
Copyrights © 2018