An1mage Jurnal Studi Kultural
Vol 3 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Kultural

Hegeformaslavery: OJS dan Jebakan Saling Tuding sebagai Jurnal Predator

Gumelar, Michael Sega (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Jan 2018

Abstract

Open journal system menjadi salah satu acuan bahwa suatu terbitan jurnal sudah membuka akses (open access system) kepada umum agar setiap artikel yang ada di dalamnya dapat diakses dan diunduh secara gratis. Tetapi ada juga open journal system di mana si penulis membayar biaya akses untuk open journal system tersebut. Kemudian ada content management system (CMS) yang juga bernama Open Journal System (OJS) menambah kebingungan arti dari istilah open journal system itu sendiri. Apa open journal system itu? Lalu mengapa ada banyak versi? Versi mana yang benar? Studi ini membahas tuntas apa itu open journal system. Juga secara relatif membuka jebakan dari beberapa penerbit yang bersaing secara ekonomi murni (kapitalisme) dan berhasil masuk pada jurnal yang di-index oleh Elsevier, Scopus. Kemudian terjadi inkonsistensi oleh Scopus karena beberapa jurnal yang sudah masuk dikeluarkan dari Scopus journal indexing system. Ada apakah? Karena ketidakmampuan para penerbit itu membayar biaya open access system? Atau karena kualitas yang buruk? Lalu mengapa Elsevier yang memiliki Scopus membuat Mendeley? Penulis juga memberikan solusi sebagai usulan kepada Pemerintah Indonesia yang selama ini telah menjadi hegeformaslaves dari para hegeformaslaver dalam sistem hegeformaslavery.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

ajsk

Publisher

Subject

Arts Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK ISSN: 2477-3492) menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarginalkan) dalam melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan ...