Orang dengan HIV AIDS bukan hanya mengalami masalah secara fisik atau biologis, tetapi jugamengalami masalah secara psikis, sosial dan spiritual. Ketika seseorang telah didiagnosa terkena virus HIV inidalam pengkajian psikososialnya ODHA akan menarik diri dari lingkungannya. Terganggunya harga diriODHA berpengaruh terhadap komunikasinya yang merupakan bagian proses dari interaksi sosial. Tujuan daripenelitian ini adalah unutk mengetahui sejauh mana hubungan harga diri dengan interaksi social pada orangdengan HIV AIDS. Penelitian ini dilakukan di Yayasan Lantera Minangkabau Support Padang dari bulan Aprilhingga bulan Mei 2013. Jenis penelitian inni adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlahsampel pada penelitian ini sebanyak 45 ODHA dengan menggunakan teknik Total Sampling. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner yang menggunakan skala likert untuk variabel harga diri dan interaksi sosial. Analisadata univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi dan untuk bivariat dilakukan dengan uji Spearman. Hasilpenelitian menunjukkan sebanyak 91,4% ODHA memiliki harga diri yang positif dan 64,4% ODHA denganinteraksi sosial yang baik. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara harga diri dan interaksi sosial. Hasilpenelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dan menambah pengetahuan dalam melaksakan asuhankeperawatan terhadap ODHA.
Copyrights © 2014