Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan komunikasi apertif pada perawata pelaksana yang mengalami konflik interpersonal terhadap kinerjanya dalam melaksanakan asuhan keperawatan di IRNA RSUD Solok. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 24 orang. Konflik interpersonal diukur dengan kuesioner dan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan diukur menggunakan lembaran observasi. Data diolah dengan menggunakan uji marginal homogenity. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan kejadian konflik interpersonal dan peningkatan kinerja pada responden dengan p =0,00 ( p < 0,05 ), ini menunjukkan terdapat pengaruh dari pelatihan komunikasi asertif terhadap kinerjanya dalam memberikan asuhan keperawatan diruangan rawat inap. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan pelatihan komunkasi asertif kepada seluruh perawat sehingga perawat bisa menerapkan dilingkungan kerja sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, untuk peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian ini dengan cara lain dalam mengelola konflik organisasi.
Copyrights © 2012