Pemahaman siswa SMP kelas VII pada konsep persamaan dan pertidaksamaan dideskripsikan pada penelitian ini. Tiga siswa dengan kemampuan matematika berbeda diamati, namun hanya siswa dengan kemampuan tinggi yang dilaporkan pada penelitian ini. Siswa laki-laki kelas VII dipilih di salah satu SMP di Jember. Selain diberikan instrumen tes, siswa juga diwawancarai. Kevalidan data diusahakan dengan melakukan ditriangulasi. Selanjutnya data yang valid dianalisis untuk memperoleh kesimpulan. Siswa kemampuan matematika tinggi mendefinisikan persamaan linear sebagai kalimat terbuka yang memiliki tanda “=”, sedangkan pertidaksamaan linear dengan tanda “>/£/³” serta keduanya memiliki variabel berpangkat satu. Siswa memberika contoh persamaan linear dan pertidaksamaan dengan mengacu pada tanda hubung dan pangkat yang didefinisikan sebelumnya. Begitu pula untuk non contoh, siswa memberikannya sesuai dengan komplemen syarat definisi yang dipaparkan sebelumnya. Siswa membuat model persamaan dan pertidaksamaan linear dari soal cerita yang diberikan dengan memisalkan sesuatu yang tidak diketahui dengan sebuah variabel, kemudian dioperasikan dengan sesuatu yang diketahui membentuk model. Dengan konsep yang diketahui, siswa menyelesaikan soal yang diberikan dengan memindah suku yang bervariabel dalam satu ruas dan suku yang tidak bervariabel ke ruas yang lain. Perpindahan suku yang dilakukan siswa sangat disayangkan karena hal itu menunjukkan siswa belum menguasai konsep dengan tepat. Meskipun metode tersebut dapat memudahkan siswa, seharusnya siswa memahami alasan penggunaan algoritma dengan benar.
Copyrights © 2018