Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMAHAMAN SISWA DENGAN KEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI PADA KONSEP PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Galuh Tyasing Swastika
SIGMA Vol 3, No 2 (2018): SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.175 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v3i2.386

Abstract

Pemahaman siswa SMP kelas VII pada konsep persamaan dan pertidaksamaan dideskripsikan pada penelitian ini. Tiga siswa dengan kemampuan matematika berbeda diamati, namun hanya siswa dengan kemampuan tinggi yang dilaporkan pada penelitian ini. Siswa laki-laki kelas VII dipilih di salah satu SMP di Jember. Selain diberikan instrumen tes, siswa juga diwawancarai. Kevalidan data diusahakan dengan melakukan ditriangulasi. Selanjutnya  data yang valid dianalisis untuk memperoleh kesimpulan. Siswa kemampuan matematika tinggi mendefinisikan persamaan linear sebagai kalimat terbuka yang memiliki tanda “=”, sedangkan pertidaksamaan linear dengan tanda “</>/£/³” serta keduanya  memiliki variabel berpangkat satu. Siswa memberika contoh persamaan linear dan pertidaksamaan dengan mengacu pada tanda hubung dan pangkat yang didefinisikan sebelumnya.  Begitu pula untuk non contoh, siswa memberikannya sesuai dengan komplemen syarat definisi yang dipaparkan sebelumnya. Siswa membuat model persamaan dan pertidaksamaan linear  dari soal cerita yang diberikan dengan memisalkan sesuatu yang tidak diketahui dengan sebuah variabel, kemudian dioperasikan dengan sesuatu yang diketahui membentuk model. Dengan konsep yang diketahui, siswa menyelesaikan soal yang diberikan dengan memindah suku yang bervariabel dalam satu ruas dan suku yang tidak bervariabel ke ruas yang lain. Perpindahan suku yang dilakukan siswa sangat disayangkan karena hal itu menunjukkan siswa belum menguasai konsep dengan tepat. Meskipun metode tersebut dapat memudahkan siswa, seharusnya siswa memahami alasan penggunaan algoritma dengan benar.
Pemodelan Regresi Semiparametrik dengan Pendekatan Spline Truncated pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur Siti Aisyah Mudawamah; Galuh Tyasing Swastika; Risang Narendra; MNH Qomarudin
Statistika Vol. 22 No. 2 (2022): Statistika
Publisher : Department of Statistics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/statistika.v22i2.1433

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas manusia. Dimana angka Indeks Pembangunan Manusia menunjukkan maju atau tidaknya suatu wilayah. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa yang memiliki jumlah penduduk terbanyak pada tahun 2021, namun hal ini tidak sebanding dengan angka Indeks Pembangunan Manusia yang rendah sehingga menyebabkan ketimpangan pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk tujuan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi angka Indeks Pembangunan Manusia menggunakan regresi semiparametrik dengan pendekatan spline truncated. Pemilihan titik knot optimum dengan menggunakan kriteria Generalized Cross Validation (GCV) minimum. Adapun hasil penelitian ini adalah model regresi semiparametrik terbaik terdapat pada 3 titik knot dengan nilai GCV minimum yaitu serta koefsien determinasi sebesar . Selain itu, ditunjukkan bahwa variabel angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, tingkat partisipasi angkatan kerja, dan tingkat pengangguran terbuka merupakan faktor-faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur tahun 2021.
Pengaruh Problem Based Instruction (PBI) dan Soft Skill dalam Perangkat Pembelajaran Galuh Tyasing Swastika; Risang Narendra
Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan Vol 3 No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jpip.v3i4.1161

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Tentukan proses pembelajaran yang ditetapkan oleh Pengajaran Matematika Bilingual Masalah Instruksi (PBI) yang didasarkan pada soft skill dengan subjek kubus dan pengembangan kubus. 2) Mengetahui hasil dari pembelajaran yang ditetapkan oleh matematika bilingual, Instruksi Berbasis Masalah (PBI) yang didasarkan pada soft skill dengan subjek kubus dan pengembangan Cuboids. Subjek penelitian ini adalah Kelas VIII B SMPN 1 Bondowoso. Kelas terdiri dari 22 siswa. Penelitian ini memiliki produk seperti Sillabus, Rencana Pelajaran, Buku Mahasiswa, Lembar Kerja, dan Tes Evaluasi. Produk ini telah diimplementasikan dalam karakteristik Instruksi Berbasis Masalah (PBI) dan Soft Skill. Salah satu karakteristik PBI dapat dilihat dalam buku siswa. Buku siswa terdiri dari masalah yang mengharuskan siswa untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang materi. Selain itu, siswa diharuskan menerapkan aspek soft skill. Aspek Soft juga digunakan sebagai salah satu dari penilaian selain penilaian kognitif. Data dikumpulkan melalui pengamatan, tes, dan kuesioner. Model pengembangan set pembelajaran ini mengacu pada model Thiagarajan 4D. Kesimpulan dari penelitian ini valid berdasarkan hasil validasi oleh validator. Perangkat ini juga pelajaran praktis berdasarkan persentase kegiatan guru 90% pada pertemuan pertama dan 93% pada pertemuan kedua. Perangkat pembelajaran efektif, berdasarkan persentase aktivitas siswa, tes prestasi dan respons kuesioner. Analisis kuesioner diisi oleh 22 siswa menemukan bahwa lebih dari 80% siswa merespons secara positif semua aspek yang ditanyakan dalam kuesioner. Berdasarkan kriteria untuk kualitas pembelajaran yang telah dipenuhi, hasil perangkat PBI berbasis pada Soft Skills Cube dan kelas 8 Cuboid adalah tepat dan dapat digunakan oleh guru sekolah menengah pertama untuk menerapkan kegiatan pembelajaran matematika.
Analisis Faktor Acute Flaccid Paralysis Di Provinsi Jawa Timur Menggunakan Regresi Poisson Inverse Gaussian Ma'rifatul Julviana; Rizka Rizqi Robby; Galuh Tyasing Swastika; Ewing Rudita Arini
UJMC (Unisda Journal of Mathematics and Computer Science) Vol 11 No 2 (2025): Unisda Journal of Mathematics and Computer Science
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Sciences and Technology Unisda Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/ujmc.v11i2.10591

Abstract

Acute Flaccid Paralysis (AFP) is a paralysis condition that occurs suddenly and is weak, usually experienced by children under 15 years of age and is not caused by an accident. In 2005, Indonesia experienced its first case of the polio virus, when it almost received an international polio-free certificate. East Java Province, as one of the provinces with the largest population in Indonesia, has big challenges in controlling AFP cases. In this study there were 7 variables used including 1 dependent variable, namely the number of cases of Acute Flaccid Paralysis (AFP), and 6 independent variables including Population Density (), Percentage of Polio Immunization (), Number of Health Workers (), Percentage of Clean Water Availability (), Number of Poor Population (), and Human Development Index (HDI) (). In this research data, the variance value is much greater than the average (overdispersion), so to handle this, the Poisson inverse Gaussian regression method is used because it is very suitable for dealing with count data that experiences overdispersion. The best modeling form of Poisson inverse Gaussian regression for the number of AFP cases in East Java Province is as follows:. Based on hypothesis testing, the factors that have the most influence on the best model of AFP cases in East Java Province using Poisson inverse Gaussian (PIG) ​​regression are the Percentage of Polio Immunization (), and the Number of Health Workers (
Teorema Polya pada Graf Sederhana yang Tidak Saling Isomorfis Sembilan Simpul Risang Narendra; Novia Ibnu Wulansari; Rizka Rizqi Robby; Galuh Tyasing Swastika
UJMC (Unisda Journal of Mathematics and Computer Science) Vol 11 No 2 (2025): Unisda Journal of Mathematics and Computer Science
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Sciences and Technology Unisda Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/ujmc.v11i2.11304

Abstract

Salah satu kajian dalam teori graf yang menarik untuk diteliti adalah tentang graf yang tidak saling isomorfis. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mencari pola banyaknya graf yang tidak saling isomorfis menggunakan Teorema Polya. Teorema Polya berkaitan dengan indeks sikel suatu grup, karena Teorema Polya merupakan teorema yang digunakan untuk menghitung banyaknya pola-pola suatu grup permutasi yang membentuk indeks sikel dari grup tersebut. Teorema Polya terdiri dari Teorema Polya I dan Teorema Polya II. Dimana Teorema Polya I digunakan untuk menentukan jumlah banyaknya graf sederhana yang tidak saling isomorfis, sedangkan Teorema Polya II digunakan untuk menentukan bentuk-bentuk dari graf sederhana yang tidak saling isomorfis tersebut. Banyaknya graf sederhana yang tidak saling isomorfis dari ???? = 9 simpul adalah 114.008.254 dan diketahui ada 1 graf tanpa sisi serta 1 graf dengan 45 sisi.