Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018

Isolasi dan Identifikasi Kapang dari Ikan Pindang

Irma Hermana (Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan)
Arifah Kusmarwati (Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan)
Yusma Yennie (Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2018

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kapang yang diisolasi dari produk ikan pindang. Pengambilan sampel dilakukan di enam lokasi, yaitu Jakarta, Bogor, Pelabuhan Ratu, Bandung, Cirebon, dan Semarang. Isolasi kapang dilakukan dengan metode pengenceran bertingkat, sedangkan identifikasi kapang dilakukan secara morfologi dan molekuler berdasarkan data sekuen nukleotida dari daerah ITS rDNA. Sebagai data dukung, terhadap ikan pindang juga dilakukan analisis kadar garam dan nilai aktivitas air (aw).  Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar garam sampel ikan pindang berkisar antara 1,20-7,78% dengan aw 0,91-0,98. Sebanyak 119 isolat kapang berhasil diisolasi dari 30 sampel ikan pindang. Isolat-isolat tersebut termasuk ke dalam tujuh marga dan 16 spesies yaitu Aspergillus flavus, A. fumigatus, A. niger, A. ochraceus, A. oryzae, A. sydowii, A. terreus, Cladosporium allicinum, Eurotium chevalieri, Fusarium graminearum, F. cerealis, Loweporus sp., Penicillium citrinum, P. chermesinum, P. chrysogenum, dan Syncephalastrum racemosum. Terdapat enam jenis kapang yang dominan yaitu P. chermesinum (80%), diikuti oleh P. citrinum (73%), A. fumigatus (56,6%), A. flavus (53,3%), A. niger (46,7%), dan E.chevalieri (26,7%).  Tidak ada hubungan antara jenis kapang yang tumbuh dengan jenis ikan pindang, nilai aw maupun kadar garam; namun pertumbuhan kapang berkaitan dengan kadar garam. Kadar garam ikan pindang yang lebih rendah menyebabkan pertumbuhan kapang yang lebih banyak. Isolation and Identification of Fungi from Boiled Salted FishAbstractThis study aimed to determine fungal species isolated from boiled salted fish. Sampling was conducted from six locations, i.e. Jakarta, Bogor, Pelabuhan Ratu, Bandung, Cirebon, and Semarang. Isolation of fungi was carried out by serial dilution method, and the fungal identification was conducted using combination of morphology and molecular analyses based on ITS rDNA sequence data. As the support data, salt content and water activity (aw) of boiled salted fish were examined. The result showed that salt content of boiled salted fish samples ranged from 1.20 to 7.78% with aw of 0.91-0.98. A total of 119 isolates from 30 boiled salted fish samples were obtained.These isolates belong to seven genera and 16 species as follow: Aspergillus  flavus,  A.  fumigatus, A.  niger,  A.  ochraceus,  A. oryzae,  A.  sydowii,  A. terreus, Cladosporium  allicinum, Eurotium  chevalieri, Fusarium  graminearum,  F.  cerealis,  Loweporus sp.,  Penicillium  citrinum,  P.  chermesinum,  P. chrysogenum, and  Syncephalastrum  racemosum. Six species, namely,  P.  chermesinum (80%),  P. citrinum (73%), A. fumigatus (56.6%), A. flavus (53.3%), A. niger (46.7%), and E. chevalieri (26.7%) were determined as dominant species. There was no correlation between fungi species isolated and species of boiled salted fish, aw or salt content. However, lower salt content of boiled salted fish caused high growth of fungi.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

jpbkp

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science

Description

JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and ...