Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keefektifan menggunakan metode konvensional pembelajaran menyimak dalam menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 13 Makassar; (2) mengetahui keefektifan menggunakan metode kooperatif tipe bercerita berpasangan (paired story telling) dalam menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 13 Makassar; (3) mengetahui adanya perbedaan menggunakan metode konvensional dan metode kooperatif tipe bercerita berpasangan (paired story telling) dalam menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 13 Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan menyimak cerpen dalam menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen dengan menggunakan metode konvensional pada siswa kelas X SMA Negeri 13 Makassar dikategorikan sangat rendah dengan nilai rata-rata 50,31; (2) kemampuan menyimak cerpen dalam menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen dengan menggunakan metode kooperatif tipe bercerita berpasangan (paired story telling) pada siswa kelas X SMA Negeri 13 Makassar dikategorikan tinggi dengan nilai rata-rata 73,13; (3) pembelajaran menyimak cerpen dalam menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen dengan menggunakan metode kooperatif tipe bercerita berpasangan (paired story telling) dan metode konvensional terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung > ttabel atau 14,008 > 2,04 pada taraf signifikan 0,975. Sesuai hasil penelitian ini diajukan saran: (1) Guru diharapkan mengarahkan siswa untuk mengoptimalkan keterampilannya dalam bersastra khususnya menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen. (2) Guru diharapkan menggunakan metode kooperatif tipe bercerita berpasangan (paired story telling) selain dari metode yang lazim untuk memotivasi siswa dalam belajar. (3) Pengetahuan dans pengalaman guru dalam penerapan metode kooperatif tipe bercerita berpasangan (paired story telling) di kelas diharapkan lebih ditingkatkan sehingga siswa lebih aktif dalam menentukan unsur-unsur intrinsik cerpen dan diharapkan lebih banyak referensi agar dalam penerapannya siswa lebih kreatif. (4) Peneliti selanjutnya harus lebih memahami tahap-tahap metode kooperatif tipe bercerita berpasangan (paired story telling)
Copyrights © 2017