Kecerdasan emosional dalam al Qur’an disamakan dengan al-ahlaq al al-karimah. Setelah diselaraskan dengan ayat-ayat-Nya, diperoleh kesimpulan yaitu; Pertama, untuk menumbuhkan kesadaran diri, seorang pendidik harus mengenali dirinya sendiri, mensyukuri nikmat dengan memaksimalkan potensi yang dimilikinya, merumuskan tujuan hidup (visi) yang jelas, mengambil pelajaran dari suatu peristiwa, dan ber-islah memperbaiki diri. Kedua, pengendalian diri dapat dilakukan dengan bersikap sabar, istiqamah, senantiasa ber-istigfar, dan tawadu’. Ketiga, motivasi diri dapat ditempuh dengan berprasangka baik terhadap ketetapan Allah, percaya bahwa Allah swt menjanjikan kemudahan dan nikmat-Nya sangat luas, setiap usaha akan mendatangkan hasil, tidak bersikap lemah, setiap problem telah diukur kadarnya, dan senantiasa mengobarkan semangat. Keempat, empati dapat dipupuk dengan meniru sifat-sifat Allah swt seperti pengampun, mengasihi, melindungi, berbicara dengan lunak, santun, lemah lembut, menegur dengan baik, bijaksana, halus, mempermudah urusan sulit, menampakan cinta dan memaafkan. Kelima, kecakapan sosial dapat dibentuk dengan membiasakan bersilaturrahmi, bersikap adil, berbuat kebaikan (ihsan), memberi ucapan selamat (tahni’ah), saling menolong dalam kebaikan (ta’awun), dan saling menasehati (nasaha).
Copyrights © 2013