Realitas kehidupan sosial dan tindakan manusia bersifat dinamik, temporer, kontekstual, kultural, unik, dan interaksional. Untuk memahami realitas sosial dibutuhkan cara pandang yang lebih komprehensif, utuh, dan mampu mengungapkan hal-hal yang tersembunyi di balik realitas sosial tersebut. Kerangka kerja penelitian sosial yang menggunakan paradigma positivistik dan interpretif dipandang tidak mampu mengungkapkan realitas sosial secara utuh dan kurang kuat mendorong perubahan sosial yang lebih baik. Olehnya itu dibutuhkan perspektif kritis dengan metode penelitian kritis yang bertujuan emansipatoris. Wawasan teori dan praktik penelitian kritik perlu terus dikembangkan dalam ilmu-ilmu sosial sebagai solusi epistemik bagi maraknya ketimpangan sosial dalam berbagai bidang. Penelitian sosial kritik menganut praksis komunikasi dan relevan untuk mengungkap dinamika dan kompleksitas kehidupan sosial dewasa ini.
Copyrights © 2018