Kemunculan Kesultanan Bima, tidak terlepas dari perkembangan pelayaran dan perdagangan Nusantara dengan berbagai dampaknya, yang secara historis dapat dilacak sejak abad ke 14. Demikian pula terbentuknya jalur pelayaran menentukan munculnya pelabuhan (Bandar) atau pelabuhan, menentukan terbentuknya jalur pelayaran adalah merupakan teori yang biasanya diterapkan dalam mengkaji munculnya bandar dan perkembangan sistim pelayaran. Wilayah Bima berada pada kedudukan strategis jika dilihat dari jalur dan jaringan pelayaran yang menghubungkan antara bagian Barat dan Timur Nusantara.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang sejarah munculnya bandar bima, posisi bandar bima dalam jaringan pelayaran dan perdagngan di nusantara serta peranan bandar bima dalam kehidupan sosial budaya, ekonomi dan politik dikesultanan bima. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Disebut penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan terhadap variabel mandiri, yaitu tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Suatu penelitian yang berusaha menjawab pertanyaan seperti yang tengah diteliti yaitu: BANDAR BIMA Pada ABAD XVIII (Suatu Tinjauan Historis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa munculnya bandar bima di latarbelakangi letak geografisnya yang strategis pada jalur pelayaran dan perdagangan di nusantara. Posisi strategis bandar bima menyebabkannya menjadi tempat persinggahan para pedagang dari Malaka, Jawa maupun Maluku atau sebaliknya. Hal ini pula yang mendorong tumbuh dan berkembangnya bandar bima yang berdampak pada kehidupan sosial-budaya, ekonomi, politik kesultanan Bima pada abad ke XVIII
Copyrights © 2017