Peran dari kepala sekolah atau pemimpin sangat penting dalam memberikan pengaruh kepada seluruh anggotanya melalui aturan dan kebijakan yang telah diputuskannya. Tetapi setiap keputusan yang ditetapkan haruslah berdasarkan hasil rapat atau musyawarah dengan para anggotanya atau perwakilan anggotanya, untuk meminta berbagai saran dan pendapat terhadap sesuatu yang di agendakan. Sehingga keputusan yang berdasarkan Al Qur’an dan Hadits adalah keputusan secara musyawarah begitu juga dengan manajemen pendidikan Islam. Betapapun terdapat banyak kritik yang dilancarkan oleh berbagai kalangan terhadap manajemen pendidikan Islam, atau tepatnya terhadap praktek pendidikan secara umum, namun hampir semua pihak sepakat bahwa nasib suatu komunitas atau suatu bangsa di masa depan sangat bergantung pada kontribusi pendidikan, pendidikanlah yang dapat memberikan kontribusi pada kebudayaan di hari esok. Sementara itu pihak lain manusia ditutut untuk mampu mengantisipasi, merumuskan nilai-nilai dan menetapkan prioritas-prioritas pengambilan keputusan dalam suasana yang tidak pasti agar generasi-generasi mendatang tidak menjadi mangsa dari proses yang semakin tidak terkendali di zaman mereka dikemudian hari dan kesemuanya itu ditentukan oleh keputusan-keputusan yang di ambil dalam hal ini kaitannya dengan Manajamen Pendidikan Islam. Situasi pengambilan keputusan yang dihadapi seseorang akan mempengaruhi keberhasilan suatu keputusan yang akan dilakukan. Setelah seseorang berada dalam situasi pengambilan keputusan maka selanjutnya dia akan melakukan tindakan untuk mempertimbangkan, menganalisa, melakukan prediksi, dan menjatuhkan pilihan terhadap alternatif yang ada. Sebagaimana dalam pembahasan makalah ini adalah Pengambilan Keputusan Secara Musyawarah dalam Manajemen Pendidikan Islam.Kata Kunci: Keputusan, Manajemen Pendidikan Islam
Copyrights © 2017