Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan
Vol 3, No 2 (2005)

POTENSI AGREGAT SERTA DAMPAK YANG TIMBUL BILA DILAKUKAN EKSPLOITASI DI PANTAI DAN LEPAS PANTAI MUARA SUNGAI SAMBAS KALIMANTAN BARAT

Wayan Lugra (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Jl. DR. Junjunan No. 236, Telp. 022 603 2020, 603 2201, Faksimile 022 601 7887, Bandung)
Abdul Wahib (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Jl. DR. Junjunan No. 236, Telp. 022 603 2020, 603 2201, Faksimile 022 601 7887, Bandung)



Article Info

Publish Date
16 Feb 2016

Abstract

Berdasarkan hasil analisis besar butir menunjukan bahwa jenis sedimen permukaan dasar laut daerah penelitian terdiri dari 4 jenis sedimen yaitu lanau, lanau pasiran, pasir lanauan dan pasir. Sedangkan jenis agregat yang dijumpai adalah berupa jenis agregat kasar yaitu pasir dan batu belah. Pasir adalah salah satu jenis agregat di daerah penelitian dan ditemukan bersama-sama dengan batu belah. Agregat pasir tersebar di bagian utara daerah penelitian dengan luas sebaran sekitar 2,238 km2 sementara di bagian selatan daerah penelitian, pasir tersebar di pantai Tanjung Bila diperkirakan menerus ke laut dengan luas sebaran kurang lebih 2,189 km2. Agregat berupa batu belah yang dijumpai adalah sebagai batuan beku terobosan berupa andesit, dasit, granodiorit, gabro dan basal. Dibagian utara daerah penelitian agregat batu belah dijumpai di Tanjung Kalangbau berupa bukit kecil dengan ketinggian sekitar 20 meter dengan luas sebaran 0,7079 km2 . Di bagian selatan agregat batu belah terdapat di Tanjung Batu berupa bukit kecil dengan sebaran kurang lebih 0,2920 km2. Pemanfaatan agregat pasir di daerah penelitian akan menjadi masalah jika tidak terekomendasi. karena akan mengganggu kesetimbangan pantai, seperti pantai akan terabrasi terutama saat musim barat. Based on grain size analyses the surfacial sediment of the study area consist of 4 sediment types such as silt, silty sand, sandy silt, and sand. While the aggregates found in the surveyed area were coarse aggregate namely sand and broken stone. Sand is one of the aggregate in the study area and it is found together with broken stone. Distribution of sand aggregate in the northern part of the study area covered the area about 2,238 km2, while in the southern part, at Tanjung Bila their distribution seemly continous to the sea and covered the area about 2,189 km2. The broken stone found at the study area as an instrusive rock those are andesite, granodiorite, gabro and basalt. In the northern part of study area, the broken stones, found at Tanjung Kalabahu as a small hill about 20 meter high and cover the area about 0,7079 km2 While in the southern part of study area the broken stone found at Tanjung Batu and it covers the area about 0,2920 km2 The utilization of all agregates at the study area become a problem if it is not well recommended, it would disturbed the equilibrium of coast line, such as abration especially in west monsoon.

Copyrights © 2005






Journal Info

Abbrev

jgk

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Geologi Kelautan (JGK), merupakan jurnal ilmiah di bidang Ilmu Kebumian yang berkaitan dengan geologi kelautan yang diterbitkan secara elektronik (e-ISSN: 2527-8851) dan cetak (ISSN: 1693-4415) serta berkala sebanyak 2 kali dalam setahun (Juni dan Nopember) oleh Pusat Penelitian dan ...