Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari proses pembebasan lahan kawasan hutan yang digunakanuntuk jalan tol Ruas Seksi II Ungaran-- Bawen dengan diberikan tanah pengganti. Tanah pengganti tersebutberlokasi di Desa Jatirunggo yang merupakan tanah milik penduduk,, namun menimbulkan masalah yangberkepanjangan akibat campur tangan pihak ketiga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodekualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhambatnya proses pengadaan tanah karena (a) eksistensimakelar tanah yang melakukan pembelian tanah milik warga dengan harga yang lebih murah dibandingstandar Tim Pengadaan Tanah, (b) senjangnya nilai ganti rugi yang mewujud dalam tiga pola (tingkatan)sehingga menimbulkan reaksi yang berbeda-beda dari pemilik tanah, dan (c) proses pembayaran yangbermasalah berupa hilangnya uang milik warga di rekening bank karena makelar tanah sudah membuatperjanjian dengan warga yang isinya memberikan kuasa untuk mengalihkan uang pembayaran tanahkepada makelar tanah. Untuk itu, diperlukan reaksi cepat dari pihak yang membutuhkan tanah dan adanyamekanisme yang dapat mencegah makelar tanah melakukan aksi pembelian tanah secara masif.
Copyrights © 2010