Penelitian ini mengangkat hubungan perbedaan kondisi lingkungan sumber daya air (wilayah rawa danpegunungan) dengan sistem kebudayaan pemanfaatan air pada etnis Dayak Kapuas dan etnis Sasak Lombok.Dengan menggunakan metode kualitatif, terungkap bahwa terdapat beberapa perbedaan pada wujudkebudayaan yakni sistem budaya, perilaku, dan karya budaya dalam pemanfaatan air, baik untuk kebutuhandomestik maupun untuk kebutuhan pertanian. Perubahan lingkungan sumber daya air di daerah hulu ternyatamenyebabkan pula perubahan pada sistem kebudayaan kedua etnis tersebut. Untuk itu, perlu mendorongupaya konservasi di bagian hulu untuk menjamin ketersediaan sumber daya air (di Lombok) dan keperluanteknologi pengolahan air serta mobilitas moda transportasi sungai (di Kapuas).
Copyrights © 2010