Kentalnya budaya Jawa, didukung oleh nilai kapitalisme religius lokal yang notabene bias gender mempengaruhi pola hubungan kerja dalam realitas Perempuan Pekerja Sanggan Industri Batik Kota Pekalongan. Sehingga pola hubungan kerja yang dibangun adalah pola hubungan subordinasi dan pola hubungan juragan –buruh. Adanya ketidakseimbangan pemahaman hak dan kewajiban dalam hubungan kerja membuat mereka hanya mendapatkan upah atau “imbalan” sesuai dengan stándar juragan. Oleh karena itu, upaya untuk meretas persoalan mereka melalui penyadaran eksistensi diri sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan perlindungan hukum yang berkeadilan gender.
Copyrights © 2008