Adanya basis kekuatan ekonomi yang beralih ke tangan istri ditambah dengan pengaruh budaya negara di mana perempuan pekerja migran pernah bekerja, alih-alih menjadi bergesernya pola relasi gender dalam keluarga perempuan pekerja migran. Pergeseran pola relasi gender ternyata bukan akar dari eskalasi cerai gugat, melainkan ketidakadilan gender (beban ganda, stereotipe, dominasi, subordinasi dan kekerasan) yang sudah lama dirasakan oleh para perempuan pekerja migran dalam kehidupan rumah tangganya itulah yang merupakan akar penyebabnya.
Copyrights © 2009