Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tuturan fonologi pada penyandang tunarungu di Cinere Depok (2) mendeskripsikan bentuk bahasa isyarat pada penyandang tunarungu di Cinere Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian yaitu subjek tunggal usia 22 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek tunggal usia 22 tahun yang juga mengalami gangguan berbicara dan seorang penyandang tunarungu mampu melafalkan huruf vokal dengan baik, meskipun pada huruf konsonan ada beberapa huruf yang dilafalkan berubah seperti huruf B berubah menjadi P, E berubah menjadi R, G berubah menjadi E, K berubah menjadi A, Q berubah menjadi U, R berubah menjadi L, V berubah menjadi P, W berubah menjadi V, dan X berubah menjadi S. Pada wawancara ada huruf yang dilafalkan berubah seperti E, S, R, K, dan A serta hilang huruf seperti K, O, N, H, G, R, E, S, Y, B, A, I, dan T. Sedangkan pada bahasa isyarat dari subjek tunggal ini sudah sesuai dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Kata kunci: Psikolinguistik, Gangguan Berbicara, Tunarungu, Fonologi, dan Bahasa Isyarat
Copyrights © 2018