Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) adalah salah satu alternatif solusi terhadap kebutuhan rumahyang layak huni bagi masyarakat khususnya di negara berkembang. Disamping masalah keterbatasan lahan,masalah biaya sewanya tetap menjadi masalah bagi beberapa golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).Terjadinya perubahan sifat perumahan dari pola konvensional yang bersifat horizontal ke arah vertikal tentuberdampak pada pola interaksi sosial penghuni di dalamnya dari sistem rumah yang bersifat individual(kepemilikan pribadi) menjadi lebih sosial karena kepemilikan fasilitas bersama (komunal).Dalam memenuhi kebutuhan sosial, pengaksesan media sosial (seperti : facebook, instagram, tweeter, dll) menjadisalah satu jenis kebutuhan baru di jaman sekarang. Kemajuan teknologi komunikasi saat ini semakin mudah danmurah melalui media sosial merupakan fenomena yang melanda semua kalangan, termasuk dari golonganmasyarakat berpenghasilan rendah. Saat ini, tidak membutuhkan perangkat yang sangat canggih untuk mengaksesinternet ditambah harga kuota internet yang semakin murah.Kesamaan konfigurasi penataan tapak dalam hal ini kesamaan tipologi penyusunan massa bangunan, jumlahpenghuni dan sasaran penghuni yaitu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kedua rusunawa Kota Cimahi,yaitu Cibeureum dan Leuwigajah menarik untuk diteliti manakah yang lebih efektif pemanfaatan fasilitas bersamaserta faktor-faktor penentu apa sajakah yang berperan terhadap pola sosialnya.
Copyrights © 2017