Selama ini, nelayan tradisional menentukan spot pancing (lokasi penangkapan) hanya dengan mengira-ngira, sehingga tangkapan mereka terbatas.  Kondisi cuaca yang tak menentu pada bulan-bulan tertentu, terutama rentang bulan November sampai Februari kadang membuat nelayan ragu untuk melaut. Tidak jarang pada masa itu nelayan yang turun kelaut tanpa hasil sama sekali karena tidak bisa melakukan aktivitas penangkapan akibat cuaca buruk sehingga kerugianlah yang mereka peroleh. Pada solusi pertama yakni pelatihan manajemen keuangan, mitra akan dilatih bagaimana melakukan pembukuan keuangan tiap kali melaut dan melakukan penyihan hasil untuk disimpan di bank sebagai cadangan dikala tidak melaut. Solusi kedua yakni pembuatan dan pemasangan rumpon, rumponmerupakansalah satualat bantu penangkapanuntukmeningkatkanhasiltangkapan dimanamempunyaikontruksinyamenyerupaipepohonanyangdipasang(ditanam)disuatautempat di perairan laut. Dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yang merupakan penerapan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini memerlukan total biaya sebesar Rp. 48.000.000. Kata Kunci : nelayantradional, Pemangkat, rumpon
Copyrights © 2018