Sejak awal penciptaaan, laki-laki dan perempuan sudah ada bersama. Bahkan mereka diciptakan untuk hidup berdampingan. Tetapi di matalelaki, keberadaan perempuan bersifat problematis. Mungkin bukannya tidak dibutuhkan, tetapi kontribusinya dipertanyakan. Aneka kekerasan yang dialami perempuan sudah semestinya terjadi. Cara pandang tersebut menjadi sisi tilik untuk menjelaskan praksis aneka kekerasan terhadap perempuan. Tulisan ini ingin membedah kekerasandengan bertolak dari reflesi atas novel Perempuan di Titik Nol, karya Nawal El-Saadawi. Novel ini akan mengupassecara tajam konteks dan relevansi kekerasan yang dialami para perempuan dewasa ini.
Copyrights © 2017