Prevalensi penyakit gagal ginjal kronis umur ≥ 15 tahun menurut provinsi di Indonesia ialah antara 0,1% hingga 0,5%, termasuk DKI Jakarta. Di Indonesia diperkirakan terjadi peningkatan penderita gagal ginjal pada tahun 2025 sebesar 41,4% dan akan terdapat 70.000 penderita gagal ginjal, angka ini akan terus meningkat sekitar 10% setiap tahunnya.. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan efektifitas audiovisual sebagai media pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan keluarga pasien. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment - Non Equivalent Control Group Design. Jumlah responden penelitian sebanyak 46 orang. Hasil penelitian analisis univariat adalah responden berusia ≤ 43 tahun (56,5%), tingkat pendidikan rendah (63%) dan pengalaman pernah terpapar informasi mengenai Penyakit Ginjal Kronik (65.2%). Analisis bivariat Paired Test ada perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan responden pre dan post pada kelompok kontrol (nilai p = 0.001) dan pada kelompok intervensi ( nilai p = 0.001). Hasil Independent Sample Test diperoleh perbedaan pengetahuan antara kelompok kontrol dan intervensi (nilai p = 0.005). Analisis multivariat pengalaman merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pengetahuan (nilai p = 0.002). Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa audiovisual lebih efektif dibandingkan non-audiovisual sebagai media dalam memberikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan (nilai p = 0.005). Oleh karena itu diharapkan agar pihak manajemen rumah sakit memfasilitasi pasien dan keluarga untuk memperoleh pendidikan kesehatan dengan menggunakan media audiovisual.
Copyrights © 2018