Prosiding Seminar Nasional Pakar
Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 buku II

MODEL BRANDING TUJUAN WISATA KABUPATEN GARUT

Fitri Lestari (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Apr 2019

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang mengenai Otonomi Daerah, yakni Nomor 32Tahun 2004, manjadikan Pemerintah Daerah harus mampu mengeksplorasipotensi yang dimiliki daerahnya masing-masing. Kabupaten Garut merupakansalah satu kota di Indonesia yang mempunyai potensi bisnis (100 IndonesiaBiggest Cities for Business 2012 dalam majalah SWA 17 edisi khusus 9-26Agustus 2012) salah satunya sektor pariwisata. Provinsi Jawa Barat merupakansalah satu provinsi termaju dan mitra terdepan ibu kota negara, memprioritaskan sektor kepariwisataan menjadi bagian terpenting dalam pembangunan daerahnya. Dengan posisi sebagai salah satu dari 6 (enam) core business Provinsi Jawa Barat, sektor pariwisata diharapkan dapat mendukungpeningkatan PAD Jawa Barat. Pariwisata tergolong dalam ekonomi kreatif dimana melalui proses kreatif nilai tambah dihasilkan. Salah satu daerah diJawa Barat yang memiliki potensi pariwisata adalah Kabupaten Garut.Kabupaten Garut merupakan salah satu kota di Indonesia yang mempunyaipotensi bisnis (100 Indonesia Biggest Cities for Business 2012 dalam majalahSWA 17 edisi khusus 9-26 Agustus 2012) salah satunya sektor pariwisata. Garutmemiliki industri pariwisata yang menunjukkan konstruksi budaya, sejarah danalam yang kompleks, sehingga melalui proses branding tujuan wisata dapatmembantu menciptakan dan memasarkan citra yang unik di pasar. Brand yangkuat dan memiliki ciri khas yang positif dapat mempengaruhi arus wisatawandengan memberikan kontribusi terhadap kekayaan Garut. Penelitian inimengeksplorasi bagaimana konstruksi budaya, sejarah, dan alam yang ada diGarut dapat dimasukkan dalam proses branding tujuan wisata. Penelitian inimenggunakan kasus wilayah yang ada di Kabupaten Garut. Garut memilikiserangkaian kekayaan yang unik dengan model tiga dimensi yang diusulkanuntuk branding tujuan wisata menggabungkan budaya, sejarah, dan alamdaerah sebagai konstruksi branding. Hasil diskusi kelompok para pemangkukepentingan pariwisata menyarankan budaya daerah, sejarah, dan alam dapatmemberikan dimensi merek yang mungkin dan jelas dikaitkan dengan tujuanwisata dimana merek tujuan wisata dapat dibangun. Kekayaan tersebut bisamendapatkan pengakuan apabila dikomunikasikan dengan cara yang efektifkepada pengunjung wisatawan yang dipandang sebagai prasyarat pentinguntuk menciptakan merek tujuan wisata.

Copyrights © 2019