SNI 3141.1:2011 tentang persyaratan mutu susu segar ditujukan untuk perbaikan kualitas produk susu hasil peternak Indonesia. Kelompok Tani Ternak (KTT) Desa Lerep Ungaran Barat Kabupaten Semarang dengan jumlah 340 ekor sapi perah berjenis Friesian Holstein, danproduksi berkisar 3.000 liter per hari juga dituntut meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan agar memiliki daya saing dalam pemasarannya. KTT Desa Lerep memasarkan sekitar 30% hasil produknya melalui perantaraan KUD Susu dengan harga Rp 4500-5500,- per liter untuk kemudian dijual kepada Industri Pengolah Susu (IPS). Jumlah ini relatif kecil karena mayoritas gagal memenuhi persyaratan mutu susu segar yang diminta IPS sesuai SNI 3141.1:2011, yaitu berat jenis minimum 1,0270 gr/ml; kadar lemak minimum 3%; kadar protein 2,8%; derajad asam 6,0-7,50SH; pH 6,3-6,8. Diperlukan analisis untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah darirendahnya kualitas susu hasil produksi KTT Desa Lerep. Hasil analisis menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) menunjukkan permasalahan utama yaitu tingginya kadar air pada rumput pakan ternak, kelembaban dan suhu udara peternakan yang tinggi, kurangnya pengetahuan anak kandang tentang gejala umum penyakit pada sapi, kurangnya pemberian jenis pakan pendukung. Troubleshooting berisi petunjuk pemecahan masalah jika permasalahan tersebut terjadi kembali dan rekomendasi tindakan perbaikanyang meliputi aspek man, methode, material, machine, mother nature, danmaintenance.
Copyrights © 2019