Berdasarkan bukti empiris yang menghubungkan antara rasio keuangan (ROE) terhadap pertumbuhan laba (pertumbuhan Earning After Tax) masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda, maka penelitian ini menguji bagaimana pengaruh ROE terhadap pertumbuhan laba terutama pada sektor industri farmasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010 sampai dengan 2014. Pemilihan perusahaan di BEI dikarenakan peneliti bekerja pada perusahaan farmasi. Tahuntahun sebelumnya kondisi perekonomian di Indonesia mengalami keterpurukan akibat krisis moneter, yang terjadi pada tahun 2008 sehingga pertumbuhan laba perusahaan justru banyak yang mengalami penurunan. Ditambah belum lama ini perusahaan farmasi mengalami sebuah kejadian fatal terhadap kesalahan pengemasan produk yang mengakibatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk farmasi mengalami penurunan sehingga mempengaruhi pertumbuhan laba perusahaan. Dalam jurnal yang berjudul “Analisa Pengaruh Return On Equity (ROE) Terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa return on equity berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Dari hasil output SPSS nilai Sig. 0,004 < 0,05 maka diputuskan untuk menerima H0 dan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel Pertumbuhan Laba terhadap variabel ROE (Retrun On Equity). Dari hasil uji regresi linear diperoleh hasil yaitu Y= -14,637 +1,206X, jadi b = 1,206. Artinya, setiap kenaikan satu persen ROE (Retrun On Equity) di 9 Perusahan Farmasi akan meningkatkan pertumbuhan laba sebesar 1,206 persen pertumbuhan laba pada tahun berikutnya. Kata Kunci: Return On Equiity (ROE), Pertumbuhan Laba, Perusahaan Farmasi
Copyrights © 2016