Filter By Year

1945 2024


Found 395 documents
Search ANALISIS PERENCANAAN LABA , by title

ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA INDUSTRI KERAJINAN KULIT PRAKTIS MAGETAN melinda nasyrokha; titi rapini; Hadi Sumarsono
ISOQUANT : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.568 KB) | DOI: 10.24269/iso.v2i1.123

Abstract

UD Praktis Magetan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laba yang diperoleh UD Praktis Magetan selama 3 tahun terakhir yaitu tahun 2017, 2018 dan 2019. Dalam melakukan penelitian penulis menerapkan analisis break even point. Metode analisis data yang digunakan adalah 1) perhitungan Break Even Point dalam unit dan Rupiah, 2) Perencanaan Laba. Dari hasil penelitian yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam perencanaan laba dengan menggunakan analisis break even point dapat digunakan untuk memprediksi laba yang akan terjadi. Untuk pihak manajemen perusahaan mempeetimbangkan untuk menggunakan analisis tersebut, karena analisis break even point ini mengupas keterkaitan antara biaya dan volume penjualan sehingga perusahaan dapat merencanakan laba dengan lebih baik lagi.
ANALISIS ANGGARAN PENJUALAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT WAHANA PERSADA KARTON PALEMBANG Dessi Kurniawati; Jamiyla Jamiyla; Trie Sartika Pratiwi
Jurnal Ilmiah Ekonomi Global Masa Kini Vol 8, No 1
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.446 KB) | DOI: 10.36982/jiegmk.v8i1.301

Abstract

This thesis is entitled "Analysis of Sales Budget as Planning Tool of Profit in PT Wahana Persada Karton Palembang". PT Wahana Persada Karton Palembang is a company engaged in the sale of boxes. To obtain the data, the author used data collection methods such as interviews, documentation and library research related to the problems that occured. Based on the results of the analysis conducted, the company implemented a top-down system (Authoritarian) in performing the procedure of preparing the salesman budget from the data of the previous year's salesman realization, so the company has not made a good budget preparation as a tool of profit planning. The author proposed recommendations to companies to consider using forecasting sales the quadratic method of preparation of the sales budget. By using this method the company can see how much sales targets to be achieved in the period to come and to know the factors causing  the difference between sales budget with its realization.Keywords: Forecasting  Sales, Sales Budgeting, Profit Planning
Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada Danbo Dramabox DC. Collection Di Desa Tribungan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Karnadi Karnadi; Atika Dwi Hermawati
Ecobuss Vol 7 No 1 (2019): Ecobuss Maret 2019
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.361 KB)

Abstract

This study aims to (1) To find out how many break-even points in 2015-2017 (2) To find out how many sales plans are in 2018 and 2019 (3) To find out how many minimum sales must be achieved so that the company does not lose (4) To find out how much profit planning in 2018 and 2019. The method used in this study is a quantitative method. The results of the study were the break-even point for 2015 in the first semester of Rp. 29,103,640 with a margin of safety of 28%, semester II of Rp. 32,577,057 with a margin of safety of 31%. In 2016 the third semester amounted to Rp. 35,151,516 with a margin of safety of 35%, semester IV of Rp. 36,776,275 with a margin of safety of 39%. The year 2017 semester V of Rp. 43,376,025 with a margin of safety of 35%, semester VI of Rp. 42.79.674 with a margin of safety of 49%. The year 2018 targets profit in the VII semester, which is Rp. 16,634,975, semester VIII which is Rp. 18,902,975 and in 2019 in the IX semester that is Rp. 23,892,575, semester X which is Rp. 26,378,975. Keywords: Break Even Point, Profit Planning Tool, Danbo Dramabox
PERANAN ANALISIS BREAK EVEN POINT TAHUN 2011 SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA TAHUN 2012 PADA UNIT BISNIS BUFFET DI RESTORAN MET LIEFDE BOGOR Indar Khaerunnisa; Asep Suryadi
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.294

Abstract

Restoran Met Liefde berdiri pada tanggal 28 Juli 2005. “Met Liefde” mempunyai arti tersendiri yaitu segala sesuatunya dikerjakan “Dengan Kasih” sehingga acara kumpul bersama seperti arisan, ulang tahun, meeting, maupun pernikahan dapat terasa nyaman. Asal mula didirikannya restoran Met Liefde adalah adanya keinginan dari para pemilik rumah untuk mempertahankan keberadaan sebuah rumah yang terletak di Jalan Pangrango No. 16 (d/h No. 12) Bogor milik keluarga Willem Alexander Mohede. Salah satu unit bisnis utama yang dikembangkan di restoran ini adalah unit bisnis buffet. Unit bisnis ini menjual produk berupa paket makanan prasmanan yang didesain dan disiapkan untuk acara-acara formal seperti meeting, ulang tahun, maupun pertemuan resmi lainnya. Break Event Point (titik impas) pada unit bisnis buffet di Restoran Met Liefde pada tahun 2011 tercapai pada saat penjualan sebesar Rp 1.146.711.539,- dengan volume penjualan sebanyak 17.035 pax untuk seluruh paket makanan. Rasio margin kontribusi yang dicapai adalah sebesar 0,577 artinya perbandingan antara nilai penjualan dengan biaya variabel adalah sebesar 0,577. Sisa dari nilai penjualan total yaitu sekitar 0,423 digunakan untuk menutupi biaya tetap dan laba yang diperoleh. Untuk setiap paket makanan dengan harga jual yang berbeda, jumlah unit yang dicapai pun berbeda. Dari total 17.035 pax paket makanan, untuk paket liefde BEP akan tercapai pada titik penjualan 898 pax, paket meneer 2.076 pax, paket toean 2.583 pax, paket mevrouw 5.499 pax, dan paket nyonya 5.978 pax. Dengan demikian paket makanan yang terbaik untuk dijual adalah paket liefde dengan BEP mix sebanyak 898 pax. Kata kunci: Break Even Point, laba, perencanaan
Analisis Titik Impas Terhadap Perencanaan Laba Pada PT Sermani Steel Kota Makassar Mulhayati Renreng
Jurnal Ekonomika Vol 3 No 1 (2013): JURNAL EKONOMIKA - FEBRUARI
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX - Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.987 KB) | DOI: 10.37541/ekonomika.v3i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik impas yang dijadikan dasar perencanaan laba pada PT. Sermani Steel Kota makassar Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ni adalah analisis titik impas pendekatan grafik dan analisis perencanaan laba. Perhitungan titik impas Pt Sermani Steel makassar belum tepat dimana hanya menggolongkan biaya biaya yang ada ke dalam unsur biaya semivariabel dan prencanaan laba yang dlakukan pada PT. Sermani Steel Makassar sesuai target yang diinginkan dalam sistem perencanaan perusahaan
ANALISIS PENGARUH ASET PAJAK TANGGUHAN, PERENCANAAN PAJAK DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2014-2016 Rudy Hendrata; Lasmanita Rajagukguk; Yunus Pakpahan
Jurnal Akuntansi VOL. 19 NO. 1 JANUARI-JUNI 2019
Publisher : Jurnal Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh aset pajak tangguhan, perencanaan pajak, dan leverage terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016. Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan yang telah diaudit dan diterbitkan. Jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 147 data dan ditemukan 22 data yang menyimpang, sehigga jumlah data yang diobservasi adalah sebanyak 125 data. Analisis data menggunakan analisis statistika deskriptif dan regresi linear berganda dengan tingkat signikansi 5% atau 0,05 dan menggunakan program SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pajak memiliki pengaruh positif terhadap manajemen laba, sedangkan aset pajak tangguhan dan leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Kata Kunci: aset pajak tangguhan, perencanaan pajak, leverage, manajemen laba
PERENCANAAN PENETAPAN LABA MELALUI PENDEKATAN ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) PERUSAHAAN WINGKO UD. TUJUH TUJUH ELOK BABAT LAMONGAN Mohamad Rizal Nur Irawan
JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI) Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jpensi.v2i2.102

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif pada perusahaan wingko UD.TUJUH TUJUH ELOK Babat dengan judul. Menganalisis perencanaan laba menggunakan metode break even point pada perusahaan wingkountuk mengetahui besar minimum serta besar target yang harus dicapai oleh perusahaan. Tahap tahap analisis yang harus dilalui oleh penulis adalah: (1) pemisahaan biaya (2) penghitungan analisis BEP (3) perhitungan perencanaan laba (4) perhitungan Margin Of Safety. Hasil penelitian dari perusahaan Wingko UD. TUJUH TUJUH ELOK Babat menunjukkan (1) dengan menggunakan analisis Break Even Point  dapat membantu menetapkan perencanaan laba tahun 2014 pada perusahaan (2) perusahaan wingko UD. Tujuh Tujuh Elok dapat mencapai tingkat minimum penjualan dengan mencapai titik Break Even Point (3) besar margin of safety dapat dicapai oleh perusahaan dan tidak mengalami kerugian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Break Even Point dapat membantu untuk menetapkan besar produksi dan jumlah volume penjualan agar tidak mengalami rugi.Keywords : Break Even Point, Perencanaan Lab
PERENCANAAN LABA DAN PENJUALAN DENGAN ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT Fabiola Damaiyanti Haryati
Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 10 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.373 KB) | DOI: 10.38043/jmb.v10i2.249

Abstract

The purpose of this study was to: (1) to determine the position of the state sales breakevenpoint (BEP), (2) to determine the volume of sales with a profit target, (3) to determinethe volume of sales with a profit target of interest and the cost of change fixed, (4) todetermine the safety limit sales declines tolerated the presence of the target label set (Marginof Safety), (5) To determine the strategic steps that must be performed in the presence ofprofit planning. Analytical techniques used in the study is cost-volume-profit (CVP) analysisis an analysis of the relationship between cost, volume, and profits produced by the companyas well as sensitivity analysis in achieving sales and profit targets.The conclusion is (1) Sales in breakeven position (break even) at Dalem PuriDenpasar Hotel is at Rp.3.537.538.969, (2) the volume of sales that must be done to achievethe profit target, which is assumed if the desired profit rose 20% in the amount ofRp.968.122.558 then the company should conduct sales of Rp.4.998.997.222 whereas if theassumed profit rose 30% in the amount of Rp.1.048.799.438 then the company shouldconduct sales of Rp.5.120.785.409, (3) the volume of sales that must be done to achieve atarget profit if fixed costs are assumed to increase with earnings up 10% up 20% then salesshould be done by the company amounted to Rp.5.352.751.119. Whereas if the earnings rise30%, then the sale of the company is to be done by Rp.5.474.539.306. As for the assumptionof fixed costs rose 20% with profit up 20%, then sales should be done by the companyamounted to Rp.5.706.505.016. Whereas if the earnings rise 30%, then the sale of thecompany is to be done by Rp.5.828.293.203, (4) safety limit sales declines tolerated thepresence of the target label set (Margin of Safety) when assuming earnings rose 20%, theMOS companies amounted Rp.1.461.458.253 whereas if assuming profit rose 30%, thecompany is at Rp.1.538.246.440 MOS.Keywords: CVP Analysis, profit targets, sensitivity.
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI INSTRUMEN DALAM PERENCANAAN LABA PADA PDAM TIRTA KAHURIPAN KABUPATEN BOGOR Rusman, Hedar
JEBI | Jurnal Ekonomi Bisnis Indonesia Vol 11 No 02 (2016): JEBI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.81 KB) | DOI: 10.36310/jebi.v11i02.22

Abstract

Biaya yang terjadi pada perusahaan dapat dipisahkan berdasarkan biaya tetap dan biaya variabel. Pemisahan biaya semivariabel menurut biaya tetap dan biaya variabel dilakukan dengan menggunakan metode least square. PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor belum mengelompokkan biaya-biaya kedalam biaya variabel dan biaya tetap. Perusahaan hanya mengelompokkan dalam biaya langsung usaha, biaya tidak langsung, dan biaya di luar usaha untuk keperluan penyusunan laporan laba/rugi perusahaan. Untuk keperluan penerapan analisis BEP maka biaya-biaya tersebut dibagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Total biaya tetap untuk 2011adalah sebesar Rp.68.439.613.600,- dan total biaya variabel Rp.38.478.853.246,-. Selama lima tahun terakhir, penjualan perusahaan meningkat setiap tahunnya. Dengan menggunakan metode least square penulis meramalkan penjualan perusahaan 2016 sebesar Rp. 128.993.087.500,-. Hasil perhitungan yang diperoleh menunjukkan bahwa PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor telah mencapai tingkat break event point (titik impas) bahkan tingkat penjualan perusahaan untuk 2015 sebesar Rp.114.233.723.238,- telah melampaui tingkat break event point (BEP) yaitu Rp.103.202.264.310,-. Berdasarkan analisis titik impas diperoleh bahwa besarnya laba PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogordari hasil penjualan air untuk 2015 adalah sebesar Rp. 731.118.287,232,-. Dengan menggunakan metode least square untuk peramalan penjualan, diperoleh peramalan penjualan perusahaan pada 2016 adalah sebesar Rp. 128.993.087.500,-, persentase peningkatan hasil penjualan untuk 2016 adalah 12,92%. Karena proporsional dengan kenaikan biaya variabel, maka besarnya biaya variabel adalah Rp. 43.450.321.085. Berdasarkan perhitungan BEP, Contribution Margin Ratio, dan Margin of Safety diperoleh perkiraan laba PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bobor dari penjualan air pada 2016adalah Rp. 17.103.193.472,-
PERENCANAAN LABA MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS COST VOLUME PROFIT Iswara, Ulfah Setia; Setyabud, Teguh Gunawan; Wahidahwati, Wahidahwati
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.294 KB)

Abstract

Untuk menaksir tingkat capaian laba yang ingin diharapkan perusahaan, dibutuhkan sebuahperencanaan laba yang baik. Upaya membuat perencanaan laba yang bermanfaat pada masa mendatang,diperlukan alat bantu yakni analisis biaya volume laba (Cost-Volume-Profit). Analisis CVP berfokus padaberbagai faktor yang mempengaruhi perubahan dalam komponen laba. Penelitian dilakukan pada usaha MacroCoffee Roastery yang berlokasi di Kabupaten Jember. Data yang digunakan berasal dari data-data keuanganperusahaan. Hasil analisis yang dilakukan pada Macro Coffee Roastery diperoleh margin kontribusi sebesarRp 107.462.500 dengan rasio margin kontribusi 52%. Titik impas sebesar Rp 27.692.300. Tingkat penjualansebesar Rp 205.073.400 berada di atas titik impas, sehingga penjualan yang dilakukan dikatakan mampu untukmenghasilkan laba yang maksimal. Batas pengaman (margin of safety) cukup tinggi sebesar 86,4%. Tingkatdegree of operating leverage perusahaan sebesar 1,15. Besarnya laba yang diharapkan untuk periode tahun2019 sebesar Rp 113.536.250, oleh karena itu perusahaan harus mampu mencapai target penjualan sebesar Rp246.031.250 untuk memperoleh laba yang telah direncanakan di tahun 2019.

Page 10 of 40 | Total Record : 395