Filter By Year

1945 2024


Found 24,517 documents
Search Information

STUDY ON APPLICATION OF GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM (GIS) FOR ESTABLISHMENT OF BIOMASS CLASSIFICATION TO SUPPORT IMPLEMENTATION OF CLEAN DEVELOPMENT MECHANISM Mardiatmoko, Gun; Silaya, Th.M.; W. Hatulesila, Jan
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 34, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya and Indonesian Agronomic Assossiation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A research to study biomass classification by using GIS has been conducted at forest area in Ambon, Province of Maluku. The aims of this research were to find out composition of forest vegetation with its distribution, to determine biomass potency distribution of vegetation and to make classification of biomass potency, air temperature and light intensity distribution. This research used survey method. The vegetation biomass was measured by using allometric and weighted scoring method. By using GIS, definite score can be formatted. The result showed that composition of forest vegetation could be determined, and its biomass potency could be measured and presented on digital map. The digital map of biomass potency, air temperatures and light intensity distribution can be arranged successfully with 3 classifications: low 0.15 ha (17%), moderate 0.31 ha (37%) and high 0.39 ha (46%).   Keywords: biomass classification, LULUCF, CDM, GIS, allometric equation
THE USE OF SATELLITE REMOTE SENSING DATA AND GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS ON CRITICAL LAND ANALYSIS Suharyanto, Agus; Suhartanto, Ery; Pudyono, Pudyono
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 35, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya and Indonesian Agronomic Assossiation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical land classification can be analyzed using combination between Top Soil Thickness - Land erosion method, and BRLT methods. Both methods are needed soil erosion data as one of input data. The soil erosion data can be analyzed using USLE and MUSLE methods. The combination of two critical land analyses methods with input soil erosion data from two analyses methods will be produced four combinations of critical land classification. In this research, four of the critical land classification and two soil erosion classification will be analyzed using GIS. The best method to classify critical land will be investigated in this research. The best classified critical land is the classified critical land data is nearest with the field condition.Percentage of vegetation cover (PVC) is one of the most important input data in the critical land classification analysis using BRLKT method. This data have 50% weight. PVC condition is classified into five categories i.e. very good, good, fair, poor, and very poor. Each category have score 5, 4, 3, 2, 1 respectively. To analyze this PVC classification, NDVI generated from satellite remote sensing data is used in this research. From the four methods of land critical classification analyses used in this research, critical land classified using BRLKT method with input soil erosion analyzed using method is produced the critical land classification nearest with the critical land condition in the field.Keywords: Critical land, Land erosion, GIS, Satellite Remote Sensing Data, NDVI
FREEDOM OF INFORMATION IN INDONESIA AND AUSTRALIA Partridge, Jodie
Brawijaya Law Journal Vol 2, No 1 (S) (2015): Contemporary Issues in South-East Asia Countries
Publisher : Faculty of Law, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.374 KB) | DOI: 10.21776/ub.blj.2015.002.01.03

Abstract

Freedom of Information laws promote access to data held by government authorities in the public sector to mainstream society. Such laws have been enacted on a global scale however the obedience they have attracted is not consistent amongst each geographical location. Freedom of Information Laws have been enacted in Indonesia, it was a scheme introduced in 2008 which included many different components that were to improve each individual’s right to communicate and obtain information for the purpose of developing themselves and their current political and social environment. The adequacy of the Freedom of Information is a questionable notion in the grand scheme of Indonesia’s legal environment as its effectiveness and motives are rather questionable. It has been acknowledged that this initiative is still developing on a national scale, which raises the main question, is 6 years long enough for a scheme to still be dubbed as ‘developing’? This text will analyse the advantageous and pitfalls of the legislative instrument ending with a comparative analysis with the current situation that Australia experiences.
TINJAUAN YURIDIS PENGATURAN RIGHTS MANAGEMENT INFORMATION DALAM KETENTUAN HAK MORAL PADA UNDANG-UNDANG NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA DI INDONESIA M. Zairul Alam
Arena Hukum Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Arena Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.975 KB) | DOI: 10.21776/ub.arenahukum.2013.00602.2

Abstract

AbstractThedigital technological advancement and internet technology urges the new forms of  works protection against new model of piracy and copyright infringement. Technological Protection Measures (TPM) and Rights Management Information (RMI) seeks to answer the needs of new forms of technological protection as those provisions are regulated under WIPO Copyright Treaty 1996. This paper suggest that the RMI concept which is regulated under Moral Rights section in Indonesian Copyright Act reveals new obstacles in order to comply with adequate and effective legal remedies requirementsin WCT provision. As a conclusion, the arrangement of RMI under Moral Rights in Indonesian Copyright Act does not fit properly with the main objectives of RMI as one element of double protection of digital works along with TPM. Key words: rights management information, moral rights, technological protectionAbstrakKemajuan teknologi digital dan teknologi internet memunculkan urgensi bentuk perlindungan baru atas model pembajakann karya cipta dan pelanggaran hak cipta. TPM (Technological Protection Measures) dan RMI (Rights Management Information) mencoba memberikan jawaban atas kebutuhan perlindungan ciptaan dengan penggunaan teknologi sebagaimana diatur dalam WIPO Copyright Treaty 1996. Tulisan ini selanjutnya akan menjelaskan bahwa pengaturan RMI di bawah Ketentuan Hak Moral dalam Undang-Undang Hak Cipta memunculkan kendala dan tantangan baru dalam kaitannya dengan pemenuhan persyaratan akan pengaturan RMI yang memadai dan efektif. Tulisan ini berkesimpulan bahwa pengaturan RMI dalam Ketentuan Hak Moral dalam UUHC di Indonesia tidak secara tepat sesuai dengan apa yang dimaksudkan dalam WCT, bahwa baik RMI dan TPM berfungsi sebagai proteksi ganda perlindungan karya digital.Kata kunci: right management information, hak moral, perlindungan teknologi
ENGLISH SYLLABUS REDESIGNING FOR INFORMATION SYSTEM CLASS: CREATING LITERACY-BASED LEARNING ACTIVITIES OF STMIK AMIKOM PURWOKERTO Puspitasari, Indah
Telematika Vol 6, No 1: Februari (2013)
Publisher : STMIK Amiko Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.262 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan masalah serta kebutuhan mahasiswa Sistem Informasi STMIK Amikom Purwokerto dalam mempelajari Bahasa Inggris. Penelitian ini juga memiliki tujuan untuk membuat ulang silabus Bahasa Inggris untuk mereka serta mengetahui keakuratan silabus berdasarkan saran dari para ahli. Penelitian ini mengacu pada penelitian kualitatif atau khususnya penelitian studi kasus. Ada enam langkah penelitian. Langkah pertama adalah dengan metode studi pustakayaitu mengumpulkan, mengobservasi, menganalisa kurikulum Bahasa Inggris di STMIK Amikom Purwokerto. Hasilnya penulis menemukan kurikulum Bahasa Inggris di STMIK Amikom Purwokerto adalah kurikulum yang bertujuan pada pemahaman pengetahuan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan hidup mahasiswa sehari-hari.Langkah yang kedua adalah dengan metode yang sama studi pustaka yaitu mengumpulkan, mengobservasi, menganalisa silabus Bahasa Inggris di STMIK Amikom Purwokerto. Ada dua bagian yang dianalisis yaitu analisis format dan analisis isi. Langkah yang ketiga adalah melakukan analisis kebutuhan mahasiswa dalam belajar Bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yaitu untuk mengumpulkan informasi tentang kesulitan serta kebutuhan mahasiswa dalam mempelajari Bahasa Inggris. Langkah yang keempat adalah membuat ulang silabus. Ada beberapa hal yang harus diperbaiki yaitu; (a) merumuskan ulang kompetensi dasar yang ingin dicapai, (b) merumuskan ulang standar kompetensi yang ingin dicapai, (c) menyusun topik dan material berdasarkan tingkat kesulitan, (d) merumuskan aktifitas belajar, (e) menciptakan indikator, alat evaluasi dan alokasi waktu. Langkah yang kelima adalah mengadakan validasi isi berdasarkan penilaian para ahli
PEMETAAN PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) DI KOTA KOTAMOBAGU Syahrullah, Riska Revani; Ottay, Ronald Immanuel; Kaunang, Wulan
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan secara sporadis selalu menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) setiap tahun. Geographic Information System (GIS) adalah sebuah rangkaian sistem yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung penyelidikan epidemiologi penyakit DBD dan juga sebagai alat bantu untuk memantau kondisi daerah terhadap penyakit DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemetaan penyebaran penyakit DBD dengan GIS di Kota Kotamobagu. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif analitik dengan metode purposive sampling.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yang diambil dari data sekunder Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Penyebaran penderita penyakit DBD di Kota Kotamobagu tertinggi terdapat di kecamatan Kotamobagu Barat dengan jumlah 54 penderita dan terendah terdapat di kecamatan Kotamobagu Selatan dengan 12 penderita Kata Kunci: Pemetaan, DBD, GIS, Kota Kotamobagu
PEMETAAN PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM DI MINAHASA SELATAN Syahria, Dian F; Kaunang, Wulan J.P.; Ottay, Ronald I.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Penularan infeksi virus dengue terjadi melalui vektor nyamuk genus Aedes (terutama A. Aegypti dan A. Albopictus). Indonesia ialah negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuat pemetaan kasus DBD dengan menggunakan GIS. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif analitik dengan jumlah 106 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kasus DBD tertinggi terdapat pada Kecamatan Tenga yaitu 39%, tidak ada hubungan antara kepadatan penduduk dengan  kasus DBD,  lebih banyak pada usia 6-10 tahun 34,9% dan lebih banyak laki-laki yaitu 53,8%. Saran yang diberikan perlu dilakukan upaya pencegahan penyebaran DBD  Kata Kunci: DBD, GIS.
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DAN PEMANFAATAN IT GOVERNANCE TERHADAP KEANDALAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MINAHASA TENGGARA MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT (Control Objectives For Information And Related Technology) Ole, Halens Ryanlie; Nangoi, Grace; Wokas, Heince R. N.
GOING CONCERN : JURNAL RISET AKUNTANSI Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32400/gc.10.1.7362.2015

Abstract

The purpose of this study was to assess the internal control system in a number of “SKPD” in Southeast Minahasa Regency and check also the utilization of IT Governance at the “SKPD”. This study uses the COBIT framework to analyze the system of internal control and utilization of IT Governance in sectors in Southeast Minahasa Regency. The method used in this research using descriptive method by distributing questionnaires purposive sampling to target treasurer, operator, or financial administration officials are determined randomly. Obtained data is then processed and dideskriptifkan by researchers thus a detailed explanation of the study. The results showed that the Financial Statements To improve the reliability of the Local Government needed improvements in terms of control and monitoring activities. Meanwhile, IT Governance are not yet standardized, but have had the procedure. The most mature component is information architecture while most adults are communication objectives and management direction.
THE EFFECT OF CHARACTERISTICS OF ACCOUNTING INFORMATION MANAGEMENT SYSTEM OF EMPIRICAL STUDY ON MANAGERIAL PERFORMANCE PT BANK RURAL LAND IN THE KABUPATEN TANAH DATAR Ayu, Gusti -
Pendidikan Ekonomi Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Ekonomi
Publisher : Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine the effect of the characteristics of management accounting information systems on managerial performance in PT Bank Rural Tanah Datar. The population in this study is the manager at Rural Bank PT Tanah Datar with a sample of 36 respondents. The sampling technique used is the total sampling. Based on the results of hypothesis testing that is done then partially can be seen that the management accounting system which involves a series of broadscope, timeliness, aggregation and integration has a positive and significant influence on managerial performance of PT BPR in Tanah Datar, where significant levels <0.05 alpha . Then simultaneously broadscope, timeliness, aggregation and integration in the management accounting system has a positive and significant effect on managerial performance in PT Bank Rural Tanah Datar with significant value of 0.000 <0.05. From the research, it was found that broadscope, timeliness, aggregation and integration in the management accounting system had 81.2% influence on managerial performance in PT BPR in Tanah Datar, while 18.8% is determined by factors other than broadscope, timeliness, aggregation and integration in the management accounting system in this study. This result is known from the value of Adjusted R Square of 0.812 (81.2%). It is expected that the results of this study can serve as a reference for further research. And for researchers who want to examine the managerial performance of BPR manager suggested linking with other variables apart from broadscope, timeliness, agggregation and integration.
TEACHING SPEAKING OF DISCUSSION TEXT BY COMBINING COMMUNITY CIRCLE AND SLANT (SIT UP, LEAN FORWARD, ACTIVE YOUR THINKING, NAME KEY INFORMATION, TRACK THE TALKER) STRATEGIES AT THIRD GRADE OF SENIOR HIGH SCHOOL Anggraini, Desni -
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara adalah salah satu kemampuan yang sangat penting dalam belajar bahasa inggris. Melalui kemampuan berbicara, siswa dapat berinteraksi dengan lebih sopan dan berbagi informasi tentang sesuatu hal yang mereka ketahui. Selanjutnya, dengan kemampuan berbicara, siswa dapat menyatakan ide, pendapat, komentar dan saran secara lisan. Maka, dalam penulisan makalah ini penulis mempunyai tujuan untuk membantu mengatasi salah satu dari sekian banyak permasalahan yang ada dalam pengajaran berbicara (speaking) di sekolah menengah atas (SMA). Selain itu makalah ini juga dimaksudkan sebagai masukan bagi guru-guru bahasa inggris dalam melaksanakan pengajaran speaking agar siswa termotivasi dan bisa belajar lebih aktif sehingga siswa mampu lancar berbicara di kelas. Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan speaking dengan menggunakan dua strategy yaitu Community Circle and SLANT. Community Circle adalah sebuah strategi yang menyuruh siswa membentuk lingkaran dimana didalam lingkaran tersebut siswa harus menyampaikan pendapat mereka tentang topik yang sedang didiskusikan. Sedangkan, SLANT merupakan sebuah strategi untuk kelas speaking yang siswanya harus aktif untuk menyampaikan ide dan pendapat mereka. Perpaduan dua strategi ini sangat membantu pembelajaran siswa dalam mengembangkan ide dan membuat siswa lebih aktif dan lancar saat berbicara di kelas. Penulis juga mengharapkan agar penggabungan strategi-strategi ini bisa menjadi panduan bagi guru dalam mengajar berbicara (speaking).

Page 102 of 2452 | Total Record : 24517