Filter By Year

1945 2024


Found 233 documents
Search TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN

Kemampuan Pustakawan dalam Menghadapi Kemajuan Teknologi Informasi di Era Globalisasi di Perpustakaan SMA Negeri 1 Maginti Salmina Salmina; Muh Zein Abdullah; Marsia Sumule
Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 1, No 3 (2021): Edisi Agustus
Publisher : Halu Oleo University Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.784 KB) | DOI: 10.52423/jlpi.v1i3.21934

Abstract

Dengan kemajuan teknologi informasi di era globalisasi saat ini perpustakaan SMA Negeri 1 Maginti harus menyediakan sarana dan prasarana yang memadai seperti komputer, penggunaan Opac, automasi perpustkaan, serta jaringan wifi untuk meningkatkan kualitas layanan dari perpustakaan itu sendiri. Untuk mengembangkan perpustakaan dalam rangka meningkatkan kualitas belajar siswa, perpustakaan sebagai wahana dalam mencari informasi serta rekreasi yang tidak hanya mencerdaskan namun juga memberdayakan siswa sehingga memberikan manfaat dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan taraf belajar siswa. Untuk meningkatkan kualitas layanan, perpustakaan dapat melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti  membangun dukungan dan komitmen untuk pengembangan perpustakaan berbasis Teknologi Informasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pustakawan dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi di era globalisasi di perpustakaan SMA Negeri 1 Maginti. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Kesimpulan penelitian ini yaitu kemampuan pustakawan dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi di era globalisasi di perpustakaan SMA Negeri 1 Maginti saat ini belum adanya automasi perpustakaan, namun masih dalam proses mempelajari aplikasi automasi untuk mempermudah staf perpustakaan dalam menjalankan tugasnya. Hal ini ditunjukaan pada empat aspek indikator yang digunakan oleh penulis yaitu indikator pertama kemampuan dalam menggunakan komputer khususnya automasi perpustakaan, memiliki etika, kemampuan memanajeman informasi, serta kemampuan mengemas kembali informasi.
Peluang dan Tantangan dalam Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Perpustakaan Muhammad Irsyad Alfatih
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.753 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i4.522

Abstract

Abstrak Kalimat “mengembangkan sistem layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi” dan yang senada dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 diulang di beberapa pasal yang berbeda pada semua jenis perpustakaan dan tentang kerjasama perpustakaan. Seperti apa perpustakaan di masa depan sudah mulai dibahas sejak masa ini. Banyak prediksi yang beredar namun sebagian besar mengerucut kepada perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi, yang harus dipikirkan kemudian adalah bagaimana memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi di perpustakaan dengan konten yang tepat. Pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi tidak bisa terlepas dari konsep perpustakaan konvensional yang telah ada jauh sebelum zaman ini. Perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi hadir di masa sekarang ini untuk memberi cara pandang baru terhadap perpustakaan baik bagi pemustaka sebagai pihak yang akan memanfaatkan maupun bagi pustakawan sebagai pihak yang akan mengelola. Cara pandang baru ini hadir karena perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dibanding perpustakaan konvensional karena mengenalkan cara pemanfaatan yang berbeda dari yang sebelumnya.
Transformasi Perpustakaan Dengan Ketersediaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Irman Siswandi
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.788 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.911

Abstract

Perpustakaan sebagai lembaga yang berhubungan secara langsung dengan ketersediaan informasi perlu memperhatikan perkembangan TIK. Selain memberikan manfaat yang besar dengan ketersediaan TIK di perpustakaan, ketersediaan TIK pun menciptakan semacam rasa ketakutan yaitu TIK akan merebut pekerjaan pustakawan. Pustakawan lupa bahwa seluruh fasilitas TIK hanyalah alat untuk memperlancar pekerjaan di perpustakaan, bukan sebagai tujuan utama. Artikel ini mengangkat aspek-aspek manfaat dan transformasi yang terjadi di perpustakaan dengan tersedianya TIK serta mengetahui lebih jauh akses internet di lingkungan perpustakaan di Indonesia. Pergeseran paradigma karena teknologi tidak saja terjadi pada kegiatan perpustakaan saja tetapi juga terjadi pada paradigma perubahan peran pustakawan yang sedang berlangsung di era digital saat ini. Pustakawan di era digital dituntut untuk mengubah peran konvensional yang diembannya selama ini. Peran-peran baru di era digital membutuhkan kemampuan menggunakan fasilitas TIK dengan baik. Tantangan pustakawan era digital tidaklah ringan selain kemampuan hard skill dibutuhkan kemampuan soft skill dalam memberikan layanan di perpustakaan. Tetapi yang harus menjadi perhatian adalah komitmen pustakawan untuk terus berkembang maju dalam rangka mengakomodir perubahan itu sendiri. Bahwa adanya ketersediaan TIK di perpustakaan memberikan kesempatan pengembangan perpustakaan lebih luas lagi. Perpustakaan dapat melakukan inovasi di berbagai bidang kegiatannya. Dan hal itu semua tergantung dari bagaimana pustakawan sebagai pengelola perpustakaan menyikapi semuanya sebagai satu tantangan bagi pengembangan perpustakaan dan profesi perpustakaan pada umumnya. 
Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mendukung Perpustakaan Umum Bertransformasi Anang Fitrianto Sapto Nugroho
Media Pustakawan Vol 25, No 4 (2018): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.57 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i4.194

Abstract

Abstrak Sebagai institusi pengelola sekaligus pelayanan informasi publik, perpustakaan umum menghadapi berbagai tantangan di era teknologi. Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat terbukti nyata mampu meningkatkan kinerja perpustakaan. Isu transformasi perpustakaan umum juga menuntut perpustakaan untuk memberikan layanan yang dibutuhkan masyarakat. Transformasi yang telah bergulir di seluruh dunia menuntut kesiapan perpustakaan dan pustakawan dalam setiap aktifitasnya. Pustakawan harus bersiap menjadi fasilitator, mentor sekaligus guru. Di sisi lain, penggunaan teknologi informasi di perpustakaan harus mampu mendukung ekosistem transformasi. Teknologi sosial bisa menjadi pilihan tepat dan berdaya guna untuk meningkatkan komunikasi perpustakaan dengan penggunanya. Teknologi sosial diharapkan mempu menjalin ikatan emosional perpustakaan dengan masyarakat. Abstract As a managing institution as well as public information services, public libraries face various challenges in the technological era. The rapid development of technology has proven to be able to improve library performance. The issue of public library transformation also requires libraries to provide services needed by the community. The transformation that has rolled out throughout the world demands the readiness of libraries and librarians in every activity. Librarians must be prepared to become facilitators, mentors and teachers. On the other hand, the use of information technology in libraries must be able to support the ecosystem transformation. Social technology can be a right and effective choice to improve library communication with its users. Social technology is expected to be able to establish the emotional bond of the library with the community.
Perencanaan Strategis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Perpustakaan Universitas Sawerigading Makassar Andi Khaerun Nisa; Ayu Trysnawati
Literatify: Trends in Library Developments Vol 3 No 1 (2022): MARCH
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v3i1.28025

Abstract

The Library of Sawerigading University Makassar has attempted to implement ICT to improve the services and functions, but the implementation is not optimal. In addition to the lack of human resources, libraries have to pioneer their own ICT system, so the implementation of ICT in the library is very slowly. This research uses qualitative approach. Primary data was collected through interview to the librarians, the secondary data was taken from several document sources required. Data analysis is carried out by describing and evaluating data originating from internal and external environmental factors of the library. Based on SWOT analysis results, ICT strategic planning in The Library of Sawerigading University Makassar can be divided into short and long-term strategic planning. Short-term strategic planning, i.e.: recruitment of library staff with computer science education background, improve the competence of library staff, and increase the number of ICT facilities. The long-term strategic planning, i.e.: the procurement of software and vendors, subscribe to online databases, collaboration with several libraries integrated ICT systems. Keywords: Strategic Planning; ICT; SWOT Analysis; Academic Library
Rancang Bangun Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Mobile Pada Sekolah Tinggi Teknologi Dumai Sigit Setiyanto; Wing Wahyu Winarno; Armadyah Amborowati
JURNAL UNITEK Vol. 11 No. 1 (2018): Edisi Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v11i1.25

Abstract

Perpustakaan merupakan tempat yang banyak digunakan mahasiswa untukmencari informasi didalam memecahkan suatu masalah yang ditemui pada prosespembelajaran. Pemanfaatan teknologi aplikasi berbasis android sangat membantuperpustakaan dalam memberikan pelayanan sirkulasi perpustakaan yang cepat,akurat, real time dan up to date. Metode yang digunakan untuk rancang bangunprototype perancangan sistem informasi sirkulasi perpustakaan berbasis mobilemenggunakan metode waterfall dan menggunakan pendekatan Structured SystemsAnalysis and Design Method (SSADM).Algoritma yang digunakan pada proses pencarian pustaka melalui teksmenggunakan algoritma boyer moore sehingga proses pencarian data akan menjadilebih cepat. Pengujian dilakukan dalam rangka melakukan verifikasi dan validasiperangkat lunak. Proses verifikasi dilakukan dengan melakukan pengujian white boxsedangkan proses validasi dilakukan dengan melakukan pengujian black box.Pengujian usabilitydigunakan untuk menentukan tingkat kegunaan dari sebuahaplikasi dan merupakan kunci keberhasilan sebuah produk dengan syaratpenerimaan pengguna. Pengujian usability pada penelitian ini mencakup 4 aspekutama learnability, flexibility, effectiveness, dan attitude.Penelitian yang dilakukan mampu menghasilkan perancangan sisteminformasi perpustakaan berbasis mobileandroid menggunakan metode waterfalldengan pendekatan Structured System Analysis and Design Method (SSADM). Fituryang ada pada sistem sangat memudahkan user dalam mendapatkan berbagaiinformasi mengenai pelayanan perpustakaan.
MEMBANGUN TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN DIGITAL BERBASIS WEB ispandi ispandi
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 16 No. 2 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.962 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v16i2.18476

Abstract

Pemanfaatan fasilitas internet yang baik dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas, seperti kegiatan membaca buku yang berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Akan tetapi terkadang  terhambat  pada  biaya untuk membeli buku yang diinginkan, oleh karena  itu  sistem  perpustakaan  merupakan  hal yang tepat untuk masyarakat dalam menambah wawasan melalui buku tanpa perlu mengeluarkan biaya. Hasil permasalahan yang penulis dapatkan pada perpustakaan konvensional adalah diharuskannya  meluangkan  waktu  untuk  pergi  ke  perpustakaan dan mengeluarkan biaya untuk pergi ke perpustakaan bahkan hanya untuk  menjadi anggota perpustakaan, oleh  karena  itu  penulis  tertarik untuk  menyelesaikan permasalahan tersebut dengan membuat sistem informasi digital library  berbasis website yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja tanpa mengeluarkan biaya. Pembuatan website ini menggunakan framework PHP Codeigniter yang dapat membantu user maupun pengelola dalam membaca, meminjam dan mengembalikan buku. Metode  yang  digunakan  pada  pengembangan  perangkat  lunak  ini menggunakan model  waterfall    yang  terdiri  dari  lima tahap yaitu Requirement Analysis, System Design, Implementation, Integration & Testing, Dari data yang di kumpulkan mengenai e-library siswa siswi yang mecoba aplikasi e-library menerangkan bahwa 84% siswa siswi menyukai program e-library Karena membatu mereka dalam membaca tanpa harus ke pepustakaan. Dengan adanya layanan e-library diharapkan banyak orang yang gemar membaca.
Pendayagunaan Layanan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi Abdul Rahman Saleh
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2005): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.689 KB) | DOI: 10.29244/jpi.4.2.%p

Abstract

Terjadinya perubahan paradigma layanan berpustakaan dibahas pada tulisan ini. Beberapa alasan mengapa perpustakaan menerapkan teknologi informasi dikemukakan. Penerapan tersebut dilakukan terhadap layanan perpustakaan baik layanan teknis seperti seleksi bahan pustaka melalui katalog penerbit versi elektronik, pengadaan bahan pustaka melalui elektronik, pengolahan bahan pustaka berbantuan komputer, penerbitan katalog dan bibliografi elektronik, maupun pelayanan pengguna seperti ”online catalogue”, layanan sirkulasi, layanan referensi, bahkan layanan teks lengkap versi digital. Selain itu layanan document delivery atau pengiriman dokume juga dilakukan secara online, sebab saat ini dokumen dalam bentuk digital semakinbanyak tersedia.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN KEDINASAN DI JAKARTA Sulistyo_ Basuki
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 2 No. 1 (1998): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.471 KB) | DOI: 10.29244/jpi.2.1.%p

Abstract

Makalah ini bertujuan mengenali teknologi informasi dan seberapa jauh TI digunakan pada empat perguruan tinggi negeri dan kedinasan di Jakarta.  Dari cakupan teknologi yang digunakan tercakup automasi yang belum menyeluruh, e-mail, CD ROM, fax dan PC.  Perpustakaan akademi menggunakan TI sebagai alat bantu memberikan jasa kepada pemakai Perpustakaan.  Dalam hal ini penggunaan TI terdapat beberapa kesenjangan antara Perpustakaan yang diteliti.  Perangkat lunak Micro CDS/ISIS merupakan perangkat lunak yang paling banyak digunakan walaupun di lingkungan UI tercatat 2 perpustakaan (Fak. Ilmu Komputer dan UPT Perpustakaan, sebagai demo program dan tidak digunakan untuk keperluarn penelusuran, red) yang menggunakan perangkat lunak Dynix Perpustakaan IKIP tidak lagi menggunakan Dynix walaupun sebenarnya sudah disediakan perangkat kerasnya oleh Proyek Bank Dunia, namun karena berbagai alas an maka Dynix tidak lagi digunakan (Sulistyo_Basuki 1998).  Penelusuran terpasang (online searching) tidak ada yang menggunakan Karen alas an biaya telepon dan langganan pada pangkalah data (bibliografis, non-bibliografis dan teks lengkap).  Kini ada kecenderungan untuk menggunakan CD-ROM daripada pangkalan data terpasang karena biayanya lebih murah.  Ketersediaan internet merupakan langkah yang cepat dan mudah untuk transfer dan pertukaran informasi .  Pemakai Perpustakaan dapat menemubalik informasi yang lebih mutakhir sehingga dapat meningkatkan efisiensi Perpustakaan akademis.
Analisis Pelaksanaan Penyiangan Koleksi Jurnal pada Perpustakaan UPT Balai Informasi Teknologi-LIPI Kamaludin Kamaludin
Media Pustakawan Vol 25, No 4 (2018): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v25i4.199

Abstract

Abstrak Perpustakaan UPT Balai Informasi Teknologi LIPI telah melakukan penyiangan koleksi jurnal, penyiangan dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pemustaka, menghapus informasi yang tidak relevan, dan memberi ruang bagi koleksi baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengevaluasi koleksi perpustakaan untuk penyiangan dan cara mengelola koleksi perpustakaan hasil penyiangan di perpustakaan UPT Balai Informasi Teknologi LIPI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Dari hasil penelitian yang dilakukan Juli 2018 diketahui a. mengevaluasi koleksi perpustakaan untuk penyiangan dilakukan dengan cara mengelompokkan koleksi, yaitu kelompok: 1. Fisik rusak; 2. Informasi usang; 3. Subyek tidak dibutuhkan; 4. Ada edisi terbaru; 5. Bahasa yang tidak bisa dimengerti (selain bahasa inggris); dan 6. Jumlah eksemplar berlebih. Dari 1000 eksemplar jurnal yang disiangi, diketahui berdasarkan: 1. Fisik: 1000 eksemplar yang fisiknya rusak; 2. Informasi koleksi: 1000 informasinya usang; 3. Subjek: 1000 subjeknya tidak dibutuhkan karena usia koleksinya usang; 4. Tidak ada edisi terbaru; 5. Bahasa Inggris sebanyak: 876; selain Inggris: 124; dan 6. Tidak ada koleksi berlebih. Berdasarkan tahun terbit: 1960-1964: 21; 1965-1969: 85; 1970-1974: 118; 1975-1979: 100; 1980-1984: sebanyak 271; 1985-1989: 184; 1990-1994: 82; 1995-1999: 45; 2000-2004: 24; 2005-2009: 53; dan 2010-2014: 17 koleksi. b. Mengelola koleksi perpustakaan hasil penyiangan dengan cara dibagi 3 kelompok: Kelompok 1. Kegiatan menganalisis, memilih, memilah koleksi yang dikeluarkan, diusulkan untuk dilakukan perbaikan; sedangkan koleksi yang rusak dan tidak digunakan lagi oleh pemustaka diusulkan untuk dihapuskan melalui Instansi berwenang; Kelompok 2. Penanganan pasca penyiangan; dan Kelompok 3. Menghapus katalog dan cantuman dalam pangkalan data koleksi www.digilib.bit.lipi.go.id.

Page 13 of 24 | Total Record : 233