Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

SISTEM PENGKODEAN DATA PADA FILE TEKS PADA KEAMANAN INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SKIPJACK . Suprianto
Jurnal Computech & Bisnis (e-Journal) Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Computech & Bisnis
Publisher : STMIK Mardira Indonesia, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.146 KB) | DOI: 10.55281/jcb.v1i2.13

Abstract

At this time the internet has become an important part of the IT world, with the number of Internet users began large corporations to private use this also makes the data traffic becomes very much. With the increasing number of traffic data is then began to appear are the people who want to know the data of others for the benefit of themselves, these people are called hacker. This can be prevented by encrypting a document or data to be transmitted so as to be read by unauthorized parties, there are several ways to encrypt the data, the authors chose the method of data encryption skipjack. This method is to encrypt a text file that is sourced from a network application examples Internet e - mail service and have 32 times the stage with the inclusion of the permutation formula and rule a, b rule that is part of the method, the method of data to be transmitted over the Internet is encrypted by sender. Then after I got to the receiver data is encrypted or decrypted the ciphertext back into plaintext data is original. Use of skipjack method with “Security Software Skipjack“ made, the encryption and decryption process is proven to help maintain the validity of the information derived from the sender to the receiver. Keywords: Hacker, Skipjack Method, “Security Software Skipjack”, Valid Information AbstrakPada saat ini internet telah menjadi bagian penting dalam dunia TI, dengan banyaknya pengguna internet dari mulai perusahaan besar hingga penggunaan pribadi hal ini juga membuat lalu lintas data menjadi sangat banyak. Dengan makin banyaknya lalu lintas data maka mulai bermunculan pula orang-orang yang ingin mengetahui data orang lain demi keuntungan diri sendiri, orang tersebut disebut hacker. Hal ini dapat dicegah dengan mengenkripsi dokumen atau data yang akan dikirimkan sehingga dapat dibaca oleh  pihak yang tidak berkepentingan, ada beberapa cara untuk mengenkripsi data, penulis memilih enkripsi data dengan metode skipjack. Metode ini adalah mengenkripsi file text yang bersumber dari suatu aplikasi jaringan internet contoh e-mail service dan memiliki 32 kali tahapan dengan disertakannya rumus permutasi dan rule a, rule b yang merupakan bagian dari metode tersebut, dengan metode tersebut data yang akan dikirimkan melalui internet dienkripsi oleh sender. Kemudian setelah sampai kepada receiver data yang dienkripsi atau chipertext didekripsi kan kembali menjadi data semula atau plaintext. Penggunaan metode skipjack dengan “Perangkat Lunak Keamanan Skipjack” yang dibuat, proses enkripsi dan dekripsi terbukti dapat membantu menjaga kevalidan informasi yang berasal dari sender ke receive. Kata Kunci: Hacker, Metode Skipjack, “Perangkat Lunak Keamanan Skipjack”, Informasi Yang Valid
KERAHASIAAN DAN KEUTUHAN KEAMANAN DATA DALAM MENJAGA INTEGRITAS DAN KEBERADAAN INFORMASI DATA M Mufadhol
Jurnal Transformatika Vol 6, No 2 (2009): January 2009
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/transformatika.v6i2.36

Abstract

Keamanan informasi data adalah proses untuk melindungi data dari perusakan atau penyalahgunaan yang dilakukan oleh orang dalam atau di luar sebuah organisasi. Teknologi informasi digunakan untuk menjaga keamanan informasi data pada sistem informasi adalah kombinasi dari teknologi keamanan telekomunikasi dan teknologi keamanan komputer. Tingkat keamanan data juga berdasarkan tingkat sensitif data dalam database. Seorang administrator data harus aktif dan proaktif untuk melakukan langkah keamanan informasi data. Informasi dalam bentuk digital merupakan aset yang harus dijaga kesempurnaan atau rahasianya. Sehingga mendapatkan keamanan yang setara dengan informasi dalam bentuk nyata. Contoh teknik yang digunakan dalam keamanan data adalah kriptografi dan steganografi.
Audit Keamanan Sistem Informasi IT Di PT X Gunadi, Fandy Arya; Wibowo, Adi; Gunawan, Ibnu
Jurnal Infra Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Infra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Established on July 10, 1991 in Sidoarjo, East Java, PT X is a company engaged in the field of general printing, especially printing commercial documents. In carrying out its business processes, the company is using software, hardware, network, and machines used for the production process. But the company was less concerned about security for asset and data owned companies. Though the data and information are now becoming a very important asset. Thus the required audit information system that aims to analyze the extent to which extent the companys information system security.This thesis analyzed informationsystem security audit of IT in PT. X. The steps in the audit analysis is by using COBIT 4.1 standards. Problems were found in the company of, among others, there is no assignment letter given to employees of IT in PT X, no monthly report on IT security made by the IT division of PT X, there is no IT security standards as the reference in the company, not using cryptographic key features implemented in protecting data and information.The response given to the company that the company should make a task and make monthly reports on IT security. Soon also to make IT security standards and create cryptographic keys for protecting and and information held by company.In this study discusses one domain that Deliver and Support of 4 domain in COBIT the discussion is limited to Ensure systems security (DS5).
Analisis Kebutuhan Keamanan Sistem Dengan Menggunakan Metodologi SQUARE: Studi Kasus Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit Berbasis Open Source ERP (Open Sikes) Hadi Syahrial
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.045 KB)

Abstract

Keberhasilan pengembangan sebuah    sistem informasi rumah sakit  sangat  bergantung kepada aspek keamanan informasi  seperti terjaminnya kerahasian, keutuhan, dan ketersediaan  data dan  informasi  yang disimpan dan diolah oleh  sistem tersebut.  Saat  ini sedang dikembangkan sebuah sistem informasi rumah sakit berbasis open source ERP yang dinamakan Open Sikes.  Untuk mengetahui lebih awal kelemahan-kelemahan pada  sistem tersebut maka diterapkan analisis kebutuhan keamanan informasidengan menggunakan metodologi SQUARE.  Hasil akhir yang diharapkan  adalah dengan lebih awal  ditemukenalinya kelemahan-kelemahan  pada  sistem tersebut, maka  rekomendasi untuk  memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut dapat diberikan, sehingga dapat dibangun sebuah sistem informasi rumah sakit berbasis open source ERP yang lebih aman.
Prototype Information Security Risk Assessment Tool Berbasis Lotus Notes Dalam Rangka Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001 Hadi Syahrial
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.078 KB)

Abstract

Makalah ini membahas  tentang  pengembangan prototype sebuah aplikasi  yang dapat digunakan untuk menyimpan dan melakukan  penilaian  risiko keamanan informasi yang diberi nama Information Security Risk Assessment Tool  yang disesuaikan dengan kebutuhan  dalam  rangka implementasi  Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI)  ISO 27001. Protoype ini dibuat dengan menggunakan  Lotus Notes  agar mudah dalam  penyimpanan, penelusuran, dan kolaborasi. Dengan sistem ini diharapkan  dapat membantu  dalam melakukan  penilaian   risiko keamanan informasi menjadi lebih efisien dan efektif.
ANALISIS ASPEK KEAMANAN INFORMASI JARINGAN KOMPUTER (Studi Kasus: STIMIK Kupang) Jemi Yohanis Babys; Kusrini Kusrini; Sudarmawan Sudarmawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2013): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan komputer sebagai backbone dari teknologi informasi diharapkan dapat menyediakan layanan yang aman bagi penggunanya sehingga informasi-informasi penting seorang pengguna jaringan tidak dapat dicuri atau diakses oleh pengguna lain yang tidak berhak mengaksesnya. Oleh karena itu dalam suatu jaringan komputer perlu dilakukan analisis aspek confidentiality yang merupakan salah satu aspek dari keamanan informasi. Analisis ini bertujuan untuk mengukur tingkat kerahasian informasi pengguna jaringan komputer. Analisis ini dilakukan dengan cara melakukan ekspoitasi terhadap celah keamanan pada salah satu port yang terbuka di setiap client/hosts melalui internal jaringan komputer untuk mencuri informasi-informasi pengguna pada client/host yang dieksploit. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan kelemahan-kelemahan keamanan, baik itu pada tools pengamanan jaringan yang digunakan pada setiap client/host maupun pada instalasi jaringannya. Berdasarkan kelemahan-kelemahan keamanan tersebut ditemukan juga solusi-solusi untuk mengamankan jaringan, solusi-solusi tersebut akan direkomendasikan guna pengembangan jaringan yang lebih baik lagi. Solusi-solusi yang dihasilkan adalah sebagai berikut: (1) Melakukan segmentasi pada jaringan menggunakan VLAN dengan metode Access Control Lists (ACL) dan Port Security; (2) Melakukan instalasi firewall disetiap client/host dalam jaringan untuk melindungi setiap port yang terbuka pada sistem operasi yang digunakan, dalam penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi McAfee 8.8 mampu melindungi port yang terbuka.  
PEMANFAATAN KRIPTOGRAFI DALAM MEWUJUDKAN KEAMANAN INFORMASI PADA e-VOTING DI INDONESIA Esti Rahmawati Agustina; Agus Kurniati
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2009): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah negara maju seperti Finlandia dan Lithuania serta negara berkembang Brasil dan India telah melangkah dengan memanfaatkan e-Voting (electronic voting) dengan tingkat dan kualitas pemanfaatan TIK yang berbeda-beda dalam kegiatan demokrasinya. e-Voting ternyata bisa dilakukan dan diterima hasilnya oleh rakyat dari negara dengan rata-rata tingkat pendidikan tinggi maupun rendah. Studi awal e-Voting dari Zamrud Technology yang telah diulas oleh majalah warta eGov edisi 4, April/Mei 2008 menunjukkan potensi penghematan anggaran Pemilu/Pilkada hingga mencapai Rp 11 Trilyun. Dalam beberapa tahun kedepan, melalui program USO (Universal Service Obligation) pemerintah akan menyediakan fasilitas akses komunikasi suara dan data hingga menjangkau seluruh desa di tanah air sehingga e-Voting semakin berpeluang untuk diterapkan. Tersedianya fasilitas akses data secara luas, selain membuka peluang positif atas terapan berbagai aplikasi dan layanan berbasis internet, juga menyisakan persoalan terkait dengan keamanan informasi yaitu keutuhan data (integrity), kerahasiaan informasi (confidentiality), dan ketersediaan informasi (availability). Kriptografi dapat dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan terkait dengan keamanan informasi berupa kerahasiaan, keutuhan data, nir penyangkalan, serta otentikasi. Dalam paper ini akan dijelaskan bagaimana pemanfaatan kriptografi dalam mewujudkan keamanan informasi pada e-Voting di Indonesia.
KEAMANAN SISTEM INFORMASI Paryati Paryati
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2008): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era pertumbuhan sistem informasi yang sangat cepat saat ini keamanan  sebuah  informasi  merupakan  suatu  hal  yang  harus  diperhatikan,  karena  jika  sebuah  informasi  dapat  di akses   oleh  orang  yang  tidak  berhak   atau  tidak  bertanggung jawab,   maka   keakuratan   informasi   tersebut   akan   diragukan, bahkan akan menjadi sebuah informasi yang menyesatkan.Pada dasarnya suatu sistem yang aman akan melindungi data didalamnya seperti identifikasi pemakai (user identification), pembuktian keaslian pemakai (user authentication), otorisasi pemakai (user authorization). Beberapa kemungkinan serangan (Hacking) yang dapat dilakukan, seperti Intrusion , denial of services. joyrider, vandal, hijacking, sniffing, spoofing dan lain-lain. Ancaman terhadap sistem informasi banyak macamnya, antara lain : pencurian data, penggunaan sistem secara ilegal, penghancuran data secara ilegal, modifikasi data secara ilegal, kegagalan pada sistem, kesalahan manusia (SDM-sumber daya manusia), bencana alam.Tujuan dari keamanan sistem informasi yaitu mencegah ancaman terhadap sistem serta mendeteksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada sistem.
ANALISA RESIKO KEAMANAN INFORMASI (INFORMATION SECURITY). STUDI KASUS: POLIKLINIK XYZ Dodi Wicaksono Sudiharto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menghadapi resiko yang mungkin terjadi terhadap keamanan informasi, maka resiko tersebut perlu untuk dimanajemen. Salah satu tindakan yang diperlukan dalam memanajemen resiko adalah menganalisa resiko yang mungkin terjadi. Beberapa perangkat yang dapat digunakan untuk menganalisa resiko adalah Single Lost Expectancy (SLE), Annualized Rate of Occurance (ARO), Exposure Factor (EF), Annual Loss Expectancy (ALE) dan Return on Investment (ROI).
Keamanan Fisik Teknologi Informasi: Desain Lingkungan Utomo, Hadi Prasetyo; Setiawan, Awan
Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) 2015
Publisher : Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.381 KB)

Abstract

Keamanan fisik fasilitas teknologi informasi menjadi semakin populer beberapa tahun belakangan ini. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya kesadaran institusi teknologi informasi terhadap pentingnya keamanan fasilitas fisik mereka. Keamanan fisik mempunyai cakupan yang sangat luas, meliputi hak akses, lingkungan dan juga infrastruktur. Banyak institusi tidak mempunyai pilihan dalam membangun keamanan fisiknya sendiri. Karena mayoritas infrastuktur yang digunakan merupakan infrastruktur yang sudah siap pakai. Hal ini tentu saja sangat membatasi kebijakan keamanan fisik yang ingin diterapkan. Selain aspek infrastruktur, ada aspek lain yang sering terabaikan, yaitu manusia yang terlibat di dalamnya. Manusia dapat melakukan kejahatan dengan berbagai kondisi. Maka dari itu, keamanan fisik juga harus mempertimbangkan motif dan situasi yang dapat memicu terjadinya kejahatan oleh manusia. Bahkan orang yang sangat dipercayapun mampu melakukan kejahatan jika motif dan situasinya mendukung. Dalam tulisan ini akan dibahas beberapa alternatif penanganan keamanan fisik berdasarkan CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design) serta standarisasi infrastruktur berdasarkan TIA-942. Konsep dasar dari CPTED adalah bahwa lingkungan fisik dapat diubah dan berdampak pada berkurangnya tindak kejahatan. CPTED berfokus pada empat area untuk mencapai tujuannya, yaitu pengendalian akses, pengawasan pasif, kegiatan pendukung, dan motivasi. Sedangkan TIA-942 adalah standar yang dikeluarkan oleh Telecommunications Industry Association untuk infrastruktur teknologi informasi.

Page 17 of 130 | Total Record : 1293