Filter By Year

1945 2024


Found 395 documents
Search ANALISIS PERENCANAAN LABA , by title

ANALISIS BREAK EVEN POINT(BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA SEWA LAHAN (STUDI PADA PABRIK GULA SOEDHONO NGAWI PERIODE PANEN 2016) Dian Putri Sari; Elva Nuraiana; Juli Murwani
FIPA : Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi Vol 5, No 1 (2017): FIPA 9
Publisher : FIPA : Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.239 KB)

Abstract

Tujuan dari suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba danbesar kecilnya laba yang dapat dicapai akan merupakan ukurankesuksesan manajemen dalam mengelola perusahannya.Manajemen harus mampu merencanakan dan sekaligus mencapailaba yang besar agar dapat mencapai target yang diharapkan.Analisis Break Even Point adalah salah satu alat analisis yangbermanfaat bagi para manajer untuk melaksanakantugasnya.Analisis ini menentukan kuantitas Break Even Point (titikimpas) ouput dengan mempelajari hubungan antara strukturbiaya, volume output dan laba perusahaan. Dengan kata lainperusahaan tidak mendapatkan keutungan atau sebaliknya tidakakan mengalami kerugian atau sama dengan nol. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui penggunaan analisis Break Even Pointdalam merencanakan laba rugi sewa lahan di PG.SoedhonoNgawi.
ANALISIS HUBUNGAN MARGIN KONTRIBUSI SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN LABA PADA INDUSTRI GAMELAN MARGO LARAS KAUMAN MAGETAN PERIODE 2014-2016 Dian Ratna Rusmala Dewi; Satrijo Budiwibowo; Nur Wahyuning Sulistyowati
FIPA : Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi Vol 5, No 1 (2017): FIPA 9
Publisher : FIPA : Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.247 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan marginkontribusi sebagai alat bantu perencanaan laba. Populasi dalampenelitian ini adalah data penjualan dan laporan laba rugi padatahun 2014 hingga tahun 2016 pada industri gamelan MargoLaras. Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah datapenjualan dan laporan laba rugi yang terjadi pada tahun 2014hingga tahun 2016 pada industri gamelan Margo Laras. Metodeanalisis yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasiproduct moment serta metode least square. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa adanya hubungan margin kontribusi sebagaialat bantu perencanaan laba. Dengan hasil perhitungan marginkontribusi tingkat laba yang tertinggi pada tahun 2015 yaitusebesar Rp227.272.600, hal ini disebabkan pada tahun tersebutindustri gamelan Margo Laras melakukan ekspor ke luar negeri.Sehingga besarnya nilai margin kontribusi akan mempengaruhibesarnya laba yang diperoleh perusahaan.
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN SEBAGAI ANALISIS PERENCANAAN LABA KOPERASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE COST VOLUME PROFIT BERBASIS WEB. Sri Wahyuning; Dewi Retno Putri
Dinamika: Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi Vol 1 No 1 (2021): DINAMIKA : Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/dinamika.v1i1.35

Abstract

The research was conducted at KSPPS Mitra Amanah Sejahtera Abadi. Which is located at Ds. Sidorejo Rt. 02 / Rw. 05 Kec. Brangsong Kab. Kendal. Data recording and management previously applied to the MASA Cooperative is still manual. Transaction data such as daily dropping, dropping per AO, daily withdrawals and general ledgers and journals will be entered manually into the book.This study aims to facilitate the presentation of the profit planning analysis report which is applied to the cooperative each year. The use of bookkeeping that has been applied so far is felt to have several weaknesses which cause several problems. Therefore, cooperatives need to develop a new system, namely a computer-based financial accounting information system.The Cost Volume Profit method is expected to be able to carry out good profit planning and more valid financial records so that it can reduce the risk of errors and the process is much faster.
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI PERENCANAAN LABA USAHA KELOMPOK TANI SARI BUAH DI KELURAHAN LEMBAH SARI KECAMATAN RUMBAI PESISIR Ritawiyati Ritawiyati; Sri Maryanti; Muhammad Thamrin
PEKBIS Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.166 KB) | DOI: 10.31258/pekbis.11.1.%p

Abstract

The Aneka Rasa Krupuk effort of Sari buah group is a farmer group businesslocated in the Lembah Sari area of Rumbai Peisisir District, which all membersconsist of housewives who make home-based business such as snack making. Saribuah Farmer Group is chaired by Mrs. Sutarti who makes processed sweet potatocrackers and banana crackers, the processed can only be marketed or based onone's order. In the way of farmers group effort conventionally and manually, startingfrom production process until its sale. Every day the farmer group always produce inlarge quantity but, in the planning of sale not yet arranged well and not yet havegood profit plan, this is found at the time of preliminary survey, hence the requiredanalysis of Break Even Point. Break even point analysis is a matter of concern incompany management as it is part of cost analysis. Sales volume, profit. Thepurpose of research to know the break even point as profit planning, while the typeand source of data using secondary data, secondary data can be obtained from therecord of costs, sales, through documents owned by farmer group sari buah. Metoderesearch with the method of calculating break even point in mathematically usingboth units in Rupiah and in Units. Based on data analysis conducted at farmer groupSari buah of Lembah sari sub district of Rumbai Pesisir, hence the conclusion thatdetermining break Eve Point (BEP) for every company, including small industry isone of the planning that need to be done by business owner. to achieve a breakeven point of sale in rupiah production of krupuk group of sari buah farmers must beable to sell the same product with Rp. 19,647,000 in each month or more of the sale.And to reach a unit that can be sold to cracker yam group sari buah farms do notsuffer losses, it must be able to sell 767 kg in each month.
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI PERENCANAAN LABA USAHA KELOMPOK TANI SARI BUAH KELURAHAN LEMBAH SARI KECAMATAN RUMBAI PESISIR Ritawiyati Ritawiyati; Sri Maryanti; Muhammad Thamrin
PEKBIS Vol 10, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.275 KB) | DOI: 10.31258/pekbis.10.3.201

Abstract

The purpose of the research is to find out the break even point as profit planning, asfor the type and source of data using secondary data, secondary data can beobtained from records about costs, sales, through documents owned by fruit juicefarmer groups. Mathematically using both units in Rupiah and in Units. Based ondata analysis carried out on fruit juice farmer groups in Lembah sari village, RumbaiPesisir sub-district, the conclusion is that determining break even point (BEP) foreach company, including small industries is one of the plans that need to be done bybusiness owners. to reach the break-even point of sale in rupiah, the production ofsweet potato crackers in the fruit juice farmer group must be able to sell the productof the product equal to Rp. 19,647,000 in each month or more than the sale. And toreach the unit that can be sold so that the sweet potato cracker in the fruit juicegroup does not suffer losses, it must be able to sell 767 kg per month.
Analisis Perhitungan Cost-Volume-Profit (CVP) Sebagai Dasar Perencanaan Laba Pada UMKM Obot Fried Chicken Guruh Ardana; Endah Dwi Kusumastuti; Anny Suryani
Indonesian Accounting Literacy Journal Vol 2 No 1 (2021): Indonesian Accounting Literacy Journal (November 2021)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.041 KB) | DOI: 10.35313/ialj.v2i1.3348

Abstract

The COVID-19 pandemic has affected all aspects of life, including the economy. In Indonesia, the most affected by the COVID-19 pandemic are MSMEs. The limited activities that can be carried out lead to reduced sales. Even in the midst of limited conditions, as an MSME, of course, you want to get optimal profits. This study aims to determine the selling price of the product that should be and the number of products that must be sold in order to get the expected profit on Obot Fried Chicken SMEs by using analysis cost-volume-profit. The type of research used is descriptive using analytical tools such as Contribution Margin, Break-even point, Operational Leverage, Margin of Safety, Profit Planning Analysis and Selling Price Determination at Obot Fried Chicken SMEs. The results of this study indicate that the selling price set is right to achieve the profit target of 30%. With a profit target of 30%, UMKM Obot Fried Chicken must be able to target product sales of 14.557 pcs with a sales target in rupiah of Rp.87.341.090
Analisis break even point sebagai salah satu alat perencanaan penjualan dan laba
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v2i2.1465

Abstract

Analisis Break Even Point Sebagai Alat Bantu Dalam Perencanaan Laba Pada PT Syam Surya Mandiri in Kutai Kartanegara. Dosen pembimbing pertama adalah bapak Hamid Bone dan ibu Musviyanti sebagai dosen pembimbing kedua. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah penjualan dan menentukan biaya yang paling efisien untuk PT Syam Surya Mandiri Kutai Kartanegara dalam mencapai laba maksimal. Sebelum menggunakan analisis break even point, peneliti mengklasifikasikan biaya operasional menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Kemudian peneliti menggunakan metode kuadrat terkecil untuk memastikan jumlah penjualan selama tahun 2016 Peneliti menggunakan formula/rumus dasar dari analisis break even point untuk menentukan biaya variabel yang paling efisien demi meraih target laba yang diinginkan. Bisa dilihat bahwa penjualan tahun 2015 berjumlah Rp 163.437.445.212 sedangkan rugi operasi mengalami kerugian sebesar Rp 278.747.278 dan break even point pada Rp 169.354.003.032, ini menunjukkan bahwa pedapatan PT Syam Surya Mandiri berada di bawah Break Even Point. Walaupun laba sebelum pajak mencapai Rp 1.222.677.910, ini didapat dari penghasilan luar usaha perusahaan yang menutupi kerugian perusahaan sebesar Rp 1.501.425.188. Break Even Point dalam rupiah berada pada Rp 169.354.003.032, dengan rincian untuk size 4/6 sebesar Rp 10.840.450.793, untuk size 6/8 sebesar Rp 23.538.482.884, untuk size 8/12 sebesar Rp. Rp 56.978.539.059, untuk size 13/15 sebesar Rp 37.515.163.457, untuk size 16/20 sebesar Rp 29.151.155.307, untuk 21/25 sebesar Rp 11.330.211.536. Perencanaan penjualan (kg) yang dilakukan PT Syam Surya Mandiri Kutai Kartanegara pada tahun 2016 agar mencapai titik impas adalah dengan total 612.599,26 kg, dengan rincian masing-masing untuk size 4/6 sebanyak 30.667,98 kg, untuk size 6/8 sebanyak 73.250.22 kg, untuk size 8/12 sebanyak 189.978,74 kg, untuk size 13/15 sebanyak 140.093,69, untuk size 16/20 sebanyak 123.704,31, dan untuk 21/25 sebanyak 52.888,32 kg. Penelitian ini menunjukkan bahwa setelah perhitungan yang disebutkan di atas sudah tercapai, perencanaan PT Syam Surya Mandiri dengan meningkatkan volume produksi untuk mencapai titik impas akan berdampak pada peningkatan laba.
Analisis cost volume profit (cvp) sebagai alat bantu perencanaan laba
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v3i1.1802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat break even point agar dapat membantu PT. Samindie Sinar Sejati dalam merencanakan laba. Analisis ini menggunakan analisis biaya volume laba (cvp) yang meliputi analisis break even point dan analisis perencanaan laba, untuk melihat seberapa besar tingkat kenaikan laba. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis maka Pada tahun 2014 total penjualan perusahaan sebesar Rp. 22.415.307.750 dan laba sebelum pajak yang diperoleh perusahaan sebesar Rp. 9.545.684.679, sementara titik impas pada tahun 2014 tercapai pada saat total penjualan sebesar Rp. 2.649.530.679. ini menunjukkan bahwa laba PT. Samindie Sinar Sejati berada diatas titik impas. Perusahaan menargetkan untuk meningkatkan laba sebesar 25% pada tahun 2015. Dari perhitungan penjualan yang telah dilakukan diketahui bahwa laba penjualan sebelum pajak adalah Rp. 9.545.684.565. perusahaan merencanakan kenaikan laba sebesar 25% dari yang telah didapat tersebut, maka rencana laba yang akan diperoleh perusahaan pada tahun berikutnya adalah sebesar Rp. 11.932.105.706. sehingga perusahaan harus dapat menjual produk minimal Rp. Rp. 27.401.752.299 agar target laba yang diharapkan dapat tercapai.
Anugerah Halawa, Analisis Break Even Point Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Perencanaan Laba Di UD. Chandra Amandraya Tahun Anggaran 2019 Halawa, Anugerah
Balance: Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Vol 4 No 1 (2021): Balance: Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.367 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk analisis break even point sebagai alat bantu manajemen dalam perencanaan laba di UD. Chandra Amandraya. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendekatan kualitatif dengan menggunakan break even point. Hasil penelitian tahun 2019 UD. Chandra Amandraya menjual pakain pria dan wanita sebanyak 11.485 unit, dengan total harga sebesar Rp. 8.336.285. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa UD. Chandra Amandraya tidak mengalami kerugian selama tahun 2019.
Analisis Biaya Produksi dan Break Event Point sebagai Alat Perencanaan Laba pada Usaha Kerupuk Atom Ibu Hamisah di Desa Tarempa Barat Kabupaten Kepulauan Anambas Hadli Lidya Rikayana Rika
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Finansial Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Finansial Indonesia
Publisher : Prodi Akuntansi FE Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.078 KB) | DOI: 10.31629/jiafi.v5i2.4934

Abstract

This study aims to determine the Production Cost and Break Event Point as a profit planning tool at the Atomic Cracker business of Mrs. Hamisah in the village of West Tarempa. This research was conducted in West Tarempa Village, Siantan District, Anambas Islands Regency for 2 months, namely in October and November 2020. The method used in this study was descriptive quantitative method. There are two types of data used in this study, namely primary data and secondary data. The population in this study was the Atomic Cracker business of Mrs. Hamisah and the sampling technique in this study used a saturated sampling technique. The results of this study indicate that the production cost using conventional calculations at the atomic cracker business of Mrs. Hamisah in the village of West Tarempa is Rp. 11,515,100 and in November Rp. 16,659,000, while the calculation of production costs using the Full Costing method in October is Rp. 11,633,025 and in November Rp. 116,796,919. The calculation of BEP units and BEP sales at the atomic cracker business of Mrs. Hamisah in West Tarempa Village is in October the BEP unit is 13 units and the sales BEP is Rp. 131,381, while in November the unit BEP was 13 units and the sales BEP was Rp. 125,718. The profit planning calculation for Mrs. Hamisah's atomic cracker business in West Tarempa Village in October is Rp. 20,777,721 and in November Rp. 31,166,840. Keywords: Production Cost, Break Event Point, Profit Planning

Page 18 of 40 | Total Record : 395