Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Analisis Budaya Keamanan Informasi di Puskesmas Kota Bandung Syaza Syauqina; Puspita Kencana Sari; Adhi Prasetio; Candiwan Candiwan
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.128 KB) | DOI: 10.22146/jkesvo.44409

Abstract

Background : The use of information systems today has become a necessity in organizations, including in the health sector due to the large amount of patient data that must be managed. 95% of Bandung City citizens are entitled to health facility services in all health facilities that have been partnered with BPJS Kesehatan, one of which is the Puskesmas. In its service, the Puskesmas manages patient health data using computer-based SIM Puskesmas, thus personal health information is vulnerable to information security threats both from internal and external. Therefore, Puskesmas need to build information security to reduce the level of security violations and maintain the health information of their patients.Objective : The purpose of this study was to determine the factors that significantly influence the Culture of Information Security in Bandung Public Health Center.Methods : The research method used is a quantitative method with PLS-SEM data analysis technique using WarpPLS 6.0 software. The technique used is Model Evaluation consisting of Measurement Models, Structural Models and Hypothesis Testing. This research data uses primary data taken through questionnaires to 154 employees who were sampledResults : Based on the characteristics of the respondents it can be seen that the majority of health center employees are women, the highest age is 19-29 years, the most positions are Administration / Medical Records, Education of employees is S1, lenght of work of Employees is 1-5 years. In the information management process, the Puskesmas has used Computer Based. The Puskesmas has an Information Security Policy. Based on the Evaluation Model, it can be seen that the model is fit, because it meets the Rule of Thumb criteria.Conclusion : Based on the results of the Model Evaluation and Hypothesis Testing, it can be seen that the variables that influence the Information Security Culture in Bandung City Health Center are Management, Change Management, Knowledge, Soft Issue-Workplace Independent and Attitude.Keywords :  Information Security Culture, Healthcare, PLS-SEM.
ANALISIS ANCAMAN KEAMANAN PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI RUMAH SAKIT RIMBO MEDICA JAMBI 2015 Siagian, Saut
SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 4 (2016): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan sistem informasi adalah segala betuk mekanisme yang harus dijalankan dalam sebuahsistem yang ditujukan agar sistem tersebut terhindar dari segala ancaman yang membahayakan.Dalam hal ini, keamanannya melingkupi keamanan data/informasi dan keamanan pelaku sistem(user). Sistem informasi manajemen rumah sakit merupakan sistem yang kritis menyangkut kehidupanseseorang. Upaya perlu dilakukan agar sistem tersebut dapat tetap aman, terjaga dari berbagaiancaman yang dapat menganggu keberjalanan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ancaman terhadap keamanan sistem informasi kesehatan,khususnya pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit pada Rumah Sakit Rimbo Medica Jambi.Penelitian ini menggunakan metode review dengan teknik melakukan review dan menganalisis beberapa makalah yang berkaitan dengan topik pembahasan tentang keamanan sistem informasi kesehatan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa ancaman yang paling tinggi terhadap keamanan sisteminformasi kesehatan adalah ancaman dari peretas.
Perancangan Sistem Keamanan Informasi Berbasis Penilaian Resiko Menggunakan ISO/IEC 27001 Dan ISO/IEC 27005 (Studi Kasus : Kajian Teoritis) Jaya, Suhana Minah
INTI TALAFA: Jurnal Teknik Informatika Vol 7 No 2 (2015): Edisi Juli - Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/int.v7i2.370

Abstract

Informasi merupakan sebuah aset penting dan bermanfaat bagi lancarnya roda bisnis suatu perusahaan atau organisasi. Didasari pentingnya informasi dan terjadinya bentuk kegagalan pada fungsi sistem informasi ini bermacam-macam, mulai dari gangguan dan putusnya jaringan, kerusakan hardware, gangguan software, gangguan pada aset sarana pendukung seperti hilangnya catu daya listrik, rusaknya AC, serangan hacker, virus, pencurian data, denial of services attack (DOS) pada Sistem Informasi Manajemen akademik sehingga perlu diterapkannya pengamanan terhadap aset informasi. Dalam penelitian ini dibangun perancangan sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) sebagai langkah awal organisasi untuk mengamankan informasi dari gangguan maupun ancaman baik dari dalam maupun dari luar perusahaan atau organisasi. Dalam perancangan sistem keamanan informasi langkah-langkah yang dilakukan berdasarkan pada penilaian risiko dengan standar ISO 27005 yang terdiri dari identifikasi aset, identifikasi kerentanan, ancaman, konsekuensi, dan dampak yang selanjutnya dilakukan analisis risiko. Hasil dari analisis risiko kemudian menentukan kontrol objek dan kontrol keamanan menurut standar ISO/IEC 27001 berdasarkan risiko-risiko yang dimitigasi dari hasil analisis risiko. Berdasarkan peneltian didapat sejumlah risiko-risiko yang harus dimitigasi. Untuk mengatasinya maka dipilih klausa 8, 9, 11 dan 12 yang terdiri dari kontrol keamanan dan klausa-klausa tersebut bisa mengatasi risiko-risiko yang dimitigasi untuk mendukung penerapaan sistem keamanan informasi. Kebijakan-kebijakan yang telah ditentukan kemudian dijabarkan berupa dokumentasi SMKI. Dokumentasi ini digunakan sebagai acuan berupa (checklist) kontrol meliputi Pedoman/manual mutu, Prosedur mutu, Instruksi kerja, dan Formulir, berdasarkan ISO/IEC 27001 untuk pengamanan informasi. SMKI juga menawarkan pemilihan kendali keamanan sebagai usaha perlindungan terhadap ancaman risiko dari proses dan aset. Kata Kunci: Informasi, sistem manajemen keamanan informasi, analisis risiko ISO/IEC 27005, kontrol keamanan ISO/IEC 27001.
Kajian Kebijakan Keamanan Sistem Informasi Sebagai Bentuk Perlindungan Kerahasiaan Pribadi Karyawan Perusahaan XYZ Jumardi, Rio
JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Vol 1, No 1 (2018): JSAI - Applied Informatics
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsai.v1i1.8

Abstract

Teknologi yang saling menghubungkan komputer didunia memungkinkan untuk dapat saling bertukar informasi dan data bahkan saling berkomunikasi berupa gambar dan video. Semakin berharga sebuah informasi maka diperlukan sebuah standar kemanan untuk menjaga informasi tersebut.  Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan terhadap informasi. Semakin tinggi standar keamanan yang diberikan semakin tinggi pula perlindungan privasi terhadap sebuah informasi. Perlindungan privasi karyawan dalam suatu perusahaan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam penerapan sistem informasi.  Kebijakan keamanan sistem informasi meliputi: Pemeliharaan sistem, penanganan resiko, pengaturan hak akses dan sumber daya manusia, keamanan dan pengendalian asset informasi dan kebijakan keamanan server. Kebijakan-kebijakan yang telah dikaji tidak hanya akan menjadi bentuk perlindungan terhadap informasi perusahaan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk perlindungan terhadap kerahasiaan pribadi  karyawan Perusahaan XYZ.
IMPLEMENTASI ISO/IEC 27001:2013 UNTUK SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI (SMKI) PADA FAKULTAS TEKNIK UIKA-BOGOR Ritzkal Ritzkal; Arief Goeritno; A. Hendri Hendrawan Hendrawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah  dilakukan analisis terhadap sistem manajemen keamanan informasi pada lingkungan Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor berdasarkan ISO/IEC 27001: 2013 Klausal 11 Kontrol Akses. Standardisasi ISO/IEC 27001:2013, adalah suatu standar berkenaan  dengan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI,  ISMS:  Information Security Management System) yang dipublikasikan pada 25 September 2013. Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), adalah pendekatan sistematis untuk pengelolaan informasi sensitif institusi, agar tetap  dalam kondisi  aman. Di dalamnya termasuk orang, proses, dan sistem teknologi informasi melalui penerapan proses manajemen risiko. Analisis terhadap SMKI pada penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh tingkat keamanan pada jaringan hotspot Fakultas Teknik berdasarkan standar tersebut. Dilakukan pembuatan suatu kuesioner dengan pendekatan  Plan-Do-Check-Act  (PDCA). Pengisian kuesioner dikenakan terhadap 2 jenis responden, yaitu pengguna dan manajemen. Responden pengguna dibatasi pada 20 orang dengan sistem sampling dalam pengisian kuesioner, sedangkan manajemen menunjuk satu orang pengelola jaringan hotspot.  Diperoleh hasil, yaitu (1) pengguna hanya mempercayai tingkat keamanan sebesar 49% dan (2) pihak manajemen hanya mempercayai tingkat keamanan sebesar 45%. Berdasarkan hal itu ditunjukkan, bahwa SMKI pada jaringan hotspot di Fakultas Teknik kurang aman menurut Standarisasi ISO/IEC 27001:2013.  Kata-kata Kunci: ISO/IEC 27001:2013, sistem manajemen keamanan informasi, FT-UIKA.
PENGARUH KUALITS INFORMASI DAN KEAMANAN YANG DIRASAKAN TERHADAP KEPERCAYAAN PELANGGAN (Pada Situs Toko Online Lazada) Reki Savalas
JURNAL EKOBIS DEWANTARA Vol 1 No 2 (2018): JURNAL EKOBIS DEWANTARA
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UST

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diharapkan mampu membuktikan pengaruh Kualitas Informasi dan Keamanan Yang Dirasakan terhadap kepercayaan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif yaitu dengan menyebarkan kuisioner kepada responden yang pernah memakai aplikasi Lazada di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Analisa yang digunakan yaitu uji asumsi klasik dengan hasil penelitian bahwa semua variabel saling mempengaruhi.
IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI RC4 DAN METODE STEGANOGRAFI AUDIO 2LSB PADA SISTEM KEAMANAN INFORMASI Ely Setyo Astuti; Binar Prihadmantyo; Meyti Eka Apriyani
Jurnal Teknologi Informasi dan Terapan Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtit.v4i2.61

Abstract

Providing security and confidentiality to information is needed when exchanging information through communication networks. It is intended that the information sent by the sender can be received in full by the recipient without any interference from parties who are not interested in the information.Cryptographic techniques and steganography can be used to secure confidential messages. Building applications that combine these two techniques can provide security for confidential messages well. Security techniques that can be used are cryptographic techniques using the RC4 algorithm to secure secret messages in the form of text or images, and insert secret messages with 2LSB steganography method into audio media.The analysis carried out is the level of success of the message insertion and extraction process, process speed, stego audio attack, and audio quality. The results of 18 times insertion testing and message extraction, obtained a success percentage of 100% with different processing times depending on the size of the message being inserted. The resulting Stego audio has good quality and does not cause noise that can be heard directly by the human senses, but stego audio cannot withstand attacks that cause changes to the stego file byte value. So it can be concluded that the combination of the RC4 cryptographic algorithm and the 2LSB steganography method can secure the message properly and provide the results of decryption without any changes to the inserted message
ANALISIS KEAMANAN DATA SISTEM INFORMASI DI PUSKESMASPLERET BANTUL YOGYAKART Hendri Nurvianto Saputra; Jamroni Jamroni
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.128 KB) | DOI: 10.32504/sm.v12i2.85

Abstract

Background: Server is a computer system providing various services which can be accessed by client computer that is connected to the network. Server is used to keep data needed client computer. Server data management system information public health center in public health center Pleret Bantul stores saves services patient data and contains public health center's report consist of public health center visiting report, work unit report, health provile report. Sinse server data uses computerization system so that the data is suspectible of broken or lost. In maintaining security data public health center Pleret Bantul assign a password as the only autentikasion the server security system. That's way public health center information and patient data have to be maintain the security system. Objective: The purpose of this research was to know the system security on management system information public health center server data in public health center Pleret Bantul. Method: This research used qualitative with the methods research descriptive. Collecting data should be conducted through primary data which was obtained by live interview way and observation, secondary data was obtained through documentation study that deals with the theme of the research. An interview was conducted by to 4 people who are the informer. Result: there was not permanent procedure system security of server data in public health center Pleret Bantul and the implementation of safety system is done y using password. Officers public health center knowledge about the security system was good but in the implementation or his application users still hasn’t spearheading it well. The attitude of the officers were still not good and less liable in the provision of a password because there was no supervision. The efforts made public health center in dealing with the security system back-up data, server the coordinator of information system management public health center, following the training care and the use of information system management public health center held by the department of health district.
IMPLEMENTASI KEAMANAN SISTEM INFORMASI DENGAN MODEL REAL OPTION MODEL Ronal Watrianthos
Jurnal Informatika Vol 2, No 3 (2014): INFORMATIKA
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi, Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.074 KB) | DOI: 10.36987/informatika.v2i3.204

Abstract

Evaluasi Tingkat Kesiapan Keamanan Informasi Pada Lembaga Pendidikan Menggunakan Indeks Kami 4.0 Ferdiansyah, Pramudhita; Subektiningsih, Subektiningsih; Indrayani, Rini
Mobile and Forensics Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v1i2.1001

Abstract

Evaluasi keamanan sistem informasi sangat diperlukan bagi sebuah organisasi, instansi, maupun perusahaan guna mencegah kebocoran data ataupun kerusakan sistem informasi. Penelitian ini dilakukan di sektor pendidikan pada lembaga UPTD XYZ di bawah kuasa Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Evaluasi kematangan dan tata kelola keamanan informasi diterapkan berdasarkan standar ISO/IEC 27001:2017 dengan menggunakan indeks keamanan informasi KAMI versi 4.0. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan interview terhadap penanggungjawab sistem informasi. Hasil yang didapatkan dari evaluasi untuk kebutuhan sistem elektronik sebesar 20, sedangkan tingkat kelengkapan informasi mendapatkan skor 245. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat keamanan informasi masih sangat rendah dan diperlukan perbaikan sistem keamanan informasi dengan bekerja sama dengan pengembang keamanan informasi dari pihak ketiga. Information system security evaluation is indispensable for an organization, agency, or company to prevent data leakage or damage to information systems. This research was conducted in the education sector at the UPTD XYZ institution under the authority of the Yogyakarta Provincial Education Office. Information security maturity and governance evaluation is implemented based on ISO / IEC 27001: 2017 standard by using the WE information security index version 4.0. The data collection method is done by direct observation and interviews with the person in charge of the information system. The results obtained from the evaluation for electronic system requirements were 20, while the level of completeness of information got a score of 245. From these results it can be concluded that the level of information security is still very low and it is necessary to improve information security systems in collaboration with information security developers from third parties.

Page 26 of 130 | Total Record : 1293