Filter By Year

1945 2024


Found 344 documents
Search PERSPEKTIF MAHASISWA ITB TERHADAP UU ITE

PENGARUH PENGGUNAAN BNPL PADA PROGRAM SHOPEE PAYLATER TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PERBANKAN DAN EKONOMI SYARIAH UIGM DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Natasya Rogaya; Fadilla Fadilla; Havis Aravik
Jurnal Investasi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Islam
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v7i1.2422

Abstract

Perkembangan layanan Buy Now Pay Later (BNPL), termasuk Shopee PayLater, memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi dengan pembayaran yang ditunda. Kemudahan tersebut juga dapat memengaruhi cara mahasiswa mengatur pengeluaran dan kewajiban keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan BNPL pada Shopee PayLater terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah dan Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Indo Global Mandiri Palembang serta meninjaunya dari perspektif ekonomi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel berjumlah 71 mahasiswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan BNPL pada Shopee PayLater berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 11,097 + 0,372X, dengan nilai t hitung sebesar 3,285 dan signifikansi 0,002 < 0,05. Nilai R Square sebesar 0,135 menunjukkan bahwa penggunaan BNPL menjelaskan 13,5% variasi pengelolaan keuangan, sedangkan 86,5% dijelaskan oleh faktor lain. Dalam perspektif ekonomi syariah, penggunaan PayLater perlu memperhatikan akad, kejelasan biaya dan kewajiban, kemampuan membayar, serta menghindari unsur riba, gharar, maysir, dan perilaku berlebihan.
Perspektif Mahasiswa terhadap Pemanfaatan Artificial Intelligence di Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis Rena Berkatni
Jurnal Teologi Pambelum Vol 6 No 1 (2026): Teologi dalam Dialog dengan Budaya, Teknologi, dan Kerentanan Manusia
Publisher : Unit Penerbitan Informasi dan Teknologi Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59002/jtp.v6i1.109

Abstract

Advances in Artificial Intelligence (AI) present both opportunities and challenges for theological education. This study aims to describe students’ perspectives on the use of AI at the Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE), including its benefits, risks, and ethical and theological implications. The study employed a qualitative approach using a case study design involving seven students selected through purposive sampling. Data were collected via a Google Form containing open-ended questions, observations, and document analysis, and were then analyzed using the interactive model developed by Miles, Huberman, and Saldaña. The results indicate that students view AI as a tool that can assist with learning, information retrieval, assignment evaluation, research, and academic work. However, the implementation of AI at STT GKE has not yet been fully integrated, as many of the services currently in use are limited to information technology and multimedia. This study recommends the development of guidelines for AI use and the promotion of AI literacy that integrates academic, ethical, and theological aspects.
Perspektif Mahasiswa Terhadap Pemanfaatan Podcast Sebagai Media Pembelajaran dalam Mata Kuliah Teknologi Pendidikan Yosep Belen Keban; Fransiska Verawati Rade Kumanireng
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August (on process)
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.906

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang lebih fleksibel dan inovatif diberbagai lembaga pendidikan pada era kontemporer merupakan suatu langkah maju dalam dunia pendidikan. Podcast merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi. Podcast tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membantu siswa bekerja sama, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas. Studi ini bertujuan untuk memahami perspektif mahasiswa kelas Teknologi Pendidikan tentang penggunaan podcast sebagai media pembelajaran dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di STP Reinha Larantuka pada Mei hingga Juni 2026 dengan subyek penelitian mahasiswa semester IV yang menempuh mata kuliah Teknologi Pendidikan. Data dikumpulkan melalui angket terbuka berbasis Google Form yang diisi oleh 30 mahasiswa, wawancara mendalam terhadap 5 mahasiswa yang dipilih secara purposive, observasi selama praktik pembuatan podcast, dokumentasi, serta lembar penilaian praktik sebagai data pendukung dan kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian mengkaji podcast bukan hanya sebagai media konsumsi materi, tetapi sebagai pengalaman produksi media oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa memandang podcast sebagai media pembelajaran yang menarik, dan dapat membantu memahami materi dengan cepat. Podcast juga memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif melalui kegiatan menyusun naskah, merekam audio, mengedit, dan bekerja sama dalam kelompok. Di samping itu, mahasiswa merasakan manfaat berupa meningkatnya kreativitas, keterampilan komunikasi, dan keterlibatan dalam pembelajaran. Dengan demikian, podcast berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif dan inovatif apabila didukung oleh perencanaan, pendampingan, dan fasilitas yang memadai.
Perspektif Mahasiswa Terhadap Fenomena Body Shaming pada Perempuan di Media Sosial Tiktok Sebagai Bentuk Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital Dewi Nuraini
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/b7np4z41

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah menciptakan ruang publik digital yang memberikan kebebasan bagi setiap individu untuk mengekspresikan diri. Namun, kebebasan tersebut juga memunculkan berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, salah satunya body shaming yang banyak dialami perempuan melalui kolom komentar maupun interaksi di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif mahasiswa terhadap fenomena body shaming pada perempuan di media sosial TikTok serta memahami pandangan mahasiswa mengenai body shaming sebagai bentuk kekerasan berbasis gender di ruang digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur kepada mahasiswa pengguna TikTok dan didukung oleh studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang body shaming sebagai tindakan memberikan komentar atau penilaian negatif terhadap kondisi fisik perempuan yang dapat menimbulkan dampak psikologis berupa menurunnya rasa percaya diri, munculnya rasa insecure, kecemasan sosial, serta tekanan untuk memenuhi standar kecantikan yang berkembang di media sosial. Mahasiswa juga menilai bahwa body shaming terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk kekerasan berbasis gender karena berkaitan dengan objektifikasi tubuh perempuan, stereotip gender, dan budaya patriarki yang masih berkembang di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi digital, kesadaran gender, serta etika berkomunikasi di media sosial diperlukan untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, inklusif, dan menghargai martabat perempuan.

Page 35 of 35 | Total Record : 344