Filter By Year

1945 2024


Found 1,305 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

ANALISIS KEAMANAN WEBSITE PRODI SISTEM INFORMASI UINSU MENGGUNAKAN METODE APPLICATION SCANNING Pria Mitra Purba; Azrah Cipta Amandha; Riyan Hidayah Purnama; Ali Ikhwan
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains Vol 4 No 4 (2022): EDISI 14
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.203 KB) | DOI: 10.51401/jinteks.v4i4.2065

Abstract

The current technological developments on security in every agency or agency website will certainly provide the best security, especially in terms of interfaces and data security. The website is an information page that is available through the internet so that it can be accessed throughout the world as long as it is connected to the internet network. The website itself is a component or collection of components consisting of text, images, sound, and animation so that it is interesting to visit. The Information Systems Study Program website is one of the websites that is able to provide academic information and the needs of UINSU Information Systems Study Program students. Therefore, of course, this website has its own security for processing existing data and information. Web security refers to protocol protection measures adopted by web managers to protect and secure data on websites and servers so that they are not exposed to cybercriminals or to prevent exploitation of the website in any way.
Analisis Maturity Level Dan PDCA Dalam Penerapan Audit Sistem Manajemen Keamanan Informasi Pada PT Indonesia Game Menggunakan ISO 27001:2013 Eri Riana; Meiva Eka Sri Sulistyawati; Octa Pratama Putra
INFORMATICS FOR EDUCATORS AND PROFESSIONAL : Journal of Informatics Vol 7 No 1 (2022): INFORMATICS FOR EDUCATORS AND PROFESSIONAL : JOURNAL OF INFORMATICS (Desember 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/itbi.v7i1.2004

Abstract

Sudah menjadi kebutuhan saat ini di setiap perusahan mengenai penerapan tata kelola di bidang TIK dalam upaya peningkatan kualitas layanan.Untuk itu maka perlu dilakukan penerapan dan sekaligus melakukan proses audit berkala SMKI pada perusahaan menggunakan standard ISO 27001:2013.Berdasarkan hasil audit dan penelitian ditemukan dalam Annex 7 mempunyai tingkat paling rendah dibandingkan Annex lainnya,karena pada dokumentasi intruksi kerja yang berkaitan dengan labeling belum terdaftar didalam dokumen utamanya sehingga perlu disesuaikan dengan dokumen utamanya.Selain itu, ada dari annex dan klausul lainnya terdapat formulir dan dokumen kurang sesuai antara yang tercantum pada prosedur yang ada dengan judul, sehingga kurang tersinkronisasi.Secara keseluruhan penggunaan ISO 27001:2013 sudah berjalan baik dengan memiliki nilai maturity level 97,45% level 5. Dengan hampir dari seluruh annex dan klausul memenuhi standar dari ISO 27001:2013, sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan perusahaan dapat melakukan peningkatan kembali didalam melakukan proses arsip dokumen agar mempermudah dari auditor dalam melakukan audit internal eksternal dan dapat terlaksananya keseluruhan kegiatan sesuai dengan yang ada pada standar ISO 27001:2013.
ANALISIS RISIKO KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN METODE OCTAVE ALLEGRO DAN ANALYTICAL HIRARCHY PROCESS PADA DATA CENTER PEMERINTAH KABUPATEN BULELENG Nyoman Budarsa
JURNAL ILMU KOMPUTER INDONESIA Vol 7, No 1: Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jik.v7i1.3769

Abstract

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pemerintahan merupakan suatu hal yang penting untuk mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik. Data center merupakan pusat dari infrastruktur teknologi informasi yang memiliki peran yang sangat strategis yang menentukan kelangsungan sistem pemerintahan berbasis elektronik untuk pelayanan publik dan administrasi pemerintahan. Namun, dalam impelementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik pada data center Pemerintah Kabupaten Buleleng terdapat peluang munculnya risiko keamanan informasi yang mengakibatkan terganggunya pelayanan publik dan administrasi pemerintahan. Aspek keamanan informasi ini meliputi aspek kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity), dan ketersediaan (availability). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan analisis risiko keamanan teknologi informasi dan komunikasi pada instansi pelayanan publik. Metode yang digunakan untuk analisis risiko keamanan informasi ini adalah OCTAVE Allegro karena metode ini sangat sesuai dengan karakteristik pada instansi pemerintah. Sebagai tindak lanjut dari hasil profil risiko yang dihasilkan, selanjutnya diolah sistem penunjang keputusan, yaitu Analitic Hirarchy Process (AHP). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam kebijakan pengelolaan data center pada instansi pemerintah. 
Evaluasi Tata Kelola Keamanan Informasi Berdasarkan Standar ISO/IEC 27001:2013 dengan Menggunakan Model SSE-CMM (System Security Engineering Capability Maturity Model) pada Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya Dimas Pramudya Haqqi; Khakim Ghozali; Raden Venantius Hari Ginardi
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.91532

Abstract

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan tentunya memerlukan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi yang cukup memadai guna mendukung pelayanan prima kepada pelanggan, lebih-lebih di era digitalisasi saat ini. Untuk mengukur sejauh mana kemampuan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dalam hal tata kelola keamanan informasi maka perlu dilakukannya sebuah evaluasi tata kelola keamanan informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan (Maturity Level) keamanan informasi, serta memberikan rekomendasi pada PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berdasarkan evaluasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode skala Systems Security Engineering Capability Maturity Model (SSE-CMM). Perhitungan Maturity Level menggunakan 4 klausul yang telah ditentukan berdasarkan pada ISO/IEC 27001:2013 dan menggunakan skala Systems Security Engineering Capability Maturity Model (SSE-CMM). Hasil rata-rata nilai Maturity Level dari keseluruhan klausul sebesar 3,5 dan berada dalam level tiga yang mana merupakan kategori Well Defined artinya kinerja pada level ini dilakukan sesuai dengan persetujuan, sesuai dengan standar yang telah ada, dan proses telah didokumentasikan, direncanakan dan dikelola dengan menggunakan standar yang ditetapkan organisasi. Selain itu, penulis menemukan beberapa gap antara kondisi sebenarnya dengan standar ISO/IEC 27001:2013 dan telah diberikan rekomendasi. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki gap yang ada sesuai dengan standar ISO/IEC 27001:2013. Sehingga kedepannya dapat digunakan sebagai dasar mengambil penilaian dan kebijakan manajemen PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) sesuai standar ISO/IEC 27001: 2013.
VULNERABILITY ASSESSMENT SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI STUDI KASUS SISTEM SIDARLING DAN JAGABAYA KOTA DENPASAR I Gede Putu Krisna Juliharta; I Ketut Suwidiana; I Putu Cikal Taruna
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 8, No 4 (2022): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTVulnerability Assessment (VA) is one way of measuring system and network security. VA is one part of a preventive control in a series of information technology (IT) controls. In the Denpasar City Government, there are many service applications for the community that are integrated within the scope of e-government. A vulnerability assessment was carried out on the SIDARLING service system (Environmental Awareness and Care Information System) and the JAGABAYA service system. The results obtained 8 vulnerabilities for the SIDARLING system and 8 vulnerabilities for the JAGABAYA system.Keywords: Vulnerability assessment, server, information technology.ABSTRAKVulnerability Assessment (VA) adalah salah satu cara pengukuran terhadap keamanan sistem dan jaringan. VA merupakan salah satu bagian pengendalian preventif dalam rangkaian pengendalian teknologi informasi (TI), di Pemerintah Kota Denpasar ada banyak aplikasi layanan kepada masyarakat yang terintegrasi dalam lingkup e-government. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran vulnerability assessment terhadap sistem layanan SIDARLING (Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan) dan sistem layanan JAGABAYA, hasil didapatkan 8 vulnerability untuk sistem SIDARLING dan 9 vulnerability untuk sistem JAGABAYA.Kata Kunci : Vulnerability assessment, server, teknologi informasi.
Analisa Manajemen Resiko Keamanan Pada Sistem Informasi Akademik (Simak) Uin Raden Fatah Palembang Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Yesi Ramayani
Jurnal Inovtek Polbeng Seri Informatika Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/isi.v7i2.2631

Abstract

Sistem Informasi Akademik (SIMAK) UIN Raden Fatah Palembang merupakan sistem informasi pelayanan yang diberikan pihak PUSTIPD (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) membantu Mahasiswa dan Dosen salah satunya untuk melihat data pribadi, data nilai, data krs. Dalam menerapkan SIMAK bisa muncul resiko akibat terjadi kesalahan dalam menerapkan penggunaannya salah satunya koneksi system error, hardware yang rusak, network yang gagal, backup data yang gagal, power failure, penyalahgunaan hak akses, cybercrime. Untuk meminimalkan efek ancaman  tersebut dapat menerapkan manajemen resiko yang bertujuan mengatasi resiko menggunakan mengantisipasi kerugian - kerugian yang terjadi serta mengimplementasikan prosedur yang mampu menimimalkan terjadinya kerugian. Dengan adanya pengelolaan manajemen resiko sistem informasi ini Penulis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan metode pendekatan kualitatif. FMEA yang dipergunakan untuk mengetahui potensi kegagalan, resiko, akibat serta memprioritaskan kategori tersebut dengan nomor prioritas yaitu Risk Priority Number (RPN).  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 6 kategori dalam prioritas nilai RPN pada SIMAK yaitu, 1 nilai berkategori sangat tinggi, 3 nilai berkategori tinggi, 4 nilai berkategori sedang, 3 nilai berkategori rendah, 6 nilai berkategori sangat rendah dan 1 nilai berkategori hampir tidak ada kegagalan.Kata kunci : Manajemen Resiko, Sistem Informasi Akademik, Failure Mode and Effect Analysis
PERSIAPAN PENERAPAN SNI ISO/IEC 20000-1 UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN DI BIDANG INFRASTRUKTUR DAN KEAMANAN INFORMASI PUSDATIN BSN Nisrina Aozora Evani; Purnawan Adi W
Industrial Engineering Online Journal Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh unit kerja yang ada di Badan Standardisasi Nasional (BSN). Dalam rangka mewujudkan upaya tersebut, maka Pusdatin menyusun strategi dengan penerapan SNI ISO/IEC 20000-1 yaitu Sistem Manajemen Layanan Teknologi Informasi (SMLTI). Untuk menerapkan SNI ISO/IEC 20000-1 tersebut, maka penelitan melakukan persiapan dengan tahap-tahap sebagai berikut: evaluasi kualitas layanan yang berjalan selama ini, studi pustaka terkait manajemen layanan, penyusunan gap analysist, penyusunan dokumen untuk penerapan SNI ISO/IEC 20000-1. Dalam persiapan tersebut juga dilakukan studi tentang sistem manajemen layanan secara umum, maupun khusus yang terkait teknologi informasi. Dokumen disusun berpedoman kepada klausul-klausul yang terdapat dalam SNI ISO/IEC 20000-1, untuk dijadikan sebagai pedoman bagi Pusdatin dalam rangka peningkatan kualitas layanan kepada seluruh unit kerja di BSN. Terdapat 11 layanan di Pusdatin yang akan didukung dengan penerapan SNI ISO/IEC 20000-1, dengan dokumen dan prosedur yang telah disusun dan diharapkan untuk diterapkan secara konsisten dan konsekuen. Kata kunci: SNI 20000-1, Kualitas Layanan, Keamanan InformasiAbstract[Preparation For The Implementation Of SNI ISO / IEC 20000-1 To Support The Improvement Of Service Quality In Infrastructure And Information Security Of Pusdatin Bsn] The Center for Data and Information Systems (Pusdatin) seeks to improve the quality of services to all work units in the National Standardization Agency (BSN). In order to realize these efforts, Pusdatin has developed a strategy by implementing SNI ISO/IEC 20000-1, namely Information Technology Service Management System (SMLTI). To implement the SNI ISO/IEC 20000-1, the research carried out preparations with the following stages: evaluation of the quality of services that have been running so far, literature study related to service management, preparation of gap analysist, preparation of documents for the application of SNI ISO/IEC 20000- 1. In this preparation, a study was also conducted on service management systems in general, as well as specifically related to information technology. The document is prepared based on the clauses contained in SNI ISO/IEC 20000-1, to be used as a guideline for Pusdatin in order to improve the quality of services to all work units in BSN. There are 11 services at Pusdatin that will be supported by the application of SNI ISO/IEC 20000-1, with documents and procedures that have been prepared and are expected to be applied consistently and consistently.Keywords: SNI 20000-1, Quality of Service, Security Information
Skema Berbagi Informasi Keamanan Siber Menggunakan Model Hub and Spoke untuk Mendapatkan Kepercayaan dalam Public-Private Partnership Farouq Aferudin
Info Kripto Vol 16 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v16i2.51

Abstract

Makalah ini mengusulkan skema berbagi informasi keamanan siber untuk diimplementasikan dalam Public-Private Partnership dengan menggunakan model Hub and Spoke. Model ini memiliki keunggulan dalam validitas informasi yang dibagikan tetapi memiliki tantangan yaitu membutuhkan kepercayaan tinggi dari para anggotanya. Kepercayaan diperlukan karena setiap informasi yang dibagikan akan melalui hub (sektor publik) yang berperan sebagai pusat informasi. Salah satu cara untuk mendapatkan kepercayaan anggota adalah dengan mengembangkan skema yang dapat memberikan jaminan kerahasiaan dan melindungi privasi anggotanya. Untuk mengatasi permasalahan diatas diusulkan sebuah skema yang dapat memberikan jaminan kerahasiaan, integritas, keaslian, non-penyangkalan dan perlindungan privasi dalam sebuah skema terintegrasi. Skema ini dibangun dengan beberapa teknik kriptografi seperti authenticated encryption dan group signature dimana pemilihan algoritma didalamnya tidak spesifik ditentukan melainkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem. Untuk membuktikan aspek keamanan dari skema yang diusulkan, dilakukan pengujian dengan melakukan analisis keamanan dan analisis formal. Hasil analisis keamanan membuktikan bahwa skema yang diusulkan memenuhi persyaratan keamanan yang diharapkan dan hasil analisis formal menggunakan Scyther Tools menunjukkan bahwa skema tersebut tahan terhadap berbagai kemungkinan serangan siber.
Analisis Keamanan Sistem Informasi Perdagangan Terintegrasi Menggunakan Standar ISO 27002 Haryanto Tanuwijaya
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 3: Desember 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v11i3.993

Abstract

Along with the increasing volume and area of business, PT. XYZ implements an Integrated Trading Information System which is abbreviated Sipeter. Information leakage issues, data loss, system hangs, and so on can cause Sipeter security risks.  If this is allowed, Sipeter is threatened with not being able to fulfill the aspects of confidentiality, integrity, and availability of data. In this study, Sipeter security analysis was carried out using the ISO 27002 standard in articles 8 to 14. Findings and evidence data were obtained through interviews and field observations to related departments. The results of this study showed that the approach of PT. XYZ's security at Sipeter is inconsistent and security controls are carried out informally. Which is indicated by Sipeter's maturity level is 1.55 or Initial level. PT. XYZ needs to be consistent in managing Sipeter security, develop information system security standards and be disciplined in documenting various incidents related to Sipeter to minimize the risk of data loss, information leakage and misuse, as well as internal chaos that is detrimental to the business continuity of PT. XYZ.Keywords: Security; Information System; Commerce; ISO 27002 standardAbstrakSeiring meningkatnya volume dan luas wilayah usaha maka PT. XYZ menerapkan Sistem Informasi Perdagangan Terintegrasi yang disingkat Sipeter. Permasalahan kebocoran informasi, kehilangan data, sistem hang, dan lain sebagainya dapat menimbulkan risiko keamanan Sipeter. Apabila hal tersebut dibiarkan maka Sipeter terancam tidak dapat memenuhi aspek kerahasiaan, integritas dan ketersediaan data. Pada penelitian ini dilakukan analisis keamanan Sipeter menggunakan standar ISO 27002 pada klausul 8 sampai  dengan klausul 14. Data  temuan dan bukti diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan ke bagian terkait. Hasil penelitian menunjukkan  pendekatan PT. XYZ  terhadap keamanan Sipeter tidak konsisten dan kontrol keamanan dilakukan secara informal. Yang ditunjukan dengan maturity level Sipeter adalah 1.55 atau level Initial.  PT. XYZ perlu  konsisten dalam memanaj keamanan Sipeter, menyusun standar keamanan sistem informasi  dan disiplin dalam pendokumentasian berbagai kejadian terkait Sipeter untuk meminimalisir risiko kehilangan data, kebocoran dan penyalahgunaan informasi, serta kekacauan internal yang merugikan bisnis PT. XYZ. 
Dinamika Tantangan dalam Implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi Berbasis Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Informasi Jayusman, J
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika perubahan yang terjadi dalam birokrasi pemerintah daerah tidak pernah terlepas dari regulasi oleh Pemerintah Pusat. Sentralisasi pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) ke Pemerintah Pusat sangat banyak memberikan tantangan baru dalam operasional organisasi termasuk pengaturan ulang sistem manajemen yang diterapkan. Proses implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) berbasis Sistem Manajemen Mutu atau SMM (ISO 9001:2015) dan Sistem Manajemen Keamanan informasi atau SMKI (ISO 27001:2013) tentunya harus menyesuaikan regulasi tersebut dalam operasionalnya. Keberadaan klausul 6.3 Sistem Manajemen Mutu (SMKI) yang menyebutkan bahwa perubahan itu harus direncanakan dan persyaratan klausul 10.3 tentang perbaikan berkelanjutan perlu kaji ulang untuk mengantisipasi dinamika perubahan yang terjadi. Klausul tentang perbaikan berkelanjutan sebagaimana konsep PDCA (plan, Do, Check, Action) yang senantiasa bergulir menuju tahap peningkatan terus menerus. Peta kesesuaian klausul dan sub klausul dari kedua sistem yang diintegrasikan dapat difokuskan pada klausul 6 (perencanaan) dan klausul 8 (operasional). Sub klausul 6.3 dipersyaratkan pada SMM tetapi SMKI tidak mensyaratkan. Selain itu pada SMM mensyaratkan sub klausul dari 8.1 – 8.7 sedangkan SMKI hanya mensyaratkan sub klausul 8.1, 8.2 dan 8.3. Hasil pemetaan persyaratan standard telah dituangkan dalam matriks kesesuaian, diikuti penyusunan struktur Informasi terdokumentasi SMT, penetapan struktur pengelola SMT, identifikasi hambatan penerapan SMT dan harmonisasi operasional SMT. Pembuatan matrik integrasi kegiatan dalam SMT harus disepakati oleh seluruh pengelola SMT dan dievaluasi secara periodik untuk memastikan seluruh target yang ditetapkan terpenuhi.

Page 55 of 131 | Total Record : 1305