Filter By Year

1945 2024


Found 1,305 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Aplikasi Algoritma Kriptografi dan Steganografi untuk Keamanan Informasi Berbasis Teks Wiji Lestari; Supardi; Afu Ichsan Pradana
Politeknosains Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Politeknosains Volume 15 Nomor 2 - September 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.069 KB)

Abstract

This study will produce a system of text-based information security applications using cryptography algorithms Hill Code and Steganography LSB (Least Significant Bit). System information security applications are built to be used for text-based data security. The algorithms used for cryptography is Hill Code with a matrix of 2 x 2sebagai encryption keys, whereas the description used for the inverse of a matrix initial key. Steganography algorithm used is the LSB (Least Significant Bit) insertion in every bit of content (confidential data) into a low bit or bits of the far right. As known to a bitmap (.bmp) 24 bits consist of three pixels in which each pixel is a collection of 8 bits or 1 byte (a value between 0 to 255atau in binary format between 00000000 to 11111111), who presented the value of the intensity of the light that forms the base color namely red, green or blue (red-green-Blue or RGB). Thus in each pixel can be inserted 3 content. The results of the implementation and testing of the system shows that the system is running well, the implementation of the algorithm results are consistent with the manual calculation.
ISO 27001 Sebagai Metode Alternatif Bagi Perancangan Tata Kelola Keamanan Informasi (Sebuah Usulan Untuk Diterapkan di Arsip Nasional RI) Dicky Rutanaji; Sri Suning Kusumawardani; Wing Wahyu Winarno
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seri ISO/IEC 27001 merupakan standar yang sering digunakan untuk mengetahui kebutuhan untuk menerapkan keamanan sistem informasi. Dengan penerapan ISO/IEC 27001 dapat melindungi aspek-aspek dari keamanan informasi yaitu confidentiality, integrity dan availability. Adanya tata kelola data pemerintahan yang efisien, transparan, inovatif dan patisipatif dalam hal ini keamanan data dan informasi akan memiliki peran penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih. Oleh karena itu kemampuan untuk menyediakan informasi secara cepat dan akurat merupakan hal yang esensial. Salah satu bentuk dukungan dan penyelenggaraan keamanan informasi adalah dengan adanya tata kelola keamanan informasi (Information Security Governance) bagi pemerintahan. Paper ini dimaksudkan untuk menunjukkan kelebihan ISO 27001 sebagai sebuah metode yang paling cocok (fit) untuk digunakan dalam perancangan tata kelola keamanan informasi arsip digital berbasis komputasi awan di lingkungan Arsip Nasional RI.Kata Kunci: tata kelola, keamanan informasi, ISO 27001, komputasi awan
Evaluasi Tingkat Kapabilitas Keamanan Sistem Informasi Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 2019 Acihmah Sidauruk; Asro Nasiri
Jurnal ICT: Information Communication & Technology Vol. 22 No. 2 (2022): JICT-IKMI, December 2022
Publisher : LPPM STMIK IKMI Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract- Organizational dependence on information technology support is getting bigger. An increase in information security must accompany the use of information technology. Information is currently a vital asset for the XYZ university; therefore, an evaluation of how well the controls and activities are in protecting information assets needs to manage at the XYZ university. The assessment uses the COBIT 2019 framework in the APO12, APO13, and DSS05 domains to identify XYZ university's capability in managing information security. The evaluation results show that information security management at XYZ University is still at capability level 2 for the APO12, APO13, and DSS05 domains. There are 17 recommendations for improving the implementation of information security.
Tinjauan Yuridis Tentang Keamanan Hak Tanggungan Elektronik Sebagai Alat Bukti Digital Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Astrid Ceryllia Leesley
Officium Notarium Vol. 2 No. 2: AGUSTUS 2022
Publisher : Faculty of Law Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JON.vol2.iss2.art6

Abstract

Utilization of information technology changes the behavios of the people. This occurs in the process of registering mortgage rights which is carried out electronically with the result being a mortgage certificate which is also in electronic form. Even though the data or information that is stored or sent for the registration process for mortgage rights is very prone to being stolen, damaged or changed in content, and can be disseminated without permission. Therefore. The formulation of the problem in this research is, first, what is the legality of electronic mortgage security as digital evidence? Second, how is the legality of the electronic signature in the electronic mortgage right certificate? This study uses a normative method with a statutory approach. The results of the study concluded that first, the legality of electronic mortgage rights against evidence in court becomes the basis for immediate execution if the debtor defaults in accordance with the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and ATR/BPN Number 9 of 2009 which has been amended by the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and ATR/BPN Number 5 of 2009 2020 on Electronic Integrated Mortgage Services. Second, the legality of electronic signatures has been regulated in Law Number 11 of 2008 and Government Regulation Number 82 of 2012 which states that electronic signatures are considered valid if they meet the requirements.Key Word: Mortgage, Electronic Mortgage, PPAT, Electronic Signature AbstrakPemanfaatan teknologi informasi ini mengubah perilaku masyarakat. Hal ini terjadi pada proses pendaftaran hak tanggungan yang dilakukan secara elektronik dengan hasil berupa sertifikat hak tanggungan yang juga dalam bentuk elektronik. Padahal data atau informasi yang disimpan atau dikirimkan untuk proses pendaftaran hak tanggungan sangat rawan untuk dicuri, dirusak atau diubah kontennya, dan dapat disebarluaskan tanpa izin. Dengan demikian. rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, pertama, bagaimana legalitas keamanan hak tanggungan elektronik sebagai bukti digital? Kedua, bagaimana legalitas tanda tangan elektronik dalam sertifikat hak tanggungan elektronik? Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama, legalitas dari hak tanggungan elektronik terhadap pembuktian di peradilan menjadi dasar eksekusi langsung apabila debitor melakukan wanprestasi sesuai dengan Peraturan Menteri Agraria dan ATR/BPN Nomor 9 Tahun 2009 yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Agraria dan ATR/BPN Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pelayanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektronik. Kedua, legalitas tanda tangan elektronik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa tanda tangan elektronik dinilai sah apabila memenuhi persyaratan.Kata-kata Kunci: Hak Tanggungan, Hak Tanggungan Elektronik, PPAT, Tanda Tangan Elektronik
SOSIALISASI DAN PELATIHAN KEAMANAN INTERNET DAN PENGAMANAN INFORMASI DATA PRIBADI BAGI SISWA-SISWI SMA UNTUNG SUROPATI SIDOARJO Rizky Basatha; Alexander Wirapraja; Raymond Sutjiadi; Edwin Meinardi Trianto; Eddy Triswanto Setyoadi
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i1.343

Abstract

Every data and information circulating on the internet is open and easily accessible by anyone, awareness of the importance of securing data and information is still a major concern. Data and information cannot be erased easily and can sometimes become digital footprints that can be detrimental to users. This community service program takes the theme of internet security by targeting youth who still have limitations in understanding and knowing the dangers of freely sharing personal data and information on the internet. The method of implementing this activity is to provide seminars and discussions as well as presentation of examples related to internet security. The result of this activity is that students from community service partners become aware of the potential dangers related to internet security
Algoritma Idea Pada Keamanan Informasi Tongam Evi Panggabean
Jurnal Armada Informatika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Armada Informatika : Edisi Desember
Publisher : STMIK Methodist Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36520/jai.v4i2.45

Abstract

Dokumen sudah sangat familiar dengan masyarakat pada era komunikasi dan globalisasi saat ini. Dokumen umumnya mengandung informasi yang memiliki privasi tersendiri. Namun pada saat dokumen berpindah tangan atau dokumen dikirim tetap memiliki risiko kerusakan data atau dokumen dapat diubah oleh pihak yang tidak bersangkutan sehingga perlu dilakukan pengamanan dokumen. Dalam kerahasiaan dan keaslian dokumen merupakan salah satu aspek penting sehingga jika kerahasiaan dan keaslian dokumen dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab maka informasi sudah tidak berguna lagi. Untuk itu dibuatlah sebuah aplikasi android enkripsi teks dengan menerapkan algoritma IDEA sebagai pengamanan. Algoritma IDEA merupakan kriptografi simetris yang keamanannya cukup tinggi yang tidak di dasarkan atas kerahasiaan algoritmanya akan tetapi ditekankan pada keamanan/kerahasian kunci yang digunakan. Algoritma digunakan untuk mengenkripsi dan deskripsi teks. Hasil dari aplikasi ini adalah untuk menjamin keutuhan dan keaslian dalam pengamanan sebuah file. Hasil penelitian dari aplikasi android yang menerapkan algoritma IDEA berhasil diterapkan dan larik state akhir pada saat proses enkripsi dan dekripsi adalah sama.
ANALISIS RISIKO KEAMANAN INFORMASI E-GOV SISKEUDES MENGGUNAKAN METODE OCTAVE ALLEGRO Faulinda Ely Nastiti; Prita Haryani
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis (SENATIB) 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.142 KB)

Abstract

Desa mempunyai peran yang strategis danpenting dalam membantu pemerintah daerah dalam prosespenyelenggaraan pemerintahan, termasuk pembangunan. Inovasiteknologi menandai momentum transformasi di segala bidangtermasuk bidang keuangan di Pemerintah Desa. Digitalisasikeuangan di Pemerintah Desa diwujudkan dalam bentuk sebuahsistem Aplikasi yaitu Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES).Dalam pelaksanaannya Pemerintah Desa bertanggungjawabterhadap data dan informasi yang diinputkan ke dalam AplikasiSiskeudes berbasis Cash Management System, karena itu pentingbagi Pemerintah Desa agar memahami risiko terhadap aplikasiyang digunakan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisispenerapan Cash Management System (CMS) pada Aplikasi SistemKeuangan Desa (SISKEUDES) dengan Metode Octave Allegro.Identifikasi potensi kerawanan informasi dilakukan untukmengetahui risiko yang dialami pada penerapan CashManagement System (CMS) pada Aplikasi Sistem Keuangan Desa(SISKEUDES). Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan 7area of concern dengan pendekatan mitigasi menghasilkan mitigateberjumlah 3, defer berjumlah 3, accept berjumlah 1. Prioritas risikodari aspek technical container memiliki relative risk score 39dengan strategi pengurangan risiko mitigate. Prioritas risiko dariaspek physical container memiliki relative risk score 19 denganstrategi pengurangan risiko defer. Prioritas risiko dari aspek peoplecontainer memiliki relative risk score 20 dengan strategipengurangan risiko accept.
Analisis Manajemen TIK Terhadap Keamanan Informasi Dan Manajemen Risiko Perpustakaan Paramita, Silvia
Jurnal Teknologi dan Manajemen Sistem Industri Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Sistem Industri (JTMSI) - MARET
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jtmsi.v2i1.469

Abstract

This research examines the role of IT management in improving information security and library risk management. It underscores the importance of references in validating information, particularly within education, where libraries are key in providing resources. With the growth of online libraries, technological advancements bring new risks, including threats to data confidentiality, integrity, and availability, requiring updated risk management strategies. The study highlights the need for information systems integrated with reliable technology to address these risks and enhance library operations. It also explores various risk types and methods for assessing and managing them, focusing on how IT can bolster security and reduce risks associated with outdated systems. The research concludes that effective risk management, including continuous assessment and technology updates, is critical to protecting library assets.
KERANGKA KERJA PENGELOLAAN KEAMANAN INFORMASI UNTUK MENUNJANG IMPLEMENTASI ELEARNING PADA PERGURUAN TINGGI Septanto, Henri; Sabrina, Fakhria Nur; Irmawati, Nur Farida
Jurnal Tera Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Tera (September 2022)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.636 KB)

Abstract

Kerangka Kerja Pengelolaan Keamanan Informasi harus melalui alur tahapan proses yang dimulai dari membuat tahapan persiapan, identifikasi aset, kebijakan dan dokumen pengelolaan keamanan informasi, operasional Teknologi Informasi (TI), jaringan komunikasi, pengamanan informasi serta keberlanjutan Business Planning. Elearning atau pembelajaran daring di era Pandemi Covid 19 sudah menjadi sebuah metode pembelajaran yang wajib dijalankan. Elearning sebagai sebuah sarana dan metode pembelajaran dipercaya dapat mengakomodasi pertemuan sebagai pengganti pertemuan tatap muka dalam pembelajaran. Elearning kampus yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di sebuah perguruan tinggi harus dikelola dan terukur agar mutu dari pembelajaran tetap sesuai standar tata Kelola yang yang berlaku. Untuk menjamin dan mengurangi resiko keamanan informasi maka kerangka kerja pengelolaan keamanan informasi harus ditetapkan terlebih dahulu sebagai sebuah mekanisme kontrol untuk pengendalian terhadap tatakelola pada teknologi informasi. Pengukuran tatakelola teknologi informasi khususnya pada implementasi elearning harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengurangi resiko terhadap keamanan informasi saat penerapan elearning dengan memastikan apakah kerangka kerja keamanan informasi telah dibuat dan dijalankan oleh perguruan tinggi. Sehingga dapat dilihat apakah Elearning yang dijalankan memiliki resiko tinggi terhadap masalah keamanan informasi atau sudah cukup aman untuk dijalankan, sehingga dapat dipastikan keberlanjutan elearning dapat berjalan dengan baik,
Perancangan Sistem Deteksi Dini Keamanan Informasi DISKOMINFO Kabupaten Bandung Nazar Firman Pratama
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 10 No 1 (2023): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v10i1.3488

Abstract

In the Digital Transformation era, technological developments are developing more rapidly, along with the increasingly intensive use of technology, cyber threats are also increasing with a wide variety of attacks. The emergence of various issues regarding data leakage from various platforms in Indonesia and even the world. This research originated from several cyber security problems or cyber incidents that occurred, so an early detection system is needed to detect and anticipate these attacks. Solutions that can be implemented to monitor all systems and applications are Security Information Event Management (SIEM). The use of the wazuh platform that can implement SIEM and XDR (Extended Detection Response) technology that can collect all log data information from the latest technological environments, such as the use of Cloud Computing, Virtualization, or Container Engine. Based on the results of the SIEM implementation that has been carried out, SIEM technology with the Wazuh platform can provide convenience in monitoring attacks in real time which can provide warnings and threats to the entire system.

Page 59 of 131 | Total Record : 1305