Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Evaluasi Keamanan Informasi Pada SMA N 1 Sentolo Berdasarkan Indeks Keamanan Informasi (KAMI) ISO/IEC 27001:2013 Wenceslaus Candraditya Pamungkas; Fahmy Trimuti Saputra
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 1 No. 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v1i2.1924

Abstract

Pada era modern seperti saat ini teknologi menjadi sangat penting, dimana aktifitas sehari-hari sering tergantung dengan alat elektronik, begitu pula dunia pendidikan juga menjadi salah satu unsur yang terdampak langsung perkembangan teknologi saat ini, dimana sekolah-sekolah mulai menerapkan sistem elektronik yang bertujuan untuk mempermudah proses integrasi satu dengan yang lain. Hal ini menjadi salah satu celah guna melakukan tindakan kejahatan di dunia cyberspace dengan mencuri data informasi yang tidak dilindungi dengan baik dan benar. Maka dari itu dengan adanya penelitian ini diharapkan SMA N 1 Sentolo yang merupakan salah satu sekolah percobaan K13 di Kabupaten Kulon Progo menjadi pilar yang menekankan pentingnya perlindungan data dan informasi yang ada di instansi terkait, supaya instansi terkait dapat menentukan alur terkait tata kelola keamanan sistem informasi yang ada pada organisasinya.
Evaluasi Keamanan Informasi Pada Perguruan Tinggi Bina Insani Berdasarkan Indeks Keamanan Informasi SNI ISO/IEC 27001 Mardi Yudhi Putra; Djajasukma Tjahjadi
PIKSEL : Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic Vol. 6 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : LPPM Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/piksel.v6i1.1404

Abstract

Abstract Efforts to improve information security are so important to an organization that not only in planning but up to the stage of information security. In reality, there is a lack of awareness of the organization of its importance that it causes the occurrence of security issues such as spam so that it affects the business process of the organization. This study examines the evaluation of the completeness (readiness and maturity) of the Information Security Management System (SMKI) at the Private Higher Education Institution of Bina Insani as measured using the Information Security Index (KAMI). Evaluation carried out refers to the ISO / IEC 27001 information security standard regarding information security requirements. Population and sample of this research consist of 4 working unit that is BAAK, BKEU, PMB and BSIJ & UPT so total amount 20. Sampling technique used is non probability sampling that is saturated sampling. The evaluation results of both the preparedness and maturity of the ISMS are at a very low level with the dependence on the role of information and communication technology at the organization at a moderate level. The level of completeness is at a low level with a score of 167 out of a total of 588 and the level of maturity is at level II. Meanwhile, to obtain ISO / IEC 27001: 2009 certification minimum level of information security is at level III. To achieve the level of maturity of Higher Education Bina Insani need to make improvements gradually starting from kesadaraan importance of information security, such as knowledge sharing and information security related training. Keywords: Information Security, Index KAMI, ISO 27001 Abstrak Upaya meningkatkan keamanan informasi sangat penting pada sebuah organisasi, tidak hanya dalam perencanaan akan tetapi sampai dengan tahap penerapan keamanan informasi. Pada kenyataannya ditemukan kurangnya kesadaran dari organisasi akan pentingnya hal tersebut sehingga menyebabkan terjadinya masalah keamanan informasi sehingga berdampak pada proses bisnis organisasi. Penelitian ini membahas tentang evaluasi kelengkapan (kesiapan dan kematangan) Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) yang ada pada Lembaga Pendidikan Swasta Perguruan Tinggi Bina Insani yang dievaluasi menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI). Evaluasi yang dilakukan mengacu pada standar keamanan informasi ISO/IEC 27001 mengenai persyaratan keamanan informasi. Populasi dan sampel penelitian ini terdiri dari 4 unit kerja yakni BAAK, BKEU, PMB dan BSIJ & UPT sehingga jumlah secara keseluruhan 20. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling yakni sampling jenuh. Hasil evaluasi baik kesiapan dan kematangan SMKI berada pada tingkat yang sangat rendah dengan ketergantungan peran teknologi informasi dan komunikasi pada organisasi pada tingkat sedang. Untuk tingkat kelengkapan berada pada tingkat yang rendah dengan skor 167 dari total 588 dan tingkat kematangan berada pada tingkat II. Sementara untuk mendapatkan sertifikasi ISO/IEC 27001:2009 minimal level keamanan informasi adalah berada pada tingkat III. Untuk mencapai tingkat kematangan tersebut Perguruan Tinggi Bina Insani perlu melakukan perbaikan secara bertahap mulai dari kesadaraan pentingnya kemanan informasi, seperti sharing knowledge dan pelatihan terkait keamanan informasi. Kata kunci: Keamanan Informasi, Indeks KAMI, ISO 27001
Pengukuran Keamanan Informasi Menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI) Studi Kasus di PUSTIPD UIN Raden Fatah Palembang Catur Eri Gunawan; Fenando Fenando
JUSIFO : Jurnal Sistem Informasi Vol 4 No 2 (2018): December
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jusifo.v4i2.4107

Abstract

Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PUSTIPD) merupakan sebuah lembaga di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang menangani permasalahan teknologi informasi dan pengolahan data yang dimiliki UIN Raden Fatah Palembang. Observasi awal yang dilakukan pada penelitian ini yaitu belum dilakukan evaluasi tingkat kesiapan pengamanan informasi di PUSTIPD UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian secara internal terhadap sistem manajemen keamanan informasi di PUSTIPD UIN Raden Fatah Palembang. Standar yang digunakan yaitu indeks keamanan informasi (KAMI) sebagai alat evaluasi untuk mengukur kesiapan pengamanan informasi di PUSTIPD UIN Raden Fatah Palembang. Hasil dari pengukuran tingkat ketergantungan terhadap penggunaan sistem elektronik yaitu sebesar 25 yang termasuk dalam kategori tinggi, kemudian hasil pengukuran dari kelima area yaitu sebesar 211 yang termasuk ke dalam kategori Tidak Layak. Selanjutnya dalam penelitian ini diberikan rekomendasi perbaikan untuk masing-masing pertanyaan yang mendapat skor buruk (tidak dilakukan). Rekomendasi ini sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan bagi pihak PUSTIPD UIN Raden Fatah Palembang sebelum nantinya melakukan pengukuran keamanan informasi kembali menggunakan Indeks KAMI.
EVALUASI KEAMANAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI BERDASARKAN INDEKS KEAMANAN INFORMASI (KAMI) PADA SMK N 1 NANGGULAN Retno Widyarti; Yuli Praptomo Pamungkas Hari Sungkowo
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16608

Abstract

Pemanfaatan sistem informasi di lingkungan pendidikan semakin meningkat, sehingga kebutuhan akan keamanan informasi menjadi semakin penting. SMK Negeri 1 Nanggulan telah menggunakan berbagai aplikasi untuk mendukung proses administrasi dan akademik, namun penguatan keamanan informasi belum dilakukan secara menyeluruh. Beberapa insiden seperti infeksi malware, kerusakan file, dan penggunaan akun bersama tanpa otorisasi menunjukkan adanya kerentanan yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan dan kematangan keamanan informasi di SMK Negeri 1 Nanggulan serta mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan. Evaluasi dilakukan menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI) versi 3.1 dari BSSN, yang mengacu pada standar ISO/IEC 27001:2013. Metode penelitian meliputi observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner oleh pihak sekolah. Hasil penilaian menunjukkan bahwa tingkat kematangan keamanan informasi berada pada Level 3 (Standar) dengan capaian keseluruhan 44,07%. Nilai ini mengindikasikan bahwa sekolah telah memiliki beberapa kontrol dasar keamanan, namun belum didukung oleh kebijakan, prosedur, dan dokumentasi yang memadai. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan penguatan tata kelola keamanan, peningkatan kerangka kerja keamanan, serta penyusunan SOP sesuai kontrol ISO/IEC 27001:2013 agar pengelolaan keamanan informasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan
PENGUKURAN TINGKAT KEMATANGAN TATA KELOLA KEAMANAN INFORMASI DI STMIK PALANGKARAYA DENGAN INDEKS KEAMANAN INFORMASI 5.0 Amaya Andri Damaini; abdul hadi; Elia Zakharia; Herkules Herkules
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 3 (2026): JATI Vol. 10 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i3.18225

Abstract

STMIK Palangkaraya memiliki ketergantungan tinggi terhadap teknologi informasi yang meningkatkan risiko keamanan informasi. Permasalahan utama meliputi belum optimalnya tata kelola, pengelolaan risiko, serta perlindungan data pribadi. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kesiapan dan kematangan keamanan informasi menggunakan Indeks KAMI versi 5.0 serta memberikan rekomendasi berbasis ISO/IEC 27001:2022. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan analisis dokumen pada tujuh domain evaluasi. Hasil menunjukkan skor 154 dengan status “Tidak Layak” dan tingkat kematangan berada pada level I–II. Kelemahan utama terdapat pada tata kelola, manajemen risiko, dan kerangka kerja keamanan informasi, sementara pengamanan pihak ketiga relatif lebih baik. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan kebijakan formal, penguatan manajemen risiko, peningkatan kontrol teknis, serta evaluasi berkala untuk meningkatkan keamanan informasi secara berkelanjutan
Evaluasi Keamanan Informasi pada Perusahaan Skincare DNY Berdasarkan Indeks Keamanan Informasi (KAMI) ISO/IEC 27001:2013 Ozilla Junior Pratomo; Mohammad Ulil Azmi Al Huraibi; Mujib Ridwan
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 10 No 2 (2025): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Desember 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v10i2.3670

Abstract

The implementation of an information security system at DNY Skincare Company using the KAMI index in accordance with ISO/IEC 27001 standards shows satisfactory results. This study evaluates the maturity level of information security governance, asset management, and the risks faced by the company. The evaluation results indicate that the company has effectively implemented information security policies, particularly in personal data protection. However, there are several areas that still need improvement, such as data validity and risk management. The KAMI index provides insights into the company's readiness to face information security challenges. These findings emphasize the importance of continuous improvement to ensure optimal protection of consumer information and compliance with international standards.
Analisis Hubungan Kesadaran Keamanan, Privasi Informasi, dan Perilaku Keamanan Pada Para Pengguna Media Sosial Line Irfan Arif Afandi; Ari Kusyanti; Niken Hendrakusma Wardani
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 1 No 9 (2017): September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.087 KB)

Abstract

LINE is the messaging application that often used as a way to non-normative act and used as media is looking for profit or benefit unilaterally by the peoples who work in cyber crime. This research attempted to explore the main factors affecting security behavior of LINE users. The research model comprised of eight constructs. The constructs were security awareness, self-effiacy in information security, expectation, security behavior, cues to action, perceived susceptibility/perceived severity, perceived security threat, and internet users information privacy concerns. It analyzed data collected from qustionnaire survey on users of LINE. Correlations and strength of corelations between laten constructs were identified using Structural Equation Modeling (SEM). The result of this research show that Cues to Action have significant and positive influence on Perceived Security Threat; Self-Efficacy in Information Security have significant and positive influence on Expectations; Perceived Security Threat have significant and positive influence on Internet Users Information Privacy Concerns; and Perceived Security Threat have significant and positive influence on Security Behavior.
INDEKS PENILAIAN KEAMANAN INFORMASI UNTUK MENGUKUR KEMATANGAN MANAJEMAN KEAMANAN LAYANAN TI (Studi Kasus BPMP Kabupaten Gresik) Rahmat Hidayat; Mohammad Suyanto; Andi Sunyoto
Informasi Interaktif Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Informasi Interaktif
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.198 KB)

Abstract

This study contains the results of measurement of the maturity of Information Security Management System (ISMS) in the Gresik District The result of measurement of the completeness and maturity of the ISMS in BPMP Gresik Regency is still relatively low, that is at the level of I to II which means the maturity level is stated in the initial condition up to the implementation of the basic framework, it is still under standard ISO 27001: 2009. And for the evaluation of the level of completeness of the implementation of the five areas with the achievement score of 207, then according to the Indeks KAMI mean readiness status is considered "Not Eligible". The causes of the low maturity level of the ISMS include low levels of awareness from the leadership and related employees of the ISMS, lack of documentation of activities and also for the development of applications and infrastructure that are reactive.Researchers suggest of things need to increase awareness to leaders and employees regarding the importance of the ISMS, and to develop ICT Blueprint that enables BPMP application development and infrastructure to be conducted in a planned and comprehensive manner. And improve SOP in BPMP environment to support business process shift from paper-based to technology-based administration as well as to cultivate the documentation of data and information in BPMP Gresik District. Keywords: ISMS, BPMP Gresik District, index KAMI, ISO2700:2009 
Kebijakan Keamanan dengan Standar BS 7799/ ISO 17799 pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi Organisasi Henricus Bambang Triantono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini membahas bagaimana Kebijakan Keamanan dengan standar berdasar pada BS 7799/ISO17799 pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi organisasi digunakan – yaitu memastikan bahwa semuadaya upaya terkoordinasi untuk mencapai keamanan yang maksimal. Isu keamanan pada awalnya timbul ketikapara ahli komputer ingin bertukar informasi dan menyebarkan ilmu yang dimilikinya. Mereka kemudianmenghubungkan sistem komputer secara global dan membiarkan setiap orang bebas untuk mengaksesnya (openconcept). Begitu pentingnya aspek keamanan dalam teknologi informasi sehingga beberapa perusahaanpengembang software lantas menjadikan keamanan sebagai prioritas bisnisnya. Software yang "aman" menjadinilai jual tersendiri bagi perusahaan pengembang dan menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan penggunayang mengutamakan stabilitas sistem dan kerahasiaan datanya. Orang mulai berpikir untuk memproteksikomputer dan tidak membiarkan semua orang bisa mengakses. Sistem Keamanan merupakan salah satu bagianpenting dalam setiap proses pengembangan suatu bisnis dan investasi, karena dengan sistem keamanan yangbaik resiko atas kehilangan sejumlah nilai yang diinvestasikan menjadi lebih kecil. Keamanan informasi olehbanyak perusahaan masih dianggap sebagai masalah teknis yang cukup ditangani oleh bagian teknologiinformasi (TI) saja, sehingga menghasilkan solusi teknologi tanpa melibatkan proses bisnis. Artinya, perangkatlunak dengan sistem keamanan tercanggih pun sering kali belum mencukupi. Kebutuhan atau kemampuanmenerapkan semua cara pengamanan sistem, apabila diterapkan dalam sistem dengan teknologi pengamananmutakhir dan biaya sangat mahal ternyata tidak serumit itu dan fungsinya pun tidak optimum. Tidak adagunanya membeli sistem murah namun tidak dapat memberikan tingkat keamanan sistem yang diharapkan.Solusi yang ditawarkan kepada perusahaan adalah suatu pedoman atau acuan yang dapat digunakan untukmengamankan data yang dimilikinya yaitu Standard ISO 17799. Standard ISO 17799 adalah merupakan suatuStandard Informasi Secuity Management System (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) yang telah telahdisempurnakan untuk digunakan oleh perusahaan didalam mengamankan data yang dimilikinya.Kata kunci: Aspek Keamanan, Teknologi Informasi, Standard ISO 17799
Pengembangan Manajemen Keamanan Informasi Database Dan Aplikasi Dengan Optimasi Keamanan Website Willy Andrian; Dedy Prasetya Kristiadi
Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi (SINTEK)
Publisher : LPPM STMIK KUWERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56995/sintek.v2i2.48

Abstract

Sistem Informasi yang taerdapat pada perusahaan memiliki pengaruh besar dalam kemajuan perusahaan maupun instansi lainnya. Sistem informasi ini berkontribusi sebagai supplier sekaligus pengolah yang menghasilkan keluaran berupa data penting sebagai bahan kajian maupun analisis yang terusdiproses untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas. Misalnya,informasi penjualan,produksi dan bahan yang berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup perusahaan. Oleh karna itu, keamanan informasi Virtual Private Server atau VPS pada database dan aplikasi penting perusahaan yang berisi data dan aplikasi untuk customer atauclient menjadi sangat penting untuk dipelajari dan selalu dikembangkan agar system informasi tetap terjamin. Model penelitian ini adalah penelitian eksperimen dimana aplikasi SQLMap dan Shell.php digunakan sebagai alat untuk pencobaan penetrasi website yang selanjutnya akan diteruskan sampai pembobolan VPS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis celah sekuritasVPS dan website yang dapat dimanfaatkan oleh para pembobol atau hacker untuk melakukan tindakan yang bersifat merusak atau tindak pencurian data. Penelitian ini diawali dengan analisis yang akan digunakan sebagai acuan atau parameter dalam pengamanan server oleh developer maupun security tester. Hasil dari penelitian ini adalah identifikasi permasalahan utama yang menjadi kendala perusahaan dalam mengamankan website dan VPS, celah keamanan yang teridentifikasi, langkah-langkah pengamanan serta dampak yang ada oleh karena pengamanan dan tanpa pengamanan

Page 7 of 130 | Total Record : 1293