Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DALAM BENTUK MODUL FISIKA KONTEKSTUAL PADA MATERI FLUIDA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA/MA Yusmanila Yusmanila; Amran Hasra; Pakhrul Razi
Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.398 KB) | DOI: 10.30870/gravity.v3i2.2597

Abstract

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH (MODUL) BERBASIS DIORAMA MUSEUM BENTENG VREDEBURG UNTUKMENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KALASAN SLEMAN YOGYAKARTA Lazmihfa, L.; Waluyo, Herman J.; Haryanto, Samsi
HISTORIKA Vol 15, No 2 (2014): Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah
Publisher : Sebelas Maret University (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.861 KB) | DOI: 10.20961/historika.v15i2.29378

Abstract

This research aims to 1) The analyze and describe the condition of land in high school history teaching materials 1 kalasansleman Yogyakarta, 2) The analyse the needs of the teaching material in high school N 1 kalasansleman Yogyakarta, 3) The described the development of teaching materials vredeburg fortress based history museum to increase awareness of the history of high school students class XI IPSN 1 kalasansleman Yogyakarta, 4)Described the effectiveness of teaching materials based history museum in fort vredeburg increase awareness of the history of high school students class XI social class high school 1 kalasansleman Yogyakarta. This research method using research methods Research and Development (R&D), adapted and modified Borg & Gall. Work steps in the study include: (1) Preliminary studies, 2) Media development, (3) Implementation of media use, 4) Test the effectiveness of the product. This research was conducted at secondary school (High School) Kalasan, SlemanYogyakartan. The subject of this research is the grade XI IPS 1 as experimental class and Class XI IPS 3 as a class controls. The instruments used in this research is the now the consciousness of history and achievement test results of the study. The next test is used to  t test to tested the hypothesis.From the results t test for achievements of students obtained  thit = 3.246 than at t tab 2,015 ( significance level of 5 % ), so that can be said that t hit> t tab or 3,246 > 2,015.Through these results then can be concluded that the use of the media with learning to teaching materials ( module ) can give impact on the value of students. AchievementThe results of the test and t to consciousness history students obtained is thit = 2,353 compared on ttab 2,015 ( significance level of 5 % ), so that can be said that t hit> t tabel  or 2,353 > 2,015. Through these results then can conclude that with the use of the media in the form of modules learning can provide influence against historical awareness students.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Interaktif Bagi Pemelejar BIPA Tingkat A1 Dyah Ayu Utami; Laili Etika Rahmawati
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KREDO VOLUME 3 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.982 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v3i2.4747

Abstract

Program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) tengah menjadi kajian yang menarik untuk ditekuni. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya lembaga atau universitas yang menyelenggarakan BIPA. Dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan BIPA yang berkualitas, diperlukan ketersedian bahan ajar yang melimpah. Riset ini memanfaatkan metode R D atau penelitian dan pengembangan. Penelitian ini dirancang dengan tahap penggalian potensi dan masalah, mengumpulkan data terkait, membuat rancangan bahan ajar,  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain modul pembelajaran untuk pemelajar BIPA level A1 (pemula). Berdasarkan riset yang telah dilakukan, penulis menemukan bahwa: (1) pengembangan bahan ajar berbasis modul dibutuhkan oleh pembelajar mengingat buku ajar yang digunakan hanya satu, perlu tambahan lain untuk memperkaya sumber belajar dan ketidaksesuaian konten dalam buku ajar dengan karakteristik (2) pengembangan produk berupa modul interaktif bagi pemelajar BIPA bertajuk ‘’Gemar Berbahasa Indonesia A1’’ telah dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dari persepsi pembelajar dan karakteristik pemelajar dewasa. Implikasi dari riset ini adalah modul yang dikembangan dapat dijadikan salah satu referensi bahan ajar pengajaran BIPA.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MODUL PADA MATA PELAJARAN INSTALASI PENERANGAN LISTRIK KELAS XI TITL DI SMK NEGERI 1 SUMATERA BARAT Febrian Al Abbas; Asnil Asnil
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 5, No 1 (2019): JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.23 KB) | DOI: 10.24036/jtev.v5i1.103112

Abstract

Hasil belajar adalah salah satu acuan untuk mengukur kualitas pendidikan. Salah satu usaha yang bisa dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan jenis tingkat satuan pendidikan. Pemilihan media pembelajaran yang sesuai dapat menunjang proses belajar mengajar, salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan adalah menggunakan modul pembelajaran. Salah satu permasalahan didalam proses pembelajaran adalah rendahnya minat dan antusias belajar siswa secara mandiri, hal ini terlihat pada saat proses belajar pada umumnya siswa cenderung malas dan tidak serius, sehingga hal ini berdampak kepada hasil belajar siswa banyak yang tidak mencapai KKM. Salah satu faktor penyebabnya adalah media pembelajaran yang digunakan oleh guru belum optimal. Sehingga pembelajaran belum memacu semangat siswa untuk belajar secara mandiri. Berdasarkan hal ini maka diperlukan sebuah bahan ajar berupa modul yang dirancang secara menarik sehingga dapat membantu siswa untuk belajar secara mandiri. Modul diharapkan dapat menunjang hasil belajar siswa. Pengembangan modul akan memudahkan siswa untuk memahami materi pembelajaran, mengevaluasi diri, sehingga bisa mengoptimalkan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah modul pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif pada mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan metode penelitian Research And Development. Langkah-langkah pengembangan modul dengan menggunakan model 4D dapat dirinci sebagai berikut: (1) tahap define (pendefinisian), (2) tahap design (perancangan), (3) tahap develop (pengembangan), (4) tahap dessiminate (penyebaran). Adapun uji validitas modul menggunakan angket validasi yang divalidasi oleh 3 orang validator. Uji coba praktikalitas diberikan kepada guru mata pelajaran instalasi dan 17 orang siswa kelas XI TITL. Efektivitas media dilihat dari penguasan materi yang dilakukan siswa menggunakan tes objektif berupa posttest. Hasil validasi memperoleh nilai dengan rata-rata persentase 91%, dengan kategori valid. Hasil kepraktisan memperoleh nilai dengan rata-rata persentase 90.5%, dengan kategori sangat praktis. Hasil efektivitas modul instalasi diperoleh dengan ketuntasan klasikal 88,2%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan telah valid, praktis, dan efektif.
Pengembangan modul ajar digital berintegrasikan dengan model explicit intruction pada matapelajaran teknik animasi 2 dimensi untuk siswa xi program keahlian multimedia di Smk Negeri 1 Banyuwangi Suci Lestari; Syaad Patmanthara; I Made Wirawan
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.028 KB) | DOI: 10.17977/um034v28i1p78-93

Abstract

Pada program keahlian multimedia di SMK terdapat materi matapelajaran produktif salah satunya adalah Teknik Animasi 2 Dimensi. Proses pembelajaran yang berlangsung di SMK khususnya pada saat praktikum membuat sebuah animasi 2D ditemukan beberapa kendala. Sehingga diperlukan adanya modul ajar yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Efisiensi dengan memanfaatkan modul interaktif dalma penelitian ini berbasis epub. Tujuan dari pengembangan modul ajar digital ini untuk menarik minat siswa dan memberikan kemudahan siswa dalam memahami materi pada saat praktikum Teknik animasi 2 dimensi. Pada penelitian ini menggunakan model pengembangan Sadiman. Model pengembangan yang dipilih karena adanya proses revisi yang bisa diulangi dari tahapan tertentu. Tahapan – tahapan model pengembangan Sadiman sebagai berikut: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) perumusan butir-butir materi; (4) perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) penulisan naskah media; (6) tes/uji coba; (7) revisi; dan (8) naskah siap produksi. Setelah dilakukan beberapa tahapan pengujian pada modul. Hasil pengujian ahli materi, ahli media, dan siswa dihimpun menjadi satu data. Pada pengujian ahli materi memperoleh hasil persentase sebesar 96.42%. Pengujian ahli media memperoleh hasil persentase sebesar 94.11%, sedangkan uji coba pada siswa perorangan mendapat presentase 81.33%, kemudian untuk uji lapangan kelompok kecil sebesar 83.8%. Tahapan terakhir yaitu uji lapangan kelompok besar memperoleh persentase 86.4%. Sehingga modul ajar digital berintegrasikan dengan model Explicit Instruction pada matapelajaranan Teknik Animasi 2 Dimensi ini masuk dalam kategori “Sangat Valid”. Hal ini dapat disimpulkan bahwa modul ajar digital ini diawali dengan dirancang dan dikembangkan sesuai kebutuhan siswa. Kemudian diuji kelayakannya, dan menghasilkan produk berupa modul digital yang layak digunakan sebagai modul ajar digital mata pelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi.
Pengembangan modul ajar cetak Menganalisis Rangkaian Listrik (MRL) pada mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik bermuatan problem solving untuk meningkatkan efektivitas belajar pada siswa kelas x TITL SMK Negeri 2 Kota Probolinggo Angga Eka Kurniawan; Anik Nur Handayani; Dwi Prihanto
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.543 KB) | DOI: 10.17977/um034v28i1p34-50

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, dan menguji keefektivitasan bahan ajar berbentuk modul ajar menganalisis rangkaian listrik (MRL) bermuatan problem solving pada siswa kelas X TITL SMK Negeri 2 Kota Probolinggo. Model pengembangan modul ajar yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahapan, yaitu (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada pengembangan ini adalah angket. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka didapatkan hasil persentase dari review ahli modul guru 96,6%, ahli 1 modul siswa 94,7%, ahli 2 modul siswa 98,1%, dan uji coba lapangan 89,5%, dengan interpretasi kelayakan “sangat valid” dari batas minimal presentase validitas 70,01%. Dari hasil implementasi semua siswa mendapatkan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM), sehingga dari analisis data dapat disimpulkan bahwa modul ajar menganalisis rangkaian listrik (MRL) efektif digunakan dalam pembelajaran di sekolah.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL BAHASA ARAB BERPERSPEKTIF GENDER BAGI SISWA KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH Fatchurrozaq, Irsyad Kholis
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6350.919 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3523075

Abstract

Abstrak: Bahan ajar merupakan salah satu komponen utama dari kurikulum. Bahan ajar yang adil dan setara bagi anak perempuan dan laki-laki sangat penting untuk menghindari terjadinya bias gender. Hasil pengamatan di MTs Negeri Kare Madiun menunjukkan bahan ajar yang digunakan terdapat pembagian peran gender yang masih tidak setara dan adil, Dampaknya dapat mendorong persepsi yang negatif dalam hubungan gender dan terhadap sikap dan motivasi belajar siswa baik perempuan maupun laki-laki. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan dan membuat bahan ajar modul bahasa Arab yang menarik, dapat dipelajari secara mandiri dan proporsional dalam menyajikan peran gender. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian reseacrh and development (R&D) dengan tiga langkah. Pertama: Studi pendahuluan dengan melalui studi lapangan dan literasi. Kedua: Studi pengembangan dengan merancang desain pembelajaran sesuai karakteistik modul, desain modul dan konsep bahan ajar modul berperspektif gender untuk kemudian di validasi oleh tim ahli. Ketiga: Tahap hasil penerapan modul bahasa arab berperspektif gender. Hasil validasi ahli materi terhadap bahan ajar modul berperspektif gender bagi siswa kelas VII MTs Negeri Kare Madiun mendapat nilai prosentase 82% sehingga dapat dikategorikan “Sangat Baik”. Kemudian hasil validasi ahli media mendapat nilai prosentase 78% sehingga dapat dikategorikan “Baik”. Sedangkan hasil validasi ahli gender mendapat nilai prosentase 86% sehingga dapat dikategorikan “Sangat Baik”. Hasil respon guru bahasa Arab terhadap bahan ajar modul berperspektif gender bagi siswa kelas VII MTs Negeri Kare Madiun mendapat nilai prosentase 88 % sehingga dapat dikategorikan “Sangat Baik”. Sedangkan hasil respon siswa mendapat nilai prosentase 88 % atau termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Kata kunci: Bahan Ajar, Modul, Bahasa Arab, Gender.
Pengembangan Modul Ajar Pemrograman Web Dengan Konsep Scientific Berorientasi Project Based Learning di SMK Negeri 2 Seririt Sri Addalena, Ketut; Eka Damayanthi, Luh Putu; Seri Wahyuni, Dessy; Agus Wirawan, I Made
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v7i3.19790

Abstract

This research aims to(1) Design instructional module program concepts scientifict orientation site with project based learning. (2) Implementing Instructional Module Programming the Web with Scientifict oriented concept of Project Based LearningThis type of research use in this study is the research ad development (Research and development or R & D). With the model ADDIE (Analysis,Desaign,Development,Implementation,Evaluation). This research involve multimedia students of SMK Negeri 2 Seririt on academic years 2014/2015.Data of student learning resource obtained by using interviews. Validation of web program teaching module obtained by using questionnaires.the data obtained are analyzed descriptively.Teaching module development web programming with PJBL oriented scientific concept. The results of the data analysis of student responses indicate the student to provide an assessment with an average percentage of 89%, so if the percentage is converted into a good qualification.
Pengembangan Modul Ajar Storyboard Berbasis Projeck Based Learning untuk Siswa Kelas XI Multimedia di SMK TI Bali Global Singaraja Lestari, Komang Dewi; Agustini, Ketut; Sugihartini, Nyoman
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v8i2.18379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  (1) mengimplementasikan modul Storyboard berbasis project based learning untuk siswa kelas XI multimedia di SMK TI Bali Global Singaraja. (2) mengetahui respon siswa terhadap pengembangan modul Storyboard berbasis project based learning untuk siswa kelas XI multimedia di SMK TI Bali Global Singaraja.. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan model pengembangan Instruksional. Adapun tahapan pada model pengembangan Instruksional diantaranya : tahap mengidentifikasi ( Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional umum, Melakukan analisis instruksional, Mengidentifikas perilaku dan karakteristik siswa), tahap mengembangkan (Menulis tujuan instruksional khusus, Menulis tes acuan patokan, Menyusun strategi instruksional, Mengembangkan bahan instruksional), dan tahap mengevaluasi dan merevisi (Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif yang termasuk di dalamnya kegiatan merevisi). Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja. Data tentang sumber belajar siswa diperoleh dengan menggunakan metode wawancara. Validasi modul ajar storyboard untuk multimedia diperoleh dengan menggunakan angket penilaian.Adapun analisis data yang dihasilkan untuk uji ahli isi mendapatkan hasil presentase 81,6%, ahli desain mendapatkan hasil presentase 80%, ahli media mendapatkan hasil presentase 95% sehingga modul berada pada kualifikasi baik dari keseluruhan uji ahli. Kata Kunci: Instruksional, modul ajar, storyboardThis study aims to (1) implement the Storyboard module based on project basedlearning for multimedia class XI students at SMK TI Bali Global.The type of research used in this study is Research and Development (Research and Development or R & D) with the Instructional development model The stages in the Instructional development model include stage of identification (identifying instructional needs and writing general instructional goals, conducting instructional analysis, identifying behavior and characteristics of students), developing stages (writing specific instructional objectives, writing benchmark reference tests, compiling instructional strategies, developing instructional materials), and evaluating and revising stages (Design and implement formative evaluations including revision activities) This study involved students of XI Multimedia class at SMK TI Bali Global Singaraja. Data about student learning resources are obtained using the interview method. Validation of the storyboard teaching module for multimedia was obtained using an assessment questionnaire               He analysis of the data produced for the content expert test gets a percentage of 81.6%, design experts get a percentage of 80%, media experts get a 95% percentage result so that the module is well qualified from the overall expert test Key words : Instruksional, teaching module, storyboard
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO: ALTERNATIF BAHAN AJAR MATA KULIAH MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR Muhamad Fakhrur Saifudin
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 7, No 2: Agustus 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jpsd.v7i2.17608

Abstract

The purpose of this research to develop a portfolio based teaching materials and test the feasibility of the portfolio based teaching materials in the course of learning materials in the Indonesian language and literature department of PGSD UAD. The type of data in the study to development is the actions, product, and documents about the planning, implementation, and evaluation of learning language and literature teaching materials Indonesia. Products validity by using the sign of curriculum specialists, materials. Data collection using observation, interview, documentation, and questionnaire. Data Validity using triangulation or data source. Data were analyzed using critical analysis that includes data reduction, and a conclusion/verification. The results of the study are as follows. (1) development of teaching materials in the form of this module developing through a needs analysis phase, product design, design validation, product revision, public testing, and improvement of product improvement. (2) the results of expert assessment and field tests demonstrated the feasibility of the product amounted to 86.5%, so it can be that Indonesian products based learning module is a very suitable portfolio

Page 7 of 90 | Total Record : 896