cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal" : 8 Documents clear
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEGIATAN BANK SAMPAH (Studi Kasus Pada Kelompok Masyarakat Pengelola dan Nasabah Bank Sampah Wargi Manglayang RW.06 Kecamatan Cibiru, Kota Bandung) Dwi Istanto; Nurliana Cipta Apsari; Arie Surya Gutama
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.34367

Abstract

ABSTRAK             Timbunan sampah di Kota Bandung menyebabkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Kota Bandung sering mengalami kelebihan kapasitas. Sehingga kondisi tersebut membuat sampah menjadi masalah lingkungan. Menanggapi permasalahan tersebut, upaya penanganan masalah sampah juga telah dibuat oleh pemerintah setempat melalui Peraturan Daerah Kota Bandung. Kondisi yang terjadi di masyarakat walaupun sudah ada upaya penanganan masalah sampah melalui peraturan daerah tersebut, nyatanya masih ada sebagian kelompok masyarakat yang merasa kurang puas akan kondisi kebersihan lingkungannya. Rasa ketidakpuasan tersebut membuat sebagian kelompok masyarakat bersatu untuk membuat sebuah upaya bersama. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, mereka secara mandiri dengan partisipasi masyarakat mendirikan sebuah Bank Sampah Wargi Manglayang (BSWM) yang berlokasi di RW 06. Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan partisipasi masyarakat berdasarkan empat dimensi partisipasi yang dijelaskan oleh Mandy Wilson dan Pete Wilde. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik indepth interview, pengamatan observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Informan yang terlibat dalam penelitian berjumlah 3 orang. Hasil penelitian ini menggambarkan tentang Partisipasi masyarakat dalam kegiatan Bank Sampah wargi manglayang berdasarkan empat dimensi partisipasi. Dari keempat dimensi tersebut didapatkan hasil bahwa dimensi Kapasitas, menjadi dimensi yang paling dominan di BSWM. ABSTRACT             Garbage piles in Bandung City cause TPA (Final Disposal Site) in Bandung City to often experience excess capacity. This condition makes waste an environmental problem. In response to these problems, efforts to deal with waste problems have also been made by the local government through the Bandung City Regional Regulation. Conditions that occur in the community even though there have been efforts to handle the waste problem through the regional regulation, in fact there are still some community groups who are not satisfied with the condition of the cleanliness of their environment. This feeling of dissatisfaction made some community groups unite to make a joint effort. One of them is what the community in the Cibiru sub-district, Bandung City, did, they independently with the participation of the community established a Wargi Manglayang Waste Bank (BSWM) located in RW 06. Palasari Village, Cibiru Sub-District. The purpose of this research is to describe community participation based on the four dimensions of participation described by Mandy Wilson and Pete Wilde. The method used is descriptive qualitative with in-depth interview technique, participatory observation and documentation study. There were 3 informants involved in the research. The results of this study describe community participation in the activities of the Wargi Manglayang Garbage Bank based on four dimensions of participation. From these four dimensions, it is found that the Capacity dimension is the most dominant dimension in BSWM.
PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT JAWA BARAT DALAM MELAKSANAKAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI MASA PANDEMI COVID-19 Moch Zaenudiin; Dessy Hasanah Siti Asiah; Meilanny Budiarti Santoso; Aldi Ahmad Rifai
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.31681

Abstract

Coronavirus disease atau COVID-19 merupakan jenis virus baru yang telah menyebabkan krisis kesehatan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Mudahnya penyebaran virus dan tingginya peningaktan kasus, mendorong pemerintah untuk melalukan berbagai kebijakan baru untuk menghentikan laju penyebran virus corona. Salah satu kebijakan daerah yang dilakukan yaitu oleh Pemerintah Jawa Barat mengenai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kebijakan ini mendorong masyarakat untuk melalukan perubahan perilaku baru selama pandemi COVID-19 dengan melakukan protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah. Penelitian ini melihat bagaimana persepsi masyarakat berdasrakan faktor fisiologi mendorong masyarakat di Jawa Barat dalam melakukan AKB. Jenis penelitian ini adalah kuantiatif dengan melakukan survei pada 156 orang masyarkat di Jawa Barat. Hasil analisis dari perubahan perilaku masyarakat mennjukan mayoritas masyarakat telah  memiliki wawasan yang baik terhadap AKB dan terdorong untuk melakukan AKB selama pandemi COVID-19 berlangsung.
TRANSFORMASI NILAI SOSIAL BUDAYA MENJADI KEUNTUNGAN EKONOMI: REFLEKSI HASIL PERHITUNGAN SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) PROGRAM SIBA BATIK KUJUR Meilanny Budiarti Santoso; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo; Hendri Mulyono
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.33210

Abstract

Idealnya program corporate social responsibility (CSR) merupakan investasi sosial bagi perusahaan, sehingga di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan melainkan juga menciptakan perubahan dan manfaat bagi stakeholders program. Terhadap program investasi sosial tersebut, perusahaan pun dapat melakukan penghitungan keuntungan yang diperoleh salah satunya dengan menggunakan metode social return on investment (SROI). Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi nilai sosial budaya menjadi keuntungan ekonomi dari program CSR PT. Bukit Asam Tbk. pada Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur sebagai refleksi atas hasil perhitungan rasio SROI yang telah diperoleh. Penelitian ini di desain menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan 15 orang informan dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi, studi litelatur, dan sutdi pustaka. Verifikasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan Program SIBA Batik Kujur telah berhasil menumbuhkan kapasitas masyarakat dalam menciptakan perubahan positif yang dimaknai sebagai dampak dari investasi sosial yang dilakukan. Berbagai dampak tersebut yaitu berupa meningkatnya kohesivitas sosial, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatnya kapasitas masyarakat dan tumbuhnya kebanggaan masyarakat terhadap sejarah leluhur mereka. Program SIBA Batik Kujur telah mendatangkan keuntungan finansial dan keuntungan dalam bentuk nilai sosial, sehingga berbagai bentuk keuntungan tersebut menjadi pendorong terjadinya transformasi bagi stakholders sebagai bentuk manfaat dari program dan bagi perusahaan pun dapat mencapai tujuannya.
Praktik Pekerja Sosial Dalam Perlindungan Pekerja Anak di Pertanian Tembakau Melalui Program We Protect Pairan Pairan; Afifah Dwi Lestari
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.31779

Abstract

Pekerja anak termasuk ke dalam kategori anak rawan, khususnya yang bekerja di pertanian tembakau. Sebagai upaya perlindungan, Yayasan Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center memiliki program perlindungan terhadap pekerja anak di pertanian tembakau melalui program We Protect. Salah satu tim dalam menjalankan program tersebut adalah profesi pekerja sosial. Profesi pekerja sosial dalam melakukan intervensi terhadap pekerja anak menggunakan metode intervensi pekerja sosial makro. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan proses praktik pekerja sosial dalam program We Protect dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penggalian data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis intergratif mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan. Hasil penelitian yakni praktik pekerjaan sosial dalam perlindungan pekerja anak di pertanian tembakau melalui program We Protect dilakukan melalui kegiatan pemberian pendidikan keterampilan hidup kepada pekerja anak. Tahapan praktik pekerjaan sosial dilakukan melalui proses engangement, intake and contract, assessment, planning, intervention, evaluation dan and termination. Praktik di tahap engagement dan intake, pekerja sosial melakukan diseminasi program. Kemudian melakukan contract sebagai persetujuan pelaksanaan program. Pada assessment, pekerja sosial melakukan pemetaan yang dibantu dengan calon relawan lokal. Pada tahap planning, dilakukan rekrutmen dan pelatihan relawan lokal serta menyusun modul pembelajaran. Pada tahap intervention dilakukan pembelajaran keterampilan hidup melalui Rumah Kreasi yang memberikan layanan kelompok belajar, pojok literasi, taman edukasi, kelas remaja kreatif dan pelatihan vocational. Sedangkan pada evaluation dilakukan rutin minimal 1 bulan sekali. Tahap termination belum dilakukan karena masih dalam proses pelaksanaan program.
Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Kualitas Pelayanan Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Rosella PT Bukit Asam, Tbk. (PTBA) Sahadi Humaedi; Meilanny Budiarti Santoso; Luthfiansyah Hadi Ismail
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.34207

Abstract

Kehadiran industri yang secara langsung maupun tidak langsung akan membawa perubahan baik fisik maupun non fisik pada kehidupan masyarakat sekitarnya. Perubahan tersebut salah satunya dilakukan perusahaan melalui implementasi program corporate social responsibility (CSR) yang dipandang sebagai salah satu upaya membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar, begitupun dengan PT Bukit Asam (PTBA). Program unggulan CSR PTBA adalah Program SIBA Rosella yang bermaksud memberdayakan masyarakat melalui kegiatan budidaya tanaman rosella dan produksi aneka olahan turunannya. Sebagai salah satu pihak yang melakukan pelayanan publik melalui program SIBA Rosella, tentunya perlu dilakukan evaluasi terhadap pelayanan yang dilakukan terhadap masyarakat penerima program. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan program CSR PTBA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif  deskriptif untuk menjelaskan indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap program yang dilaksanakan. Hasil keseluruhan IKM berada pada interval 3.54 dan berdasarkan tabel interval dalam Permen PAN RB No. 14 Tahun 2017 mengenai Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat, maka mutu program CSR SIBA Rosella dalam kategori A dengan nilai konversi 88.50, ini artinya kinerja program berada pada kategori sangat baik. Capaian nilai pada IKM yang telah didapatkan tersebut menunjukkan pelayanan yang sangat baik karena berbagai indikator penyusunnya dapat dicapai secara keseluruhan mulai dari kepastian waktu pelayanan, akurasi pelayanan, kesopanan dan keramahan, tanggung jawab, kelengkapan, dan kemudahan mendapatkan pelayanan.
Jaringan Sosial Dalam Pengelolaan Kawasan Geopark Ciletuh Sahadi Humaedi; Soni Ahmad Nulhaqim; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.31849

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki bentang alam yang beragam. Salah satu lanskap tersebut adalah Geopark. Ada beberapa kawasan seperti ini di Indonesia, salah satunya kawasan Geopark Ciletuh. Potensi kawasan Geopark Ciletuh ini menjadikan Indonesia salah satu negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Tentunya kekayaan ini harus dikelola dengan baik. Pengelolaan geopark melibatkan stakeholder atau actor yang terdiri dari aktor individu. Setiap aktor berperan sesuai dengan status masing-masing guna peningkatan pengelolaan kawasan Geopark Ciletuh secara optimal. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, baik individu maupun kolektif warga, pemerintah dan lembaga non-pemerintah dalam pengelolaan kawasan ini akan efektif jika prosesnya dibangun dalam jaringan. Jejaring sosial ini terdiri dari masing-masing aktor yang saling berinteraksi dan saling berhubungan antara aktor satu dengan yang lainnya. Hubungan yang terjadi di antara para aktor tersebut terbangun dengan motivasi dan minat yang sama yakni bertujuan mengembangkan Kawasan Geopark Ciletuh untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Relasi yang terbangun merupakan sebuah wujud saling dukung dengan ragam dukungan berupa pengadaan fasilitas, tenaga dan ilmu. Model jaringan sosial ini dapat terjadi dengan berbagai cara. Ada hubungan antara satu aktor dan satu aktor saja. Bahkan ada lebih dari dua pelaku sehingga mereka membentuk simpul dengan bentuk tertentu. Hubungan antar aktor tersebut menjadi penanda dan memudahkan dalam memahami hubungan yang terjadi antar aktor. Setiap simpul yang terhubung memiliki arti yang berbeda. Sementara itu PAPSI merupakan aktor yang paling banyak memiliki relasi dengan aktor lain dalam pengelolaan kawasan Geopark Ciletuh. Indonesia is one of the countries in the Southeast Asia region which has a diverse landscape. One such landscape is a Geopark. There are several areas like this in Indonesia, one of which is the Ciletuh Geopark area. The potential of the Ciletuh Geopark area makes Indonesia one of the countries that has abundant natural wealth. Of course, this wealth must be managed properly. Geopark management involves stakeholders or actors consisting of individual actors. Each actor plays a role in accordance with their respective status in order to improve management of the Ciletuh Geopark area optimally. The involvement of various stakeholders, both individual and collective citizens, government and non-government organizations in the management of this area will be effective if the process is built in a network. This social network consists of each actor who interacts and relates to one another. The relationship between these actors is built with the same motivation and interest, which is aimed at developing the Ciletuh Geopark Area so that it can be utilized optimally by the community. The relationship that is built is a form of mutual support with a variety of support in the form of the provision of facilities, personnel and knowledge. This social networking model can occur in many ways. There is a relationship between one actor and one actor only. In fact, there are more than two actors so that they form a knot with a certain shape. The relationship between these actors becomes a marker and makes it easier to understand the relationships that occur between actors. Each connected node has a different meaning. Meanwhile, PAPSI is the actor who has the most relationships with other actors in the management of the Ciletuh Geopark area.
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Anak R. Nunung Nurwati; Zahra Putri Listari
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.33642

Abstract

Dalam proses tumbuh kembangnya, anak memiliki kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi salah satunya yaitu kebutuhan stimulasi atau pendidikan. Pendidikan bagi anak sangat penting dalam mendukung pelaksanaan perannya di masa yang akan datang. Pemenuhan kebutuhan pendidikan anak merupakan tanggung jawab utama keluarga karena keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak. Akan tetapi, tidak semua keluarga dapat bertanggungjawab dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak. Kondisi sosial dan ekonomi yang masih dibawah rata-rata dan harus memenuhi kebutuhan sehari-hari dirasa berdampak pada sulitnya dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan pada anak. Kondisi tersebut dapat menjadi dilema bagi keluarga, terutama orang tua karena ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Metode yang digunakan dalam kajian penulisan ini adalah metode studi pustaka. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penulis dapat mendeskripsikan status sosial ekonomi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan pada anak melalui teori yang ditemukan dari berbagai literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan pendidikan pada anak tidak selalu dipengaruhi oleh status sosial ekonomi keluarga.
PSIKOEDUKASI KELUARGA DALAM MENDUKUNG PENYEMBUHAN ORANG DENGAN SKIZOPRENIA Faradigma Zukhrufa Zukhrufa; Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.34393

Abstract

Salah satu gangguan mental yang serius dan sangat berdampak pada hampir semua aspek kehidupan penyandangnya adalah skizoprenia. Gangguan skizoprenia dicirikan dengan adanya halusinasi dan delusi, kekacauan pada afek, serta perilaku sosial yang kacau. Intervensi berupa psikoedukasi kepada keluarga penyandang skizoprenia penting dilakukan sebagai bagian dai proses rehabilitasi. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pentingnya psikoedukasi keluarga dalam proses penyembuhan penyandang skizoprenia yang seringkali kurang menjadi fokus perhatian. Metode kajian ini menggunakan literature review dari sumber-sumber yang relevan yang mengkaji tentang psikoedukasi kepada keluarga penyandang skizoprenia. Sumber kajian terdiri dari buku, artikel, dan jurnal terpublikasi. Hasil kajian menunjukkan keluarga sebagai lingkungan terdekat penyandang skizoprenia, menjadi salah satu faktor yang banyak berpengaruh baik pada perkembangan penyebab munculnya skizoprenia, proses penyembuhan sampai pasca penyembuhan, serta masalah kekambuhan. Terjadi hubungan saling mempengaruhi antara keadaan penyandang skizoprenia dan keluarganya. Pola relasi negatif  dapat muncul dari hubungan timbal balik tersebut yang berkontribusi pada terhambatnya proses penyembuhan dan pemulihan atau beresiko terjadi kekambuhan. Diperlukan edukasi kepada keluarga yang memiliki penyandang disabilitas ini terkait dengan bagaimana pola komunikasi, cara berelasi atau perlakuan yang sejalan dengan proses penyembuhan, mengurangi resiko kekambuhan, meningkatkan keterampilan sosial, mengurangi expressed emotion (EE) dan menciptakan lingkungan terdekat yang mendukung.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue