cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal" : 10 Documents clear
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PERKEMBANGAN MORAL REMAJA PUNK DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Irvan Sudirman; Amirio Tri Kusuma; Muhamad Rizky Nurdin; Neng Desty Cahyanti Shabilla; Hery Wibowo; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.646 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.25608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan perkembangan moral remaja Punk  di kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Selain itu, penelitian ini pun secara implisit berusaha untuk menjawab alasan dibalik perilaku-perilaku yang terlihat dari remaja Punk. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan wawancara. Sedangkan, untuk menganalisis datanya digunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori perkembangan moral dari L. Kohlberg. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa remaja Punk di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang memiliki kecenderungan memiliki pemahaman moral pada tahapan ketiga dari teori L. Kohlberg.The purpose of this research is to find out about the moral developmental stages of Punk teenagers in the jatinangor sub-district of sumedang. Moreover, this research is implicitly trying to answer the reasons behind the perceived behaviors of Punk teenagers. As for the techniques used in this study are observation techniques and interviews. However, to analyze the data used a descriptive qualitative approach using the moral development theory of L.Kohlberg. The results from this study show that Punk teenagers at the jatinangor district of sumedang have a conscious awareness of morals at the third phase of the L. kohlberg theory.
PERGESERAN PEKERJAAN MIGRAN DI WILAYAH PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT (BIJB) Meilanny Budiarti Santoso; Nunung Nurwati; Nurliana Cipta Apsari
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.047 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.25553

Abstract

Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah menjadi faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dan perubahan ekonomi pada masyarakat sekitar, sehingga perhatian semua pihak tidak cukup hanya diberikan pada kondisi fisik kewilayahannya saja, dinamika demografi pada masyarakat sekitar pembangunan BIJB pun harus diperhatikan. Salah satu bentuknya adalah terjadinya pergeseran mata pencaharian warga masyarakat sekitar, namun faktanya sangat sulit bagi masyarakat untuk berpindah pola dari kultur masyarakat agraris ke bidang pekerjaan lainnya. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan in-depth interview dan studi litelatur sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah pembangunan BIJB telah berupaya untuk melakukan berbagai bentuk usaha dalam menyikapi pergeseran mata pencaharian yang terjadi, salah satu pilihan pekerjaan baru yang banyak diminati dan dipandang sesuai dengan keadaan kapasitas masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah dan tidak memiliki keahlian khusus dalam bekerja adalah menjadi pekerja migran ke luar negeri pada sektor informal. Berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah, pengelola BIJB beserta berbagai pihak terkait lainnya dalam menyikapi dinamika pada masyarakat sekitar pembangunan BIJB tersebut adalah dengan: menciptakan peluang usaha, melakukan opportunity job dengan adanya bantuan modal dan pelatihan, serta melakukan upaya penyediaan lahan pertanian baru oleh pemerintah (tukar guling lahan), sehingga petani dapat membeli lahan tersebut dengan harga yang sesuai dengan kemampuan petani.
ANALISIS SELEKSI DAN PENEMPATAN PEKERJA SOSIAL DI PUSAT KESEJAHTERAAN SOSIAL (PUSKESOS) KOTA BANDUNG Rizeki Hardiansyah; Soni Akhmad Nulhaqim
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.711 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.25584

Abstract

Pegawai merupakan asset sebuah organisasi dan berfungsi sebagai penggerak utama dari seluruh aktivitas sebuah organisasi. Tersedianya pegawai yang handal dan profesional di bidangnya merupakan kunci keberhasilan sebuah organisasi. Pihak organisasi harus menempatkan orang yang berkompeten pada posisi yang tepat. Dengan penempatan pegawai yang tetap yang didasari oleh proses seleksi yang efektif akan mengurangi permasalahan-permasalahan organisasi yang muncul kedepannya. Jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis pelaksanaan proses seleksi, dan penempatan pegawai pada Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) Kota Bandung adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dalam penelitian ini menganalisa tentang bagaimana proses seleksi, dan penempatan pekerja sosial di Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) Kota Bandung untuk mendapatkan calon pegawai. Hasil penelitian menemukan bahwa proses seleksi dilimpahkan secara penuh kepada pihak ketiga dalam merekrut pegawai di PUSKESOS, sehingga peran organisasi ini pun yang notabene lebih tau akan kebutuhan organisasinya bersifat minoritas. Penggunaan alat skrining kurang efektif karena menggunakan metode sistem gugur, sehingga tidak semua kandidat mempunyai kesempatan yang sama dalam rangkaian proses seleksi ini.
MITIGASI BENCANA BERBASIS SENSITIVE GENDER Dodi Nuriana; Binahayati Rusyidi; Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.709 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.25562

Abstract

Dampak yang ditimbulkan oleh bencana berbeda berdaskarkan kepada perbedaan kebutuhan dan kondisi gender. Upaya untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut dilakukan melalui serangkain kegiatan yang terstruktur dan terintegrasi melalui mitigasi. Artikel ini bertujuan untuk menkonseptualisasikan mitigasi bencana yang memperhatikan kebutuhan gender melalui pendekatan sensitive gender. Metode penelitian ini yaitu studi literatur dengan menggunakan kajian-kajian empiris dan teoritis terkait dengan mitigasi bencana dan sensitive gender. Hasil penelitian membagi mitigasi bencana yang sensitive gender menjadi dua yaitu berdasarkan kepada kebutuhan strategis dan kebutuhan praktis. Kebutuhan strategis meliputi peningkatan kekuatan perempuan dalam pengambilan keputusan, peningkatan keberhakan terhadap posisi kepemimpinan, akses yang setara ke pekerjaan hak-hak hukum yang setara, serta perlindungan dari kekerasan, hak-hak reproduksi, peningkatan mobilitas. Sedangkan kebutuhan praktis yaitu Gathering gender-sensitive data, Legal infrastructure, Physical infrastructure, Human development, Insurance, Knowledge dissemination, Early Warning, Shelter, Aid Distribution dan Aid Composition
Community Practice Melalui Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahaan (PIPPK) di Kota Bandung Didin Dikayuana; Sri Sulastri; Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.435 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.24776

Abstract

Community practice merupakan pendekatan partisipatif yang melibatkan  komunitas untuk terlibat dalam pembangunan di wilayah. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan proses kolaboratif pembangunan di wilayah melalui Program yang digagas oleh Pemerintah Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pembahasan secara deskriptif. Informan terdiri dari 20 yang meliputi aparat pemerintahan kecamatan, pemerintahan kelurahan, ketua RW, karang taruna, kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahaan (PIPPK) mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian masalah dan pembangunan di wilayahnya. Dampak lainnya adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan, memicu gotong royong antara anggota komunitas, pelestarian lingkungan dan nilai budaya, serta secara politik masyarakat terlibat dalam pembangunan di wilayah urban.
THE ELDERLY’S QUALITY of LIFE IN THE PANTI WERDHA AND THE COMMUNITY OF BANDUNG CITY: WHOQOL-BREF and WHOQOL-OLD Indonesian Version Nadya Ayudiawati Nurbasari; Sharon Gondodiputro; Lazuardhi Dwipa
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.703 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.25611

Abstract

The inability of families to care for their elderly causes them to place the elderly in the Panti Werdhas. The elderly who move to a Panti Werdha usually have difficulties to adapt the new surroundings that can affect their quality of life. The World Health Organization (WHO) developed instruments to measure quality of life, a multidimensional and cross-cultural approach,  namely WHO Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF) and WHO Quality of Life-OLD (WHOQOL-OLD). Both instruments have been translated into Indonesian language. The aim of the study was to analyze the differences in quality of life between the elderly who live in the Panti Werdhas and in the community. A cross-sectional analytic quantitative study was carried out  from October to November 2019 at 5 Panti Werdhas and 6 public health centers (Puskesmas) in Bandung City, West Java, Indonesia. The total number of respondents in the Panti Werdha and at the Puskesmas as many as 42 respondents. The selection of respondents in the Panti Werdhas used purposive sampling, whereas in the puskesmas used consecutive sampling. The Chi-square or Fisher's Exact test was used to analyze the respondent's characteristics and  the Mann-Whitney test was used to analyze differences in the quality of life.  This study discovered that respondents living in the Panti Werdhas were older, not married/divorced and less educated compared to respondents in the community. The quality of life of the elderly in Panti Werdhas was lower compared to the elderly in the community for all dimensions (p=≤0.05) except the dimensions of death and dying (p=0.741). It can be concluded that there are differences in the quality of life between the elderly who live in Panti Werdhas and in the community  except at the dimensions of death and dying.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (STUDI KASUS DI KOTA CIMAHI) Ishak Fadlurrohim; Soni Akhmad Nulhaqim; Sri Sulastri
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.079 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.20326

Abstract

Bantuan Pangan Non Tunai adalah bantuan sosial pangan yang disalurkan dalam bentuk non tunai dari pemerintah kepada KPM (keluarga penerima manfaat) setiap bulannya melalui mekanisme uang elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan atau disebut E-warong yang bekerjasama dengan Bank Penyalur. Kekuatan bantuan sosial pangan non tunai ini adalah penerima manfaat secara efisien dan efektif mampu mengoptimalkan bantuan yang diberikan berdasarkan tingkat kebutuhannya sehingga secara tidak langsung dapat menggairahkan kehidupan ekonomi yang bersangkutan, terjadinya proses internalisasi keuangan inklusif kepada fakir miskin melalui revitalisasi peran lembaga perbangkan, terhindarnya sejumlah kasus inefisien dan inektivitas sebagaimana penyaluran bantuan sosial pangan sebelumnya dan memerlukan manajemen yang baru. Pelaksanaan program BPNT (mencakup : registrasi, penggantian data, kontak informasi dan pengaduan) yang terdiri dari Kordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kabupaten/ Kota, Kordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten/ Kota, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping PKH dan Asisten pendamping PKH untuk daerah sulit. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Weinbach (1994) dalam Kettner (2002), mengatakan bahwa, manajemen dapat dianggap sebagai fungsi spesifik yang dilakukan oleh orang-orang dalam lingkungan kerja yang dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan pencapaian tujuan organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan menggambarkan tentang implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (studi kasus di Kota Cimahi). Informan ditentukan berdasarkan purposive sampling (Informan ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu peneliti), teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam (indeph interview, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Artikel ini menunjukkan Penyaluran bantuan sosial non tunai dengan menggunakan sistem perbankan dapat mendukung perilaku produktif penerima bantuan serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program bagi kemudahan mengontrol, memantau dan mengurangi penyimpangan. Inilah yang menjadi sistem manajemen baru.
Model Pengembangan Ekowisata Mangrove di Pesisir Timur Lampung (Studi di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur) Annissa Valentina; M. Hadziq Qulubi
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.238 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.24881

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dapat dikembangkan untuk kegiatan ekowisata dari mulai potensi alam, potensi budaya, potensi SDM hingga ketersediaan energi di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Kembalinya hutan mangrove di Desa Margasari yang berada di wilayah pesisir sebelah Timur Lampung mendorong usaha pembelajaran tentang fungsi-fungsinya, baik secara ekologis, ekonomis maupun social yang ditandai dengan pulihnya keanekaragaman hayati ekosistem mangrove. Hal ini berdampak baik karena memunculkan peningkatankeragaman tanaman mangrove, jenis ikan, invertebrata bahkan jenis burung yang menjadikannya memiliki daya tariknya sebagai tujuan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif strategi bagi pengembangan ekowisata di wilayah Desa Margasari.Metodologi yang digunakan yakni metode deskriptif, namun bersifat aplikatif, sehingga secara aktual dapat digunakan oleh para perencana dan pengambil keputusan pembangunan di wilayah ini.. Melalui observasi, survey dengan menyebarkan kuesioner, seta wawancara pada stakeholder pengelola hingga penduduk setempat hingga pengunjung, didapatkan data mengenai pengembangan ekowisata mangrove yang telah dilakukan oleh pengelola (pemerintah desa dan pokdarwis) dan perkembangannya sejak awal dibangunnya lokasi wisata setahun yang lalu. Model yang paling tepat digunakan untuk pengembangan ekowisata mangrove Desa Margasari adalah community based on tourism yang mengangkat potensi ekowisata melalui masyarakat setempat.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Program Desa Mandiri Energi Ichda Umul Aisah; Herdis Herdiansyah
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.664 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.21015

Abstract

Energi merupakan komponen terpenting dalam rangka pembangunan suatu bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa energi adalah penggerak aktivitas ekonomi dan sosial. Energi yang umumnya dipakai oleh negara di dunia adalah bahan bakar fosil baik dalam bentuk minyak maupun gas dan batu bara. Dewasa ini ketersediaan bahan bakar fosil terus menyusut, sementara kebutuhannya terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi. Tantangan terbesar kedepan adalah inovasi energi yang dapat menggantikan peran bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan dan menyusun strategi pelaksanaan program Desa Mandiri Energi di desa Haurngombong. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif dengan melakukan studi kasus melalui observasi dan wawancara mendalam pada masyarakat. Selain itu, dalam penelitian ini juga dilakukan analisis SWOT untuk menemukan strategi pelaksanaan program Desa Mandiri Energi di desa Haurngombong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi alternatif yang diproduksi oleh masyarakat desa Haurngombong adalah biogas dari kotoran ternak sapi yang dikembangkan dengan melalui pemberdayaan masyarakat khususnya peternak sapi. Jenis konstruksi biogas yang dikembangkan adalah plastik, fiber, dan beton. Pembuatan biogas ini dipelopori oleh seorang peternak, pemanfaatan biogas hingga saat ini digunakan untuk biogas dan listrik. Untuk memastikan keberlanjutan produksi biogas ini diperlukan adanya ketersediaan bahan baku (kotoran sapi), peningkatkan mutu biogas, serta upaya pengembangan teknologi instalasi biogas, upaya penguatan anggota peternak dengan kelompok, upaya peningkatkan kerjasama dengan pihak luar program, upaya peningkatkan manajemen usaha ternak, upaya pemasyarakatkan biogas sebagai energi alternatif dan menjalin kerjasama jasa kredit perbankan guna pengembangan program. Namun demikian perlu adanya antisipasi kelemahan program yang telah berlangsung dengan optimalisasi jangkauan instalasi biogas, dan pemberian modal instalasi genset biogas.
RASIONALITAS KULI CANGKUL DI KOTA BANDUNG Rudi Saprudin Darwis; Nita Sri Apriliani; Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.203 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.25253

Abstract

Sulitnya mendapatkan penghasilan di desa membuat banyak buruh tani yang memilih untuk migrasi ke kota meskipun pilihan untuk bekerja di kota juga tidak lebih baik dari pekerjaan di desa. Kondisi tersebut juga dialami oleh buruh tani asal Desa Jatiserang Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka yang umumnya meninggalkan desanya ke Kota Bandung untuk bekerja sebagai kuli cangkul. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rasionalitas kuli cangkul asal Desa Jatiserang yang memilih untuk bekerja sebagai kuli cangkul di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan 12 orang informan. Fokus dari peneltian ini adalah aspek-aspek dari pilihan rasional yang terdiri dari aktor, sumber daya dan kelangkaan sumber daya, nilai atau pilihan, dan lembaga sosial. Dari semua aspek pilihan rasional tersebut, rasionalitas pada buruh tani dipengaruhi oleh sumber daya dan kelangkaan sumber daya serta nilai atau pilihan (preferensi) pribadi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue