cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2013)" : 9 Documents clear
HUBUNGAN MALNUTRISI DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI DIKAWASAN TEMPAT PEMBUNGAN AKHIR (TPA) SUMOMPO A., Sifra T.
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i3.3241

Abstract

The study used data collection techniques is a survey research with cross sectional analytic contained dikuesioner and interviews conducted in landfills Sumompo November 2012. RESULTS: The data showed that the women who have a BMI of underweight by 22 (32%) female respondents, while women with a normal BMI of 16 (20%) of respondents while women are overweight by 48 (68%) female respondents. above were found in addition to irregular menstrual cycles on polimenorea respondents 16 (17%) of respondents, Normal 13 (14%) of respondents, Oligomenorea 31 (32%) and the most common complaints of the respondents were classified as amenorrhoea sekuder amenorrhoea were 36 (37%) CONCLUSIONS: The majority of respondents were classified into categories indicating a disturbance malnurisi menstrual cycleobtained data on other than an irregular menstrual cycle on respondents Polimenorea, OligomenoreaKEY WORDS: BMI, Poliamenorea, Oligomenorea, amenorrhoeaAbstrakPenelitian menggunakan cross sectional yang terdapat dikuesioner dan wawancara yang dilakukan di tempat pembuangan akhir (TPA) Sumompo November 2012. HASIL : Data pada menunjukan bahwa wanita yang memiliki IMT underweight sebanyak 22(32%) responden wanita,sedangkan wanita dengan IMT normal 16 (20%) responden sedangkan wanita yang Overweight sebanyak 48 (68%)responden wanita. diatas didapati selain siklus menstruasi yang tidak teratur pada responden polimenorea 16(17%) responden , Normal 13(14%) responden, Oligomenorea 31(32%)dan keluhan yang paling sering pada responden amenorea yang digolongkan amenorea sekuder sebanyak 36(37%) responden priode pada 6 bulan diliat dari usia responden. Sebagian besar responden digolongkan kedalam ketegori malnurisi yang menunjukan adanya gangguan siklus menstruasi data pada didapat selain siklusmenstruasi yang tidak teratur pada responden Polimenorea , Oligomenorea , Amenorea.KATA KUNCI : IMT, Poliamenorea, Oligomenorea,Amenorea
HUBUNGAN SIRKUMSIS DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK SEKOLAH DASAR Batara, Algi Reafanny; Umboh, Adrian; Wilar, Rocky
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i3.3591

Abstract

Abstrak: Infeksi saluran kemih (ISK) adalah keadaan adanya infeksi (ada pertumbuhan dan perkembangan bakteri) dalam saluran kemih yang meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih dengan jumlah bakteriuri bermakna yaitu ≥ 100.000 koloni / ml urin segar, infeksi ini sering di temukan pada anak dan merupakan penyebab kedua terbanyak mordibitas penyakit infeksi pada anak sesudah infeksi saluran napas. Sebelum usia 1 tahun, ISK lebih banyak terjadi pada anak laki-laki sedangkan setelahnya anak perempuan lebih dominan, rasio ini terus meningkat hingga di usia sekolah. Salah satu faktor penyebab ISK adalah  sirkumsisi, dimana anak laki-laki yang sudah disirkumsisi resiko ISK menurun dari 0,2 - 0,05% dari anak laki-laki yang tidak disirkumsisi. Anak laki-laki yang tidak di sirkumsisi, ISK terjadi karena daerah di bawah kulit prepusium sangat peka terhadap mikrolesi dan lingkungan yang lembab sehingga dapat memudahkan terjadinya infeksi. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini mengenai hubungan sirkumsisi dengan infeksi saluran kemih pada anak sekolah dasar Madrasah Ibtidayah yang menggunakan uji chi-square (x2) dan koefisien korelasi pada tingkat kemaknaan 95% (α0,05). Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa tidak adanya hubungan yang bermakna antara sirkumsisi dengan kejadian ISK pada anak sekolah dasar. Kata kunci: Sirkumsisi, Infeksi Saluran Kemih (ISK), Siswa     Abstract: Urinary Tract Infection (UTI) is an infection state (there is growth and development of bacteria) in the urinary tract which include in the kidney parenchyma to infection in the bladder with a significant amount of bacteria that is ≥ 105 colonies / ml of fresh urine, this infection is often found in children and is the second most common cause of infectious disease morbidity in children after respiratory infection. Before the age of 1 year, UTI is more common in boys, while girls are more dominant thereafter, this ratio continued to increase until at school age. One of the causes of UTI is circumcision, where the boys were already circumcised risk of  UTI decreased 0,2 to 0,05% of the boys who are not circumcised. The boys who are not circumcised, UTI occurs because the area under the foreskin is very sensitive to mikrolesi and humid environment so as to facilitate the infection. The type of study is observational analytic cross sectional design. The study about a circumcision relationship with Urinary Tract Infections (UTI) in primary school children Madrasah Ibtidayah with using chi-square test (x²) and the correlation coefficient at 95% significance level (α0,05). Conclusion: Based on the results of the study it can be concluded that there was no significant correlation between circumcisions with incidence of UTI in elementary school children. Keywords: Circumcision, Urinary Tract Infections (UTI), Students.
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PENINGKATAN KADAR ALBUMINURIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UMUM Adam, Rizky Natanael
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.1.3.2013.3238

Abstract

Obesitas merupakan penyakit karena asupan dan pengeluaran energi tidak seimbang yang menyebabkan jaringan lemak berlebihan, yang mengakibatkan keluarnya protein terutama albumin lewat urine terjadi karena adanya gangguan pada sistem filter di ginjal tepatnya di glomerulus yang mengakibatkan banyak protein yang keluar atau „bocor‟ yang disebut Mikroalbuminurin, Mikroalbuminuria merupakan salah satu penanda keterlibatan ginjal sebagai organ target pada penderita obesitas yang dinilai melalui pemeriksaan Rasio Albumin Kreatinin Urin (RAKU). Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan Obesitas dengan peningkatan kadar Albuminurin pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSRAT program studi Kedokteran Umum.Metode: Metode Penelitian ini bersifat opservasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini adalah 30 orang dengan membandingkan 15 orang obesitas dan 15 orang non-obesitas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSRAT program studi Kedokteran Umum yang berlangsung pada bulan November – Desember 2012.Hasil: Pada pemeriksaan RAKU didapati 4 sampel atau 13,33% sampel pada obesitas yang kadar albuminurin ialah mikroalbumin, dan juga pada tekanan darah sistolik dan diastolik terdapat perbedaan antara kelompok obesitas dan non-obesitas dimana di kelompok obesitas lebih tinggi rata-ratanya , penelitian ini menggunakan uji spearman dimana nilai RAKU p= 0,001 dan juga ditemukan pada sistolik p=0,05 dan diastolik p=0,032 hasil ini menunjukannya ada hubungan obesitas dengan peningkatan kadar albuminurin pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSRAT program studi Kedokteran Umum.Kesimpulan: Di temukan hubungan obesitas dengan peningkatan albuminurin pada pemeriksaan Rasio Albumin Kreatinin Urin.Kata Kunci : Obesitas, Lingkar Pinggang, Rasio Albumin Kreatinin Urin (RAKU)AbstractObesity is a disease that attributed by consume and dispensing energi that not balance and cause more fat tissue, and also cause protein dispensing especially albumine through urine. It is happen because there is disruption infiltration system in kidney especially in glomerulus and it is make more protein dispensing or “leak” and namely as microalbuminurine. Microalbuminurine is the one sign of kidney involvement as target organ to obesity pasient who assessed by Urine creatinine albumine ratio essay. The objective of this research is to investigate the associate of obesity with albuminurine concentrate increasing to students in general medicine program study, faculty of medicine, University of Sam ratulangi.Methode: Methode of this research is observational typical with cross-sectional approach. The sample of this research is 30 students including 15 students with obesity and 15 students with non-obesity. This research conducted during november – december 2012Results: On Urine creatinine albumine ratio essay found 4 samples or 13,33 % toward obesity with albuminurine concentration is microalbumine. There was different toward sistolic and diastolik blood pressure that high in obesity group observed. This research used Spearmen tested with value of Urine creatinine albumine ratio p= 0,001 and to sistolic p=0,05 and also diastolic p=0,032. This findings show an association between obesity and albuminurine concentration increased.Conclusion: This research found an association between obesity with the increasing of albuminurine concentration on Urine creatinine albumine ratio essay.Key words: Obesity, waist bend, Urine creatinine albumine ratio.
GAMBARAN FOTO TORAKS PADA PENDERITA DEWASA DENGAN DIAGNOSIS KLINIS DIABETES MELITUS YANG DISERTAI TUBERKULOSIS PARU DI BAGIAN/SMF RADIOLOGI FK UNSRAT BLU RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 1 JANUARI 2011 – 31 DESEMBER 2011 Ismail, Muhammad Rizal
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i3.3239

Abstract

Diabetes is a major threat to human health in the 21st century. WHO to estimate that in 2025, number of people with diabetes over of 20 years will develop to 300 million people. Diabetes mellitus is also a disease that can lead to many complications one of them pulmonary tuberculosis, this complication be enforced with radiodiagnostic like thorax photo. The purpose of this study is to know about description of thorax photo in adult patients with a clinical diagnosis of diabetes mellitus with pulmonary tuberculosis in Department/SMF Radiology Faculty of Medicine UNSRAT BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado period on 1st January 2011 – 31st December 2011. The study design was a retrospective descriptive study. The data are from request form sheet and radiographic response in the Department of Radiology and processed in descriptive. Results of this study indicate the number of patients with radiologic diagnosis of diabetes mellitus who accompanied pulmonary tuberculosis as many as 90 patients. Most cases are in the age of 56 - 65 years (41.11%) with the man that is equal to 53.33%. With the results of thorax photo in infiltrate view the highest 30.00%. The conclusion is description of thorax photo in adult patients with a clinical diagnosis of diabetes mellitus with pulmonary tuberculosis were fewer compared to those without pulmonary tuberculosis with the highest infiltrates view. Keywords: Diabetes mellitus, thorax photo, pulmonary tuberculosisAbstrakDiabetes adalah salah satu ancaman utama bagi kesehatan umat manusia pada abad ke-21. WHO membuat perkiraan bahwa pada tahun 2025 jumlah pengidap diabetes di atas umur 20 tahun akan membengkak menjadi 300 juta orang. Diabetes melitus juga merupakan suatu penyakit yang bisa menimbulkan banyak komplikasi salah satunya tuberkulosis paru, komplikasi ini diketahui dengan menggunakan radiodiagnostik seperti foto toraks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang gambaran foto toraks pada penderita dewasa dengan diagnosis klinis diabetes melitus yang disertai tuberkulosis paru di Bagian/SMF Radiologi FK UNSRAT BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 januari 2011 – 31 desember 2011. Desain penelitian ini adalah penelitian retrospektif yang bersifat deskriptif. Data berupa lembaran permintaan dan jawaban foto toraks di Bagian Radiologi dan diolah dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah penderita dengan diagnosis radiologis diabetes melitus yang disertai tuberkulosis paru sebanyak 90 penderita. Kebanyakan kasus adalah pada umur 56 – 65 tahun (41,11%) dengan laki-laki yaitu sebesar 53,33%. Dengan hasil gambaran foto toraks terbanyak pada gambaran Infiltrat yaitu 30,00%. Kesimpulannya ialah dari hasil gambaran foto toraks pada penderita dewasa dengan diagnosis klinis diabetes melitus yang disertai tuberkulosis paru ternyata lebih sedikit dibandingkan dengan yang tanpa tuberkulosis paru dengan gambaran terbanyak yaitu infiltrat.Kata Kunci: Diabetes melitus, foto toraks, tuberkulosis paru
JENIS-JENIS PENYAKIT GINEKOLOGI UMUM MENURUT URUTAN TERBANYAK DI BLU RSU PROF. DR. R. D. KANDO U PERIODE 1 JANUARI 2012 - 31 DESEMBER 2012 Berhandus, Christian
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i3.3242

Abstract

Hampir setiap wanita pernah mengalami kondisi ginekologis atau infeksi dalam kehidupannya. Wanita memegang peranan utama terhadap kelanjutan generasi penerus bagi suatu negara, sehingga kesehatan wanita memberikan pengaruh yang besar. Kesehatan wanita juga merupakan parameter kemampuan negara dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal adalah kesehatan wanita khususnya kesehatan reproduksi karena dampaknya luas dan menyangkut berbagai aspek kehidupan.Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui data jumlah mengenai jenis-jenis penyakit Ginekologi umum yang ada di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou pada Periode 1 Januari - 31 Desember 2012. Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan 3 penyakit Ginekologi umum terbanyak di RSU Prof. Dr. R. D. Kandou pada Periode 1 Januari - 31 Desember 2012 yaitu Mioma Uteri (43.1%), Kista Ovarium (41.4%), dan Disfunctional Uterine Bleeding (4.13%).ABSTRACTAlmost every woman experienced gynecological disorders or infection throughout their lives. Women holds a vital role on the existence a country’s next generation, and therefore the health of women will bring major impact. Women’s health also serves as an indicator of a country’s ability in delivering health service to the society. One of many things that we should pay attention to in order to accomplish an optimal degree of health is the health of women’s reproductive organ for its broad effect and it relates to plenty of aspects of life.A research has been conducted in order to determine the amount of data concerning the general Gynecology disease that could be found in the Public Service Agency (BLU) of Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital for the period of January 1st – December 31st 2012. This is a descriptive retrospective research. The result of this research shows that there are three Gynecology diseases that stand out the most in the Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital for the period of January 1st – December 31st 2012; Mioma Uteri (43.1%), Kista Ovarium (41.4%), and Disfunctional Uterine Bleeding (4.13%).
HUBUNGAN JENIS PERSALINAN DENGAN KEJADIANASFIKSIA NEONATORUM DI RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO Zainuddin, Zulkarnain
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i3.3237

Abstract

Neonatal Asphyxia is a condition of newborns who fail to breathe spontaneously and regularly soon after birth.Asphyxiais one ofthe causes ofmortalityandmorbidityof newborns. In Prof Dr. Dr. R. D Kandou Manado neonatal asphyxia was ranked 7 out of 10 perinatology disease by 2011 as many as 50 cases. There are several factors that trigger the occurrence of asphyxia eclampsia, fetal distress, abruptio placenta, placenta previa, and the state of maternal and others fetal distress. This study is a retrospective analytical taken in the form of medical records of the period July 2010 - July 2012. The total sampel of 100 samples were divided into 50 infants asphyxia and 50 infants of non asphyxia. The data were processed using SPSS version 16. Statistical tests were conducted to prove the hypothesis with chi square test. The results showed a significant relationship between type of delivery and neonatal asphyxia (P = 000), where the Caesarean section delivery with the largest percentage of asphyxia in infants that is 31 infants (62%). Highly significant correlation between the type of childbirth with the incidence of asphyxia. Caesarean section with the largest percentage due mostly done when the mother and fetus during an emergency such as fetal distress, eclampsia, preeclampsia, fetal abnormalities layout, narrow pelvis, oligohydramnios, premature rupture of membranes, and prolonged labor.Keywords: Asphyxia neonatorum, type of childbirthAbstrakAsfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas bayi baru lahir. Di RSUP Prof. Dr. R.D Kandou Manado asfiksia neonatorum menduduki peringkat 7 dari 10 penyakit perinatologi pada tahun 2011 sebanyak 50 kasus. Ada beberapa faktor pencetus terjadinya asfiksia yaitu eklampsia, gawat janin, solusio plasenta, plasenta previa, dan keadaan gawat ibu dan janin lainnya. Penelitian ini bersifat analitik retrospektif yang diambil dalam bentuk rekam medis periode juli 2010 – juli 2012. Besar sampel sebanyak 100 sampel yang terbagi atas 50 bayi asfiksia dan 50 bayi non asfiksia.Data diolah menggunakan SPSS versi 16.Uji statistik dilakukan untuk membuktikan hipotesis dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara jenis persalinan dan asfiksia neonatorum (P=000), dimana persalinan seksio sesarea dengan presentase terbesar pada bayi asfiksia yakni 31 bayi (62%). Adanya hubungan yang sangat bermakna antara jenis persalinan dengan kejadian asfiksia.Seksio sesarea dengan presentase terbesar dikarenakan kebanyakan dilakukan apabila ibu maupun janin dalam keadaan darurat misalnya gawat janin, eklamsia, preeklamsia, kelainan letak janin, panggul sempit, oligohidramnion, ketuban pecah dini, dan partus lama.Kata Kunci: Asfiksia neonatorum, jenis persalinan.
GAMBARAN PASIEN INFARK MIOKARD DENGAN ELEVASI ST (STEMI) YANG DIRAWAT DI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2010 SAMPAI DESEMBER 2010 Wagyu, Edward August
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.1.3.2013.3243

Abstract

Abstract :Introduction : ST Elevation Myocardial Infarction disease is the leading cause of death in some advance and developing countries. This disease caused by several risk factor, including unhealthy life style, have diabetic history before, uncontrol hypertension, ages, genders and stress.Objective: This study aims to determine how the image of patients with ST elevation myocardial infarction (STEMI) who were treated in the department of Prof.. DR. R.D. Kandou Manado for 1 year (1st January 2010 - 31st December 2010). A descriptive study of benign skin tumor of the medical records of new patients based on gender, age, location of the occurrence of myocardial infarction, myocardial infarction risk factors, onset of an attack, myocardial infarction complications occurring levels and TIMI risk stratification based on TIMI Risk Score.Results: There were 83 patients of ST Elevation Myocardial Infarction in this hospital. Highest age group is 60-69 years. This disease was almost found in men patients than women. Most risk factor was found in this study is uncontrolled hypertension.Conclusion: ST Elevation Myocardial Infarction is the most dangerous diseases in world that found in Heart and Cardiovascular department Dr Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Highest age group is 60-69 years. ST Elevation Myocardial Infarction was more common in men. Most risk factor for this disease is uncontrol hypertension.Keyword: ST Elevation Myocardial Infarction disease, HeartAbstrak :Pendahuluan : ST Elevation Myocardial Infarction penyakit adalah penyebab utama kematian di beberapa muka dan negara-negara berkembang . Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor risiko , termasuk gaya hidup yang tidak sehat , memiliki sejarah diabetes sebelumnya , hipertensi terkendali , usia , jenis kelamin dan stres Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pasien dengan ST elevasi miokard infark ( STEMI ) yang dirawat di departemen Prof . DR . RD Kandou Manado selama 1 tahun ( 1 Januari 2010 - 31 Desember 2010) .Sebuah penelitian deskritif dari rekam medis pasien baru berdasarkan jenis kelamin, usia , lokasi terjadinya infark miokard , faktor risiko infark miokard , timbulnya serangan , komplikasi infark miokard terjadi tingkat dan TIMI stratifikasi risiko berdasarkan TIMI Skor Risiko.Hasil: Ada 83 pasien dari ST Elevation Myocardial Infarction di rumah sakit ini . Kelompok umur tertinggi adalah 60-69 tahun . Penyakit ini hampir ditemukan pada pria daripada wanita pasien . Kebanyakan faktor risiko ditemukan dalam penelitian ini adalah hipertensi yang tidak terkontrol .Kesimpulan : ST Elevation Myocardial Infarction adalah penyakit yang paling berbahaya di dunia yang ditemukan di Jantung dan Kardiovaskular departemen Dr Prof Dr RD Kandou Manado . Kelompok umur tertinggi adalah 60-69 tahun . ST Elevation Myocardial Infarction lebih sering terjadi pada pria . Kebanyakan faktor risiko untuk penyakit ini adalah hipertensi terkendali .Kata kunci : Penyakit Infark Miokard dengan Elevasi segmen ST, Jantung
POLA PENYAKIT PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK TELINGA, HIDUNG, TENGGOROK - BEDAH KEPALA LEHER BLU RSU PROF. DR. R.D. KANDOU – MANADO PERIODE JANUARI 2010 - DESEMBER 2012 Pembobo, Elisa E. B.; Mengko, Steward K.; Pelealu, Olivia C. P.
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i3.3590

Abstract

Abstract: Health has a great role in improving people's lives. The health system itself is all the activities that have the primary purpose of improving, repairing, or health care. Many things affect the health system in Indonesian as a developing country, among others is people's behavior. This can make the health system spending more responsive to local conditions and the diversity of disease patterns. Moreover, it can also result in the increase of regional disparities of health financing and reduced health information of national importance. This study aimed to determine the pattern of disease in the polyclinic ENT-HN Prof. Dr. R.D. Kandou General Hospital during January 2010 - December 2012. This was a retrospective descriptive study. The highest number of patients was in 2011 which was 2305 patients. The most common disease found in 2010 was obturans wax. In 2011 and 2012, the most common disease was otitis externa. During the period 2010-2012, the highest frequencies were among civilized employees, females, and aged 45-64 years. Conclusion: There were 10 diseases with the highest frequency during 2010-2012. In 2010, obturans wax was the most frequent cases, followed by otitis externa, sinusitis, chronic pharyngitis, acute pharyngitis, rhinitis, corpus alienum MAE, presbyakusis, acute rhinitis, and acute otitis media. In 2011, otitis externa was the most common disease, followed by obturans wax, chronic pharyngitis, sinusitis maxilaris, chronic purulent otitis media, allergic rhinitis, presbyacusis, corpal, and laryngitis. In 2012, otitis externa was still the most frequent, followwed  by obturans wax, chronic pharyngitis, sinusitis maxilaris, presbyacusis, chronic purulent otitis media, allergic rhinitis, laryngitis, and chronic rhinitis Keywords: disease patterns, outpatient, ENT-HN    Abstrak: Kesehatan berperan besar dalam meningkatkan derajat hidup masyarakat. Sistem kesehatan sendiri merupakan semua aktivitas yang memiliki tujuan utama meningkatkan, memperbaiki, atau merawat kesehatan. Banyak hal yang memengaruhi sistem kesehatan di Indonesia sebagai suatu negara berkembang; salah satunya ialah perilaku masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan pengeluaran kesehatan menjadi lebih responsif terhadap kondisi lokal dan keragaman pola penyakit; selain itu, dapat juga berdampak pada meningkatnya ketimpangan pembiayaan kesehatan secara regional dan berkurangnya informasi kesehatan yang penting secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola penyakit di poliklinik THT-KL BLU RSU Prof. Dr. R.D. Kandou periode Januari 2010 - Desember 2012. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kunjungan terbanyak pada tahun 2011 yaitu 2305 orang. Pada tahun 2010, penyakit tersering ditemukan serumen obturans. Tahun 2011 dan 2012, penyakit tersering ditemukan ialah otitis eksterna. Pada periode 2010-2012 pekerjaan pasien yang tertinggi ialah PNS, jenis kelamin perempuan, dan usia 45 – 64 tahun. Simpulan: Terdapat 10 jenis penyakit dengan frekuensi terbanyak. Pada periode 2010 secara berurut (mulai dari kunjungan tersering), yaitu: serumen obturans, otitis eksterna, sinusitis, faringitis kronik, faringitis akut, rinitis alergi, korpus alienum, presbiakusis, rinitis akut, dan otitis media akut. Pada periode 2011, yaitu: otitis eksterna, serumen, serumen obturans, faringitis kronik, sinusitis maksilaris, OMPK, rinitis alergi, presbiakusis, korpal, laringitis. Pada periode 2012, yaitu: otitis eksterna, serumen, serumen obturans, faringitis kronik, sinusitis maksilaris, presbiakusis, OMPK, rinitis alergi, laringitis, dan rinitis kronik. Kata kunci: pola penyakit, rawat jalan, THT-KL
HUBUNGAN EKSKRESI ALBUMINURIA DENGAN PENYAKIT JANTUNG HIPERTENSI DI BLU/RSUP Prof. dr. R.D. Kandou MANADO NOVEMBER - DESEMBER 2012 Biseph, Robert M.
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i3.3240

Abstract

Penyakit jantung hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang berlangsung kronis dan berhubungan dengan hipertrofi ventrikel kiri dan disfungsi endotel. Kejadian albuminuria pada penderita hipertensi berhubungan dengan kerusakan endotel glomerulus dan merupakan prediktor penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara ekskresi albuminuria dengan penyakit jantung hipertensi berdasarkan derajat penyakit menurut NYHA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien penyakit jantung hipertensi (PJH) yang di rawat di BLU/RSUP Prof. dr. R.D.Kandou Manado yang berjumlah 20 pasien dengan derajat ringan dan 20 pasien dengan derajat berat. Pengukuran variabel berdasarkan catatan pada rekam medik pasien, anamnesis dan pengukuran albuminuria dengan menggunakan dipstick. Hasil: Uji chi-square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara ekskresi albuminuria dengan penyakit jantung hipertensi (p=0,001) dengan nilai prediksi OR pada CI 95% (2,27-48,75) ialah 10,52. Tidak terdapat hubungan antara umur dengan ekskresi albuminuria (p=0,799), jenis kelamin dengan ekskresi albuminuria (p=0,121). Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini kejadian albuminuria berhubungan dengan penyakit jantung hipertensi dimana terjadi peningkatan resiko ekskresi albuminuria pada pasien PJH dengan derajat berat dibandingkan dengan pasien PJH dengan derajat ringan.Kata Kunci: Albuminuria, Penyakit Jantung Hipertensi

Page 1 of 1 | Total Record : 9