Jurnal Orientasi Baru
Orientasi Baru adalah Jurnal ilmiah yang bertujuan menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis yang dapat memberi inspirasi dan arah baru bagi kehidupan Gereja dan masyarakat Indonesia di tengah kemajemukan budaya dan agama dalam diskusi bidang filsafat, teologi ataupun ilmu-ilmu terkait dalam bentuk karya tulis, laporan penelitian dan resensi buku. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Jurnal terbit 2 kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010"
:
11 Documents
clear
Aspects of Pilgrimage to The Cemetery of Father Sanjaya in Muntilan
Yoachim, Agus Tridiatno
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.971 KB)
Ada tiga hal penting yang pantas disebutkan berkaitan dengan praktik “Berziarah ke makam Romo Sanjayaâ€. Pertama, praktik berziarah ke makam Romo Sanjaya merupakan bentuk penghayatan keagamaan populer (popular religiosity). Kedua, praktik tersebut merupakan bentuk devosi yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Ketiga, praktik itu merupakan salah satu usaha untuk menghidupkan “kenangan bersama†(collective memory) akan pokok-pokok iman para peziarah. Praktik berziarah ke makam Romo Sanjaya merupakan bentuk devosi Katolik yang didasarkan pada ajaran Gereja, dan bukan pertama-tama didasarkan pemahaman budaya Jawa tentang tradisi “nyekar,†meski pengaruh tradisi Jawa itu tentu ada. Devosi yang melibatkan aspek emosi yang hangat itu selanjutnya akan mendorong umat untuk berliturgi, terutama perayaan Ekaristi, secara lebih hidup. Perayaan Ekaristi mendorong umat untuk memperdalam maknanya di dalam devosi. Berdoa di makam Romo Sanjaya yang dipercaya sebagai orang kudus merupakan praktik devosi itu. Dalam devosi tersebut, umat menggali “kenangan bersama†(collective memory) akan pokok-pokok iman mereka.
Konseling Eksistensial: Suatu Proses Menemukan Makna Hidup
Triyono, Y.
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.193 KB)
Human life is motivated by searching of meaning. Life without meaning is unbearable. This is the condition where human being undergoes existential vacuum. Logoteraphy, as existential counseling and psychotherapy, helps human being to solve this existential problem. There are three ways to reach the meaning of life: (1) creative values, (2) experiential values, and (3) attitudinal values. Logoteraphy fundamentally believes that human being has positive freedom and responsibility. Based on those two qualities human being can transcend their condition: though they are not free from certain conditions, they have freedom to take a stand in every condition. The meaning of life can be experienced in all conditions, also in the situation of incurable sufferings.
A House of Prayer for All Nations. A Study on Isaiah 56: 1-8 from the perspective of Christian-Muslim dialogue
Amirzanah, Syafaatun
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.09 KB)
Dialog antar agama sekarang nampaknya bukan hanya merupakan pembahasan di arena akademik melainkan juga menjadi diskusi populer di beberapa tempat. Dialog menjadi diskusi hangat di kafe, perkumpulan orang di berbagai tempat, dan khotbah-khotbah di tempat ibadah (termasuk mesjid) Salah teks Alkitab yang dapat digunakan sebagai landasan dialog antara Kristen dan Muslim adalah Yesaya 56: 1-8. Dalam teks tersebut termuat tema keselamatan. Keselamatan tidak dibatasi oleh agama, sehingga semua orang dapat mendapat keselamatan. Semua ciptaan Tuhan dapat menjadi lokus kehadiran Tuhan. Tuhan telah bermanifestasi dalam berbagai bentuk kepada beraneka ragam manusia. Tuhan juga telah menyelamatkan manusia melalui tradisi mereka masing-masing. Penyelamatan Tuhan yang bersifat universal berada di mana-mana dan secara aktif berkarya melalui berbagai cara. Di dalam setiap budaya atau tradisi terdapat Sinar Cahaya Tuhan. Setiap manusia adalah unik, sehingga ungkapan dalam menanggapi “Sabda Ilahi†juga unik dan sekaligus beragam. Tuhan dapat disembah dan dijumpai dalam berbagai cara.
Transference and Countertransference dalam Relasi Konseling
Hastuti, MM. Sri
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.153 KB)
Both transference and countertransference essentially are natural projection of feelings and expections from an individual to another one which occurs spontaneously and unconsciously. The feelings that are unconsciously projected in transference and countertransference are very real, come from the center of ones being and are based upon past experience with other people or events. Transference and counter transference not only occurs in counseling, but in all of our relationship. However, if transference and countertransference occurs in the counseling relationship, both of them will affect the effectiveness of counseling process. Regarding transference or countertransference, reactions of counselor in counseling process to his/her counselee may not be related to the actual intervention. When counseling, it is important to be aware of some dangers inherent in transference or countertransference. The key is for the professional counselor to acknowledge the existence and significance of transference for the conselee and countertransference for the counselor.
Memaknai Bhineka Tunggal Ika dalam Perspektif Kristiani
Marianto, Yohanes Robini
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.297 KB)
This paper is an attempt to explore understanding and meaning of the realities of human life traits such unity in diversity from Christian perspectives. According to the author, talks about the pluralism that is based on the depth of God should be in touch with the mystery of God or the mystery of faith in the Triune God. The triune God is an example of how Christians should be open in respect for differences and uniqueness of all parties. If God does not forbid the difference in himself, it is fatal and the contradiction that His creation did not appreciate each other in the difference.
The Instauration of Human Dominion Over Nature in Francis Bacon Novum Organum
Nugrahanta, Gregorius Ari
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.6 KB)
Keberhasilan Kristophorus Columbus menemukan dunia baru dengan pelayarannya sampai ke kepulauan Bahamas 1492 membuka cakrawala baru. Penemuan baru ini dimungkinkan berkat penemuan-penemuan sebelumnya dalam ilmu pengetahuan. Terobosan ini membuat orang bertanya, mengapa selama berabadabad sebelumnya tidak terjadi penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan kondisi apa yang memungkinkan orang untuk menemukan hal-hal baru dalam ilmu pengetahuan. Francis Bacon (1561-1626) dalam buku Novum Organum menemukan bahwa ilmu pengetahuan yang diwariskan sampai saat itu tidak menghantar orang pada penemuan-penemuan baru, karena ilmu pengetahuan tersebut memiliki cacat fundamental. Bacon ingin memulai restorasi total terhadap ilmu pengetahuan. Untuk itu ia merumuskan filsafat alam yang baru yang mencoba menggabungkan rasio dan alam dengan instrumen yang baru sebagai metode ilmiah, yaitu metode induksi. Upaya restorasi total ini tidak lain adalah upaya untuk mengembalikan kemampuan manusia untuk mengontrol alam.
Memaknai Bhineka Tunggal Ika dalam Perspektif Kristiani
Yohanes Robini Marianto
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This paper is an attempt to explore understanding and meaning of the realities of human life traits such unity in diversity from Christian perspectives. According to the author, talks about the pluralism that is based on the depth of God should be in touch with the mystery of God or the mystery of faith in the Triune God. The triune God is an example of how Christians should be open in respect for differences and uniqueness of all parties. If God does not forbid the difference in himself, it is fatal and the contradiction that His creation did not appreciate each other in the difference.
The Instauration of Human Dominion Over Nature in Francis Bacon Novum Organum
Gregorius Ari Nugrahanta
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberhasilan Kristophorus Columbus menemukan dunia baru dengan pelayarannya sampai ke kepulauan Bahamas 1492 membuka cakrawala baru. Penemuan baru ini dimungkinkan berkat penemuan-penemuan sebelumnya dalam ilmu pengetahuan. Terobosan ini membuat orang bertanya, mengapa selama berabadabad sebelumnya tidak terjadi penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan kondisi apa yang memungkinkan orang untuk menemukan hal-hal baru dalam ilmu pengetahuan. Francis Bacon (1561-1626) dalam buku Novum Organum menemukan bahwa ilmu pengetahuan yang diwariskan sampai saat itu tidak menghantar orang pada penemuan-penemuan baru, karena ilmu pengetahuan tersebut memiliki cacat fundamental. Bacon ingin memulai restorasi total terhadap ilmu pengetahuan. Untuk itu ia merumuskan filsafat alam yang baru yang mencoba menggabungkan rasio dan alam dengan instrumen yang baru sebagai metode ilmiah, yaitu metode induksi. Upaya restorasi total ini tidak lain adalah upaya untuk mengembalikan kemampuan manusia untuk mengontrol alam.
A House of Prayer for All Nations. A Study on Isaiah 56: 1-8 from the perspective of Christian-Muslim dialogue
Syafaatun Amirzanah
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dialog antar agama sekarang nampaknya bukan hanya merupakan pembahasan di arena akademik melainkan juga menjadi diskusi populer di beberapa tempat. Dialog menjadi diskusi hangat di kafe, perkumpulan orang di berbagai tempat, dan khotbah-khotbah di tempat ibadah (termasuk mesjid) Salah teks Alkitab yang dapat digunakan sebagai landasan dialog antara Kristen dan Muslim adalah Yesaya 56: 1-8. Dalam teks tersebut termuat tema keselamatan. Keselamatan tidak dibatasi oleh agama, sehingga semua orang dapat mendapat keselamatan. Semua ciptaan Tuhan dapat menjadi lokus kehadiran Tuhan. Tuhan telah bermanifestasi dalam berbagai bentuk kepada beraneka ragam manusia. Tuhan juga telah menyelamatkan manusia melalui tradisi mereka masing-masing. Penyelamatan Tuhan yang bersifat universal berada di mana-mana dan secara aktif berkarya melalui berbagai cara. Di dalam setiap budaya atau tradisi terdapat Sinar Cahaya Tuhan. Setiap manusia adalah unik, sehingga ungkapan dalam menanggapi Sabda Ilahi juga unik dan sekaligus beragam. Tuhan dapat disembah dan dijumpai dalam berbagai cara.
Konseling Eksistensial: Suatu Proses Menemukan Makna Hidup
Y. Triyono
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Human life is motivated by searching of meaning. Life without meaning is unbearable. This is the condition where human being undergoes existential vacuum. Logoteraphy, as existential counseling and psychotherapy, helps human being to solve this existential problem. There are three ways to reach the meaning of life: (1) creative values, (2) experiential values, and (3) attitudinal values. Logoteraphy fundamentally believes that human being has positive freedom and responsibility. Based on those two qualities human being can transcend their condition: though they are not free from certain conditions, they have freedom to take a stand in every condition. The meaning of life can be experienced in all conditions, also in the situation of incurable sufferings.