cover
Contact Name
Dionius Bismoko Mahamboro
Contact Email
jurnal-teologi@usd.ac.id
Phone
+62274-880957
Journal Mail Official
jurnal-teologi@usd.ac.id
Editorial Address
Faculty of Theology, Sanata Dharma University, Jogjakarta, Faculty of Theology, Sanata Dharma University PO Box 1194, Jl. Kaliurang Km. 7 Yogyakarta 55281 - INDONESIA Phone: +62 274 880957 Fax: +62 274 888418
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teologi
ISSN : 23025476     EISSN : 25793934     DOI : 10.24071/jt
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL TEOLOGI bertujuan menyampaikan hasil penelitian dalam bidang teologi kontekstual atau refleksi atas penghayatan iman untuk pengembangan iman dalam konteks Indonesia dan Asia di tengah keanekaragaman agama, budaya, dan persoalan konkret hidup berbangsa. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pelatihan Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dengan bekerjasama dengan Asosiasi Teolog Katolik Indonesia (AsTeKiA)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 7 Documents clear
RELASI ANTARA ISRAEL ALKITABIAH DAN NEGARA ISRAEL MODERN PERSPEKTIF GEREJA KATOLIK Indra Tanureja
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v5i2.494

Abstract

Israeli Palestinian conflict which is one of the hot issues in our present world, is a particular problem that has both political and religious dimensions. This problem often compels Christians to think about their stand in dealing with the State of Israel. In order to take a proper position, one has to understand the relationship between Biblical Israel and the modern State of Israel. It has to be realized, however, that how one defines the relationship between these two entities depends actually on the interpretive methods that are chosen and applied upon the biblical texts. And because there are many methods of interpreting the biblical texts, it is almost impossible to attain any definitive idea that would be acceptable to all. The Catholics, however, could hold on the Church official teaching on the relationship between the Church and the State of Israel as it is revealed in the official documents published by the Catholic
LAY PREACHING AT THE LITURGY Markus Suma, I Made
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v5i2.495

Abstract

Melalui penerimaan sakramen baptis, setiap orang yang telah dibaptis memiliki martabat sebagai putra dan putri Allah dan mendapatkan imamat umum. Dengan imamat umum ini ia ambil bagian dalam tri-tugas Kristus, yakni mengajar (munus docedi), menguduskan (munus sanctificandi), dan mengatur (munus regendi). Di samping imamat umum, ada pula imamat jabatan yang dilaksanakan oleh klerus. Mereka adalah pelayan resmi untuk mengajar, menguduskan, dan mengatur di dalam Gereja. Namun dalam arti sempit, ketiga tugas ini dipegang oleh para uskup sebagai pengganti para rasul dalam kesatuan dengan paus sebagai penerus Petrus. Di dalam struktur hirarkis ini, dapatkah seorang awam berkotbah di dalam liturgi jika "petugas resmi" adalah klerus? Ini adalah pertanyaan penting yang akan dijawab di dalam tulisan ini. Penulis akan menelusuri latar belakang historis, kanonis, dan pastoral dari praktek kotbah awam di dalam atau di luar liturgi yang dirayakan di stasi-stasi misi atau di paroki di Keuskupan Agung Makassar.
ADIVASIS: THE UPROOTED PEOPLE OF THE LAND Ashok Kujur
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v5i2.496

Abstract

Sejak zaman dahulu, tanah memiliki makna sosial, politis, ekonomis, serta religius, terutama bagi penduduk asli. Bagi orang-orang Adivasi di India tengah dan selatan, tanah merupakan pemberian dari Tuhan dan kehidupan sendiri. Maka, pewarisan tanah menjamin keberlangsungan dan pengembangan kelompok Adivasi. Kepemilikan tanah juga merupakan wujud nyata hidup kelompok tersebut dengan Tuhan. Terusirnya kaum Adivasi dari tanah mereka karena perkembangan industri yang mengatasnamakan pembangunan adalah praktek yang tidak bermoral dan berdosa. Pemindahan tersebut menyebabkan pengangguran, kemiskinan, tunawisma, tekanan psikologis, dan meningkatnya kejahatan. Orang-orang tercabut dari keyakinan, budaya, dan tradisi leluhur mereka. Hubungan-hubungan ini menjadi rusak dan orang menjadi beringas melawan para elit penguasa. Tercabutnya orang Adivasi tersebut juga menghasilkan kekerasan dan intoleransi agama. Dalam tulisan ini penulis menganalisa persoalan pemindahan orang Adivasi dan orang-orang yang tak berdaya yang menginginkan hidup yang berakar dengan tanah mereka. Analisa ini merupakan upaya sederhana untuk mengangkat suatu "ruang suci" bagi dialog dan membuka kedok strategi-strategi dari Partai Hindutva yang tampaknya berusaha membasmi iman Kristen dari India, salah satunya dengan mencerabut orang Adivasi dari tanahnya.
RELASI ANTARA ISRAEL ALKITABIAH DAN NEGARA ISRAEL MODERN PERSPEKTIF GEREJA KATOLIK Indra Tanureja
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v5i2.484

Abstract

Israeli Palestinian conflict which is one of the hot issues in our present world, is a particular problem that has both political and religious dimensions. This problem often compels Christians to think about their stand in dealing with the State of Israel. In order to take a proper position, one has to understand the relationship between Biblical Israel and the modern State of Israel. It has to be realized, however, that how one defines the relationship between these two entities depends actually on the interpretive methods that are chosen and applied upon the biblical texts. And because there are many methods of interpreting the biblical texts, it is almost impossible to attain any definitive idea that would be acceptable to all. The Catholics, however, could hold on the Church official teaching on the relationship between the Church and the State of Israel as it is revealed in the official documents published by the Catholic
HOW PASCHAL FAITH TRANSFORMS MISSION THEOLOGY Jhon F. Gorski
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v5i2.497

Abstract

Sejak Konsili Vatikan II, pemahaman misi di dalam Gereja Katolik mengalami perubahan. Sebelum Konsili, tujuan misi dipahami sebagai perluasan teritorial Gereja. Atau dengan kata lain, penyebarluasan Kekristenan. Namun sejak Konsili, misi dipahami sebagai evangelisasi orang-orang di dalam situasi hidupnya yang partikular dan historis. Pengertian evangelisasi tidak hanya menunjuk pada proses penyebarluasan ajaran. Situasi masa kini menunjukkan bahwa ada banyak umat Kristen yang tinggal di daerah-daerah yang tidak lagi dipandang sebagai daerah misi (contohnya: Indonesia). Maka istilah "evangelisasi" banyak dikembangkan, terutama oleh St. Yohanes Paulus II dan Paus emeritus Benediktus XVI. Apalagi, ajaran Paus Fransiskus semakin memperkaya makna evangelisasi. Dalam tulisan ini, penulis berusaha mengeksplorasi gagasan-gagasan dari Konsili Vatikan II untuk menelusuri makna misi. Penulis sampai kepada kesimpulan bahwa perubahan fokus upaya misi ini mempunyai dasarnya pada pengalaman Paskah dan peran Roh Kudus.
STRATEGI MISI DI CHINA ABAD 16 DALAM TULISAN MATTEO RICCI Aluisius Pramudya Daniswara
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v5i2.498

Abstract

De Christina Expeditione apud Sinas, which was translated into China in the Sixteenth Century: The Journals of Matthew Ricci 1583-1610, is one of Riccis most important manuscripts since it reveals how Matthew Ricci accomplished his mission in China. Matthew Ricci was a man from the West, which at the time was entering the age of Renaissancea modern era marked by significant cultural, scientific and economic growths. He then utilized the components of Renaissance Humanism culture to break through Chinese people. From there, Ricci was able to move beyond the administrative and geographic boundaries, either physically or culturally, from one country to another country. Learning from Riccis manuscript, it is clear that today a conquest model of mission can only do disservice, especially if the Church wants to proclaim the kingdom of God, which is full of love, peace, and communion. It may cause suspicion or denouncement of the Church service. It is therefore of paramount importance for the Church to remember her basic duty, which is to proclaim the Good News of the love of God in Jesus Christ. Consequently, the Church must become a community which manifests the sacrament of the Divine wherever she may be.
DEFENDING HEAVEN IN DELANG: BETWEEN OIL PALM PLANTATION AND FOREST PRESERVATION John C. Simon
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v5i2.499

Abstract

Isu ekologis kini menjadi krusial disikapi secara teologis dan praktis. Isu ini tidak terpisah dari tantangan berupa "kesatuan bahaya besar" (catastrophic convergence): kemiskinan, ketidakadilan dan kekerasan yang merajalela. Persoalan ekologis tidak terpisah dari paradigma filosofis dan teologis tertentu berupa antroposentrisme absolut dan melahirkan gagasan ekspansif melalui penguasan atas alam bahkan atas manusia lain. Lahir pula "imperialisme global" (globalized imperialism) dan "manusia ekonomi" (homo oeconomicus) yang kata kuncinya adalah ketidakadilan. Di tengah masifnya kerusakan ekologi yang memiskinkan itu terdapat cerita yang berbeda tentang kemampuan masyarakat lokal mempertahankan kelestarian alam. Masyarakat Desa Delang bersehati "Mempertahankan Hutan Delang dari Ekspansi Sawit". Dari kacamata teologis, masyarakat Delang memahami bahwa alam (hutan) bukan sekadar benda yang bernilai ekonomis, melainkan "rumah" bagi Yang Ilahi. Yang Ilahi bersurga di bukit-bukit yang rimbun dengan pepohonan. Di sinilah teologi kontekstual mempertimbangkan penghayatan religiositas lokal untuk membantu kita menemukan kembali misi yang kontekstual, yaitu misi yang mempertimbangkan pandangan dunia primal (baca: agama kosmik), yang nilai utamanya bersahabat dengan alam.

Page 1 of 1 | Total Record : 7